Berita / SBN / Artikel

Penawaran Sisa 2 Hari, Pemesanan SR012 Tembus Rp9,3 Triliun

Pemesanan SR012 sudah melampaui target indikatif pemerintah Rp8 triliun
Bareksa • 16 Mar 2020
cover

Direktur Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan, Luky Alfirman (tengah bawah) bersama jajaran Kemenkeu dan mitra distribusi saat peluncuran Sukuk Ritel seri SR012, di Jakarta (29/2/2020). (Bareksa/AM)

Bareksa.com - Di tengah sentimen penyebaran pandemi virus corona covid-19 yang menekan pasar modal, masih ada investasi aman dan dijamin oleh negara, yakni surat berharga negara (SBN).

Sukuk Ritel seri SR012 adalah salah satu Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) yang kini sedang ditawarkan oleh pemerintah. Tersisa dua hari lagi di masa penawaran, pemesanan SR012 sudah melampaui target indikatif pemerintah Rp8 triliun.

Berdasarkan data mitra distribusi yang diolah Bareksa, hingga 16 Maret 2020 pukul 13.00 WIB, jumlah pemesanan SR012 mencapai Rp9,36 triliun. Adapun sisa kuota nasional tinggal Rp637,92 triliun.

SR012 memiliki tenor 3 tahun dan menawarkan kupon 6,3 persen per tahun yang bersifat tetap atau fixed rate. Investasi syariah ini bisa dijual (tradable) di pasar sekunder, setelah tiga kali pembayaran kupon, yakni mulai 11 Juni 2020.

Karena dijamin oleh pemerintah, instrumen investasi ini cocok untuk investor yang memiliki profil risiko rendah atau penghindar risiko (risk averse) dan pemula.

Selain itu, modal awal untuk membeli sukuk ini sangat terjangkau, yakni mulai dari Rp1 juta (1 unit) dengan kelipatan Rp1 juta hingga maksimal Rp3 miliar (3000 unit).

SR012 menawarkan sembilan keuntungan, yakni:

1. Pembayaran imbalan/kupon dan nilai nominal SR012 telah dijamin oleh pemerintah berdasarkan Undang-Undang SBSN dan dananya disediakan dalam APBN setiap tahunnya, sehingga SR012 hampir tidak mempunyai risiko gagal bayar.
2. Imbalan/kupon dengan jumlah tetap (fixed coupon) sampai pada Tanggal Jatuh Tempo.
3. Imbalan/kupon dibayar setiap bulan.
4. Kemudahan akses untuk melakukan pemesanan pembelian melalui sistem elektronik.
5. Dapat diperdagangkan di pasar sekunder dengan mekanisme transaksi di Bursa Efek dan transaksi di luar Bursa Efek (over the counter).
6. Berpotensi memperoleh capital gain dalam hal Sukuk Negara Ritel Seri SR012 dijual pada harga yang lebih tinggi daripada harga beli setelah memperhitungkan biaya transaksi di pasar sekunder.
7. Dapat dipinjamkan atau digadaikan kepada pihak lain, termasuk jaminan dalam rangka transaksi efek, sesuai kebijakan dan mengikuti ketentuan serta persyaratan yang berlaku pada masing-masing pihak.
8. Berpartisipasi dalam aktivitas pasar keuangan dengan cara dan metode yang tidak bertentangan dengan prinsip-prinsip syariah.
9. Turut serta mendukung pembiayaan pembangunan nasional.

Pemesanan SR012 selama masa penawaran 24 Februari - 18 Maret 2020 bisa dilakukan secara online melalui mitra distribusi yang ditunjuk oleh Kementerian Keuangan, termasuk Bareksa.

***

Ingin berinvestasi sekaligus bantu negara?

Pemerintah telah resmi membuka masa penawaran Sukuk Ritel seri SR012 mulai 24 Februari 2020 hingga 18 Maret 2020. SR012 bisa dipesan selama masa penawaran secara online di Bareksa.

Belum memiliki akun Bareksa tetapi ingin berinvestasi SBN? Segera daftar di sbn.bareksa.com sekarang, gratis hanya dengan menyiapkan KTP dan NPWP. Baca panduannya di sini.

Bagi yang sudah pernah membeli SBR, ORI atau Sukuk di Bareksa sebelumnya, Anda bisa menggunakan akun di sbn.bareksa.com untuk memesan SBN.

Bila sudah memiliki akun Bareksa untuk reksadana sebelumnya, segera lengkapi data Anda berupa NPWP dan rekening bank yang dimiliki.

Kalau belum punya NPWP, tapi mau beli SBN? Kita juga bisa meminjam NPWP punya orang tua atau suami.

PT Bareksa Portal Investasi atau bareksa.com adalah mitra distribusi resmi Kementerian Keuangan untuk penjualan Surat Berharga Negara (SBN) ritel secara online. Selain proses registrasi dan transaksi sangat cepat dan mudah, Anda juga dapat memantau investasi Anda dari mana saja dan kapan saja.