Berita / SBN / Artikel

Tawarkan Kupon 4,9 Persen, ORI021 Bakal Diminati Investor

Selain itu tentu karena ORI021, risiko kreditnya rendah maka potensi penjualan seharusnya setinggi ORI sebelumnya
Bareksa • 21 Jan 2022
cover

Ilustrasi perempuan investor generasi milenial yang menggunakan gadget untuk investasi di reksadana dan SBN Ritel, termasuk SBR, SR, ST, dan ORI seri ORI021. (Shutterstock)

Bareksa.com - Permintaan terhadap Obligasi Negara Ritel (ORI) seri ORI021 dinilai akan tinggi. ORI021 rencananya akan mulai dipasarkan pada Senin pekan depan, 24 Januari 2022.

Pemerintah melalui Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan pada Kamis (20/1/2022) mengumumkan penetapan kupon atau imbal hasil ORI021 sebesar 4,9 persen per tahun. Dibandingkan suku bunga acuan Bank Indonesia, yakni BI 7 Days Reverse Repo Rate yang saat ini di level 3,5 persen, maka selisih (spread) imbal hasilnya 1,4 persen.

Di sisi lain pemerintah telah memangkas pajak kupon obligasi dari sebelumnya 15 persen menjadi 10 persen. Maka setelah dipotong pajak, investor masih mengantongi imbalan bersih ORI021 sebesar 4,41 persen.

Keputusan pemerintah menetapkan kupon ORI didasarkan pada beberapa pertimbangan, di antaranya level suku bunga acuan Bank Indonesia saat penetapan kupon, imbal hasil obligasi acuan pemerintah yang berlaku di pasar untuk tenor yang sama, serta kondisi pasar global maupun domestik.

Adapun jenis kupon atau imbal hasil ORI021, adalah tetap (fixed rate). Artinya, tidak akan naik atau turun hingga jatuh tempo tiga tahun lagi, yaitu pada 15 Februari 2025.

Kementerian Keuangan menyebutkan pembayaran kupon pertama dilakukan pada 15 April 2022 (long coupon). Setelah pembayaran kupon pertama, ORI021 bisa diperdagangkan di pasar sekunder jadi investor tidak perlu tunggu jatuh tempo.

Kelebihan ORI021 dan Minat Investor

Lalu kira-kira akan seperti apa minat investor terhadap ORI021? Tubagus Farash Akbar Farich, Direktur Avrist Asset Management menyatakan besaran kupon ORI021 sangat menarik karena jauh di atas inflasi tahunan dan di atas bunga deposito bank yang saat ini 2 - 2,5 persen setelah dipotong pajak.

"Selain itu tentu karena ORI021, risiko kreditnya rendah maka potensi penjualan seharusnya setinggi ORI sebelumnya," kata Farash kepada Bareksa, Kamis (20/1/2021).

Terlebih, Farash melanjutkan pada saat ini tingkat likuditas sedang melimpah dan mintat investasi masyarakat tinggi termasuk pada SBN Ritel, yang salah satunya ORI021.

Sebagai gambaran pada tahun lalu atau 2021, pemerintah menerbitkan dua seri ORI yakni ORI019 dan ORI020. Pada ORI019, pemerintah menetapkan kuponnya 5,57 persen dengan target penjualan Rp10 triliun. Besarnya permintaan investor kepada ORI019 membuat pemerintah terus menaikkan target penjualan selama masa penawaran. Hingga kemudian realisasi penjualan ORI019 tercatat hingga sebesar Rp26 triliun.

Sementara itu pada ORI020, pemerintah menetapkan kuponnya 4,95 persen dengan target penjualan Rp15 triliun. Kali ini, pemerintah tidak menambah besaran target penjualan sehingga penjualan ORI020 tercatat Rp15 triliun.

(Martina Priyanti/AM)

Investasi Sekarang

***

Ingin berinvestasi sekaligus bantu negara?

PT Bareksa Portal Investasi atau Bareksa.com adalah platform e-investasi terintegrasi pertama di Indonesia, yang ditunjuk menjadi mitra distribusi (midis) resmi Kementerian Keuangan untuk penjualan Surat Berharga Negara(SBN) Ritel atau SBN Ritel secara online. Selain proses registrasi dan transaksi sangat cepat dan mudah, Anda juga dapat memantau investasi Anda dari mana saja dan kapan saja.

Bareksa telah mendapatkan penghargaan sebagai midis SBN terbaik selama tiga tahun berturut-turut dari Kementerian Keuangan RI. Penghargaan terbaru yang diterima adalah  penghargaan sebagai Midis SUN dengan  Kinerja Terbaik 2020 dan Midis SBSN dengan Kinerja Terbaik Kategori Fintech 2021. 

Belum memiliki akun Bareksa tetapi ingin berinvestasi di SBN Ritel? Segera daftar melalui aplikasi Bareksa sekarang, gratis hanya dengan menyiapkan KTP dan NPWP (opsional).

Bagi yang sudah punya akun Bareksa untuk reksadana, lengkapi data berupa rekening bank untuk mulai membeli SBN Ritel di Bareksa. Bagi yang sudah pernah membeli SBR, ORI atau Sukuk di Bareksa sebelumnya, registrasi ulang akun di Bareksa untuk memesan SBN ritel seri berikutnya.