Sudah Dibuka Kembali, Bagaimana Ibadah Umroh Saat Pandemi?

Harga paket umroh di masa pandemi lebih mahal sehingga perlu persiapan
Hanum Kusuma Dewi • 02 Dec 2020
cover

Jemaah umat Muslim melakukan ibadah umroh secara terbatas dengan protokol kesehatan di Masjidil Haram, Mekah, Arab Saudi, 22 Oktober 2020. (Ayman Zaid / Shutterstock.com)

Bareksa.com - Umroh di masa pandemi kembali dibuka sejak 1 November 2020 untuk jemaah dari luar negeri, termasuk Indonesia. Bagi jemaah di masa pandemi, protokol kesehatan harus diperhatikan demi kesehatan bersama. 

Co-Founder & CEO Pergiumroh Faried Ismunandar menjelaskan terdapat pedoman pelaksanaan umroh di masa pandemi menurut Keputusan Menteri Agama No.719 Tahun 2020. 

Secara umum, jemaah yang diutamakan untuk berangkat adalah mereka yang mengalami penundaan (reschedule) sebelumnya sejak pembatasan di akhir Februari 2020. 

"Batas usia yang diperbolehkan adalah 20 hingga 50 tahun, dan tidak memiliki penyakit akut bawaan. Biasanya, lansia yang sudah terlanjur mendaftar bisa diwakilkan," ujar Faried dalam Webinar Bareksa Umroh X Pergiumroh. 

Calon jemaah juga wajib melakukan tes polymerase chain reaction (PCR) atau swab test dalam waktu 72 jam sebelum keberangkatan. Selain itu, tidak punya riwayat berkunjug ke India, Argentina dan Brasil dalam 14 hari terakhir. Masa berlaku paspor minimal 6 bulan pada saat keberangkatan. 

Di samping itu, Faried juga menjelaskan pelaksanaan perjalanan umroh saat pandemi yang berbeda dari masa normal. Hal ini berlaku dalam hal keberangkatan dari Indonesia, kedatangan di Tanah Suci, pelaksanaan ibadah umroh di Masjidil Haram, dan kepulangan ke Tanah Air. 

Keberangkatan

  • Menunjukkan Visa, tiket perjalanan, hasil PCR dan Buku Kuning Meningitis.
  • Selalu mengenakan masker selama perjalanan.
  • Menandatangani form yang dibagikan terkait dengan risiko dan ketaatan terhadap protokol kesehatan di Saudi Arabia.
  • Penerbangan yang diizinkan masuk adalah yang langsung dan tidak transit
  • Bandara International Jeddah masih menjadi satu-satunya Bandara yang dibuka.


Kedatangan di Arab Saudi

  • Pada saat kedatangan, menunjukkan kembali hasil PCR dan surat pernyataan.
  • Semua pengurusan imigrasi dan barang dilakukan sendiri oleh jemaah.
  • Karantina 3 hari di hotel tempat yang dikunjungi pertama.
  • Pada hari kedua dilakukan swab test oleh Kementrian Kesehatan Saudi
  • Jika negative maka bisa langsung didaftarkan untuk pelaksanaan umroh
  • Jika reactive akan dilakukan tes ulang.
  • Jika positive akan dikarantina tambahan 2-7 hari lalu tes lagi.


Pelaksanaan Ibadah Umroh

  • Setelah dinyatakan bebas Covid kemudian didaftarkan untuk melakukan umroh
  • Hanya bisa melakukan prosesi ibadah umroh 1 kali
  • Pelaksanaan umroh akan dibimbing oleh pembimbing yang ditunjuk dan dalam kelompok bus yang sama
  • Bisa melakukan sholat fardhu di Masjidil Haram dan Nabawi juga
  • Begitu pula untuk ke Raudhah juga hanya bisa dilakukan 1 kali


Kepulangan

  • Kemungkinan akan dilakukan swab test pada saat kedatangan.
  • Jika diperlukan akan dilakukan karantina di Wisma Haji atau Hotel yang ditunjuk.


Demikian pelaksanaan ibadah umroh di masa pandemi yang berbeda dari masa normal sebelum adanya Covid-19. "Umroh di masa pandemi memang berbeda, tetapi menjadi lebih teratur dan kita bisa khusyuk menjalankannya," ujar Faried. 

Hal lain yang perlu diperhatikan adalah biaya umroh atau harga paket umroh di masa pandemi lebih mahal daripada biaya umroh di masa normal. Namun, hal ini tentu tidak menyurutkan para jemaah yang sudah berniat pergi ke Tanah Suci karena biaya umroh bisa dipersiapkan sebelumnya. 

Tabungan Umroh di Bareksa Umroh

Jika kita punya niat untuk beribadah umroh ke Tanah Suci di masa pandemi ini, kita perlu mempersiapkan biaya umroh sebelumnya. Kita bisa mencobanya dengan berinvestasi di reksadana syariah di platform Bareksa Umroh.

Di platform Bareksa Umroh, tersedia tabungan umroh yang ditempatkan di reksadana syariah yang berpotensi meraih imbal hasil. Reksadana adalah investasi resmi yang diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Selain itu, reksadana syariah halal karena dikelola berdasarkan prinsip-prinsip Islami dan sudah mendapatkan fatwa halal dari Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia (DSN-MUI). Jika uang kita di reksadana syariah sudah mencapai target, maka kita bisa menyelesaikan rencana dan membeli paket umroh dengan dana tersebut tanpa pindah platform.

Rencana tabungan yang ada di Bareksa Umroh juga tidak mengikat dengan harga paket, jangka waktu juga tidak mengikat karena kita bisa mengatur sendiri dana tabungan per bulan sesuai kemampuan. Semakin lama kita menabung, maka potensi imbal hasil semakin optimal karena lebih dari tabungan biasa. 

* * *

Ingin berinvestasi aman di reksadana yang diawasi OJK?

- Daftar jadi nasabah, klik tautan ini
- Beli reksadana, klik tautan ini
- Pilih reksadana, klik tautan ini
- Belajar reksadana, klik untuk gabung di Komunitas Bareksa. GRATIS

DISCLAIMER
Semua data kinerja investasi yang tertera di dalam artikel ini adalah kinerja masa lalu dan tidak menjamin kinerja di masa mendatang. Investor wajib membaca dan memahami prospektus dan fund fact sheet dalam berinvestasi reksadana.