Berita / Kategori / Artikel

Berapa Biaya Umroh 2019? Begini Cara Nabungnya Sesuai Kantong Kamu

Rencana menabung reksadana syariah di Bareksa Umroh sangat fleksibel
• 07 Aug 2019
cover

Ilustrasi jamaah sedang melakukan ibadah haji umroh di depan Kabah di Masjidil Haram, Mekkah, Arab Saudi

Bareksa.com - Umat muslim tentu ingin beribadah ke Tanah Suci. Untuk jemaah dari Indonesia, menunggu antrian ibadah haji cukup lama karena terbatas kuota sehingga umroh bisa menjadi alternatif.

Ibadah umroh memang ditujukan bagi umat muslim yang mampu, baik secara fisik maupun finansial. Dari sisi finansial, biaya umroh memang tidak murah. Harga paket umroh reguler untuk 9 hari di kisaran Rp23 juta per orang, menurut biro perjalanan Al-Qadri Umrah dan Haji.

Akan tetapi, bila kita sudah memiliki niat, tentu ada jalannya termasuk dalam hal mengumpulkan biaya umroh. Salah satu caranya adalah dengan membuat rencana menggunakan platform Bareksa Umroh.

Bareksa Umroh menyediakan cara menabung paling efektif di reksadana syariah untuk tujuan umroh. Ada lima keuntungan dari Bareksa Umroh, yakni aman, halal, serba online, terpadu dan terpercaya.

Cara membuat rencana dan memulai menabung di Bareksa Umroh sangatlah mudah. Semuanya bisa diatur sesuai kemampuan, mulai dari jumlah peserta, tipe kamar, jangka waktu hingga produk yang dipilih.

Contohnya, bila kita ingin pergi berdua dengan tipe kamar berempat, kita bisa mengetahui perkiraan harga menurut rencana yang ada sebesar Rp47 juta. Kemudian, kita bisa menentukan periode menabung sesuai kemampuan, mulai dari 6 bulan hingga 24 bulan.

Baca juga: Cara Buat Rencana dan Beli Reksadana di Bareksa Umroh

Seperti terlihat dalam gambar, estimasi biaya untuk rencana dua paket umroh sebesar Rp47 juta. Uang tersebut memang besar tetapi kalau kita menabung selama 24 bulan, dana yang perlu dikumpulkan hanya sekitar Rp1,96 juta.

Perlu diingat, rencana yang ada di Bareksa Umroh tidak mengikat dengan harga paket karena itu hanya perkiraan (estimasi). Jangka waktu juga tidak mengikat karena kita bisa mengatur sendiri dana per bulan sesuai kemampuan.

Kalau kita melewati jangka waktu, atau lebih cepat dari rencana, tidak akan dikenakan pinalti. Justru, semakin lama menabung reksadana, semakin besar potensi imbal hasil yang didapat.

Ada potensi imbal hasil?

Ya, karena uang kita ditaruh di reksadana syariah yang berpotensi memberi imbal hasil lebih tinggi daripada deposito. Reksadana adalah investasi resmi yang diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.

Selain itu, reksadana syariah halal karena dikelola berdasarkan prinsip-prinsip Islami dan sudah mendapatkan fatwa halal dari Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia (DSN-MUI).

Nah, kalau uang kita di reksadana syariah sudah mencapai target, kita bisa menyelesaikan rencana dan membeli paket dengan dana tersebut tanpa pindah platform. Cukup mudah bukan?

Sudah punya niat menjalankan umroh? Ayo buat rencanamu sekarang, daftar segera di Bareksa Umroh.

Kalau belum punya akun Bareksa, baca panduan daftarnya di sini ya.

* * *

Ingin berinvestasi di reksadana?

- Daftar jadi nasabah, klik tautan ini
- Beli reksadana, klik tautan ini
- Pilih reksadana, klik tautan ini
- Belajar reksadana, klik untuk gabung di Komunitas Bareksa Fund Academy. GRATIS

DISCLAIMER

Semua data return dan kinerja investasi yang tertera di dalam artikel ini tidak dapat digunakan sebagai jaminan dasar perhitungan untuk membeli atau menjual suatu efek. Data-data tersebut merupakan catatan kinerja berdasarkan data historis dan bukan merupakan jaminan atas kinerja suatu efek di masa mendatang. Investasi melalui reksadana mengandung risiko. Investor wajib membaca dan memahami prospektus sebelum memutuskan untuk berinvestasi melalui reksadana.

 

Tags: