Reksadana di Bareksa Umroh Juarai Return Harian dan YtD, Apa Isi Portofolionya?

Kinerja yang positif dicatatkan reksadana pasar uang syariah tersebut di tengah fluktuasi pasar
Selasa, 18 Februari 2020 14:50:46 WIB Abdul Malik
Image
Ilustrasi muslimah investor yang menyiapkan tabungannya untuk umroh di reksadana syariah. (shutterstock)

Bareksa.com - Salah satu produk reksadana syariah yang tersedia dalam platform Bareksa Umroh, yakni Syailendra Sharia Money Market Fund berhasil memimpin kenaikan return di antara reksadana pasar uang syariah lainnya yang tersedia di Bareksa secara harian maupun year to date 2020 (per 17 Februari). Kinerja yang positif dicatatkan reksadana tersebut di tengah fluktuasi pasar.

Secara harian reksadana pasar uang syariah Syailendra Sharia Money Market Fund mencetak imbal hasil 0,06 persen kemarin (17 Februari) dan year to date membukukan return 0,81 persen (31 Desember 2019-17 Februari 2020). Dengan catatan imbal hasil tersebut, Syailendra Sharia Money Market Fund memimpin kenaikan imbal hasil tertinggi secara harian dan YtD 2020 dalam daftar reksadana pasar uang syariah yang tersedia di Bareksa. .

Dalam setahun terakhir, Syailendra Sharia Money Market Fund memiliki imbal hasil 6,38 persen atau berada di urutan kedua kenaikan tertinggi dalam daftar reksadana pasar uang syariah di Bareksa.

Reksadana Pasar Uang Syariah yang tersedia di Bareksa


Sumber : Bareksa

Dengan kinerja yang cukup positif tersebut, bagaimana isi portofolionya?

Syailendra Sharia Money Market Fund ialah reksadana pasar uang syariah yang dikelola PT Syailendra Capital dan bank kustodian PT Bank CIMB Niaga Tbk. Diluncurkan sejak Oktober 2017, reksadana ini bisa dibeli di Bareksa mulai Rp50.000. Dana kelolaannya per Januari 2020 senilai Rp98,78 miliar dengan nilai aktiva bersih per unit pada 17 Februari 2020 senilai Rp1.137.


Sumber : Bareksa

Syailendra Sharia Money Market Fund bertujuan memberikan hasil investasi dengan berinvestasi 100 persen (seratus persen) dari nilai aktiva bersih pada instrumen pasar uang syariah dalam negeri yang mempunyai jatuh tempo tidak lebih dari 1 tahun dan/atau efek syariah berpendapatan tetap termasuk sukuk yang diterbitkan dengan jangka waktu tidak lebih dari 1 tahun dan/atau sisa jatuh temponya tidak lebih dari 1 tahun dan/atau deposito syariah dalam mata uang rupiah, sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku di Indonesia.

Kebijakan Investasi reksadana ini minimum 0 persen dan maksimum 100 persen pada instrumen pasar uang syariah. Portofolio Investasi Syailendra Sharia Money Market Fund menurut fund fact sheet Desember 2019 di antaranya deposito syariah BJBR, Sukuk Ijarah Berkelanjutan III Indosat Tahap II Tahun 2019 Seri A, deposito syariah Bank Panin, deposito syariah Bank Nagari dan Sukuk Mudharabah Berkelanjutan I Bank CIMB Niaga Tahap II Tahun 2019 Seri A.

Dibandingkan indeks acuannya, secara year to date, Syailendra Sharia Money Market Fund mampu melampaui kinerja indeks acuannya. Secara year to date, indeks reksadana pasar uang dan indeks reksadana pasar uang syariah mencatatkan return masing-masing 0,35 persen dan 0,31 persen.



Sumber : Bareksa

Dalam setahun terakhir, Syailendra Sharia Money Market Fund yang mencetak return 6,32 persen jauh melampui indeks acuannya yang masing-masing indeks reksadana pasar uang 4,25 persen dan indeks reksadana pasar uang syariah 2,57 persen.

Dengan kinerja cukup cemerlang tersebut, maka menyiapkan tabungan umroh di reksadana syariah yang tersedia di platform Bareksa Umroh cukup mengutungkan. Potensi imbal hasilnya jauh lebih optimal dibandingkan menabung biasa di tabungan syariah atau deposito syariah, yang masih harus dipotong pajak 20 persen. Adapun imbal hasil reksadana tidak dipotong pajak, karena bukan merupakan objek pajak.

