Asuransi Cover Jemaah Umroh Rp2,4 Miliar, Siapkan Dulu Tabungan di Reksadana Syariah

Tabungan Umroh dengan reksadana syariah di BareksaUmroh tidak mengikat
Hanum Kusuma Dewi • 07 May 2021
cover

Ilustrasi jemaah sedang menunaikan ibadah umroh di masa pandemi, di Ka'bah, Masjidil Haram, Makkah. (Shutterstock)

Bareksa.com - Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi mengumumkan pertanggungan asuransi bagi jemaah umroh asing terhadap risiko infeksi virus Corona. Meski belum bisa segera berangkat, calon jemaah Indonesia sebaiknya menyiapkan biaya umroh termasuk premi asuransi yang menanggung Covid-19. ​

Dikutip ihram.co.id dari Saudi Gazette (6/5/2021), nilai pertanggungan asuransi maksimal untuk pengobatan jemaah umroh apabila terinfeksi virus corona sebesar 650.000 riyal atau setara Rp2,4 miliar. 

Bank Sentral Saudi dan Dewan Asuransi Kesehatan Koperasi mengumumkan pada Ahad bahwa semua orang asing yang datang ke Arab Saudi untuk umroh, maupun pemegang visa kunjungan dan pariwisata harus memiliki perlindungan asuransi terhadap risiko infeksi virus corona.

Bagi calon jemaah, tentu ini menjadi tambahan biaya yang harus disiapkan di luar paket perjalanan umroh yang ditawarkan oleh agen travel umroh. Meski masih belum bisa masuk ke Arab Saudi untuk umroh, calon jemaah dari Indonesia sebaiknya menyiapkan biaya tambahan ini. 

Tabungan Umroh di Reksadana Syariah

Misalkan kita berniat untuk berangkat umroh, kita perlu menyiapkan biaya minimal umroh Rp26 juta sesuai referensi Kementerian Agama. Untuk memudahkan mengumpulkan biaya ini, kita bisa menggunakan rencana Tabungan Umroh dengan reksadana syariah di BareksaUmroh

Di BareksaUmroh, kita bisa membuat rencana berdasarkan paket perjalanan umroh yang ada. Namun, paket tabungan umroh ini tidak mengikat, dan bisa diubah setelah tabungan terkumpul. 

Satu contoh paket umroh di BareksaUmroh adalah Umroh Silver 12 Hari dari Fathindah Travel Service seharga Rp31,9 juta. Kita bisa membuat simulasi tabungan umroh selama 12 bulan, sehingga kita perlu menabung Rp2.658.334 per bulan. 

Sumber: BareksaUmroh

Selanjutnya, kita bisa memilih salah satu reksadana pasar uang syariah yang tersedia di BareksaUmroh. Reksadana syariah lebih dari sekadar menabung karena bisa memberikan imbal hasil yang halal, sudah dapat fatwa halal dari Majelis Ulama Indonesia. 

Menggunakan simulasi investasi reksadana Bareksa, kita bisa melihat hasil investasi bila kita menabung mulai dari setahun lalu. Dengan Rp2.658.334, kita punya modal investasi Rp31,9 juta dalam setahun. 

Grafik Simulasi Investasi Reksadana

Sumber: Bareksa.com 

Karena ada imbal hasil reksadana, hasil investasi menjadi Rp32,7 juta. Artinya ada pertumbuhan Rp810.914 atau 2,54 persen dari modal awal yang ditabungkan. Imbal hasil ini sudah bersih dan tidak dipotong pajak lagi. 

Imbal hasil reksadana ini bisa kita gunakan untuk membeli polis asuransi yang mencakup pertanggungan terhadap risiko infeksi virus Corona. Sehingga, insyaallah perjalanan umroh kita nanti bisa lebih aman dan tenang. 

Bila target biaya umroh sudah terkumpul, tetapi kita belum bisa berangkat juga, kita bisa meneruskan tabungan umroh di reksadana syariah ini. Bahkan, potensi imbal hasilnya masih bisa terus berjalan sehingga uang kita bisa terus tumbuh. 

Khusus di Bulan Ramadhan ini, ada promo diskon paket umroh untuk memulai tabungan umroh di reksadana syariah BareksaUmroh. Ayo bulatkan niat umroh dan segera mulai tabungan reksadana syariah di BareksaUmroh

***

Ingin berinvestasi aman di reksadana yang diawasi OJK?

- Daftar jadi nasabah, klik tautan ini 

- Beli reksadana, klik tautan ini 

- Download aplikasi reksadana Bareksa di App Store

- Download aplikasi reksadana Bareksa di Google Playstore 

- Belajar reksadana, klik untuk gabung Komunitas Bareksa di Facebook. GRATIS 

DISCLAIMER

*Data dalam artikel ini menggunakan kinerja masa lalu, dan tidak menjamin kinerja masa depan. Investor wajib membaca dan memahami prospektus dan fund fact sheet dalam berinvestasi reksadana.

*Harga paket umroh pada saat keberangkatan dan tanggal keberangkatan menjadi tanggung jawab agen travel dan menyesuaikan kebijakan pemerintah mengenai penyelenggaraan ibadah umroh