Cara Siapkan Tabungan Umroh

Bareksa Umroh menyediakan cara menabung paling efektif di reksadana syariah yang terintegrasi dengan tujuan beribadah umroh. Ada lima keuntungan dari Bareksa Umroh yakni aman, halal, serba online, terpadu dan terpercaya.

Reksadana syariah yang dijadikan wadah menabung untuk umroh ini adalah investasi resmi yang diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Tidak perlu takut uang akan dibawa kabur oleh travel agent, karena disimpan dalam reksadana di bank kustodian.

Ada berbagai perencanaan yang dapat kita pilih di Bareksa Umroh, sebagai perkiraan jumlah nilai reksadana yang perlu diinvestasikan. Perencanaan yang tersedia berdasarkan harga paket yang berlaku saat ini, tetapi tidak mengikat pada pembelian paket.

Katakanlah kamu memilih paket Barokah untuk mewujudkan niatmu melakukan refleksi akhir tahun di Tanah Suci. Berdasarkan harga paket real berlaku saat ini di Travel Umrah dan Haji Al-Qadri, rencana paket tipe reguler selama 9 hari ini, perkiraan harganya sekitar Rp23,5 juta per orang.

Melihat rincian paket perjalanan ini, hotel yang dipilih memiliki kelas bintang 3. Kemudian, maskapai keberangkatan dan kepulangan, menggunakan penerbangan Garuda Indonesia-Saudi-Emirates.

Menggunakan rencana di Bareksa Umroh, kita bisa memperkirakan dana yang harus kita simpan tiap bulan untuk bisa berangkat umroh setahun ke depan.

Kita bisa mengetik perkiraan periode berangkat yakni 12 bulan ke depan, maka kita bisa mengalokasikan dana Rp1.958.334 per bulan atau setara dengan Rp65.227 saja per hari selama 12 bulan.


Sumber : Bareksa

Kalau ternyata kamu ingin melakukan perjalanan umroh akhir tahun dengan paket yang sama bersama pasangan terkasih, maka pada kolom peserta tinggal memilih jumlah orangnya menjadi 2. Nah, selepas itu dapat diketahui berapa dana per bulan yang disiapkan untuk diinvestasikan dalam reksadana syariah. 

Perlu diingat, rencana yang ada di Bareksa Umroh tidak mengikat dengan harga paket karena itu hanya perkiraan (estimasi). Jangka waktu juga tidak mengikat karena kita bisa mengatur sendiri dana per bulan sesuai kemampuan.

Kalau kita melewati jangka waktu, atau lebih cepat dari rencana, tidak akan dikenakan pinalti. Justru, semakin lama menabung reksadana, semakin besar potensi imbal hasil yang didapat.

Karena uang kita ditaruh di reksadana syariah yang berpotensi memberi imbal hasil lebih tinggi daripada deposito. Reksadana adalah investasi resmi yang diawasi oleh OJK.

Selain itu, reksadana syariah halal karena dikelola berdasarkan prinsip-prinsip Islami dan sudah mendapatkan fatwa halal dari Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia (DSN-MUI). Jika uang kita di reksadana syariah sudah mencapai target, bisa menyelesaikan rencana dan membeli paket dengan dana tersebut tanpa pindah platform. Cukup mudah kan?

* * *

Ingin menabung reksadana syariah untuk umroh?

- Cara daftar jadi nasabah Bareksa Umroh, klik tautan ini
- Sudah punya akun Bareksa dan mau nabung umroh, klik tautan ini
- Belajar reksadana, klik untuk gabung di Komunitas Bareksa Fund Academy. GRATIS

DISCLAIMER

Semua data return dan kinerja investasi yang tertera di dalam artikel ini tidak dapat digunakan sebagai jaminan dasar perhitungan untuk membeli atau menjual suatu efek. Data-data tersebut merupakan catatan kinerja berdasarkan data historis dan bukan merupakan jaminan atas kinerja suatu efek di masa mendatang. Investasi melalui reksadana mengandung risiko. Investor wajib membaca dan memahami prospektus sebelum memutuskan untuk berinvestasi melalui reksadana.



TOP
10
REKSA DANA

Jenis Reksa Dana 
loading...
Selanjutnya
BELI DAFTAR BERLANGGANAN
Kontak : 62-21-71790970 | marketing@bareksa.com
TERPOPULER