Berita / SBN / Artikel

Perbandingan Selisih Imbal Hasil dan Bunga Acuan Antara SR013 & Seri Sebelumnya

Spread yang diberikan pemerintah pada penerbitan SR seri SR013 meningkat dibandingkan seri sebelumnya
Bareksa • 15 Sep 2020
cover

Direktur Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan, Luky Alfirman (tengah) saat peluncuran Sukuk Ritel seri SR012, di Jakarta (29/2/2020). (Bareksa/AM)

Bareksa.com - Bagi masyarakat investor, kini sudah ada instrumen investasi berbasis syariah yang menguntungkan dan nyaris bebas risiko bagi masyarakat, yakni Sukuk Ritel (SR). SR merupakan salah satu jenis Surat Berharga Syariah Negara (SBSN). SR khusus ditawarkan untuk individu atau perseorangan, sehingga dinamakan ritel.

Teranyar, pemerintah sedang menawarkan instrumen surat utang syariah yang khusus untuk investor ritel berjenis Sukuk Ritel (SR) seri SR013. Tidak hanya untuk memenuhi sebagian pembiayaan APBN 2020, SR013 juga ditujukan untuk menarik minat masyarakat untuk berpartisipasi dalam pembangunan nasional.

Pembelian produk investasi syariah yang dijamin pemerintah ini hanya bisa dilakukan pada periode penawaran 28 Agustus hingga 23 September 2020.

Kementerian Keuangan menetapkan tingkat imbal hasil tetap (fixed coupon) 6,05 persen per tahun. SR seri terbaru ini adalah instrumen investasi syariah yang aman karena dijamin pemerintah, serta dikhususkan untuk masyarakat ritel yang bisa dibeli secara online.

SR013 diterbitkan dalam bentuk tanpa warkat dan dapat diperdagangkan (tradable) di pasar sekunder sampai dengan jatuh temponya yakni 3 tahun, tepatnya pada 10 September 2023.

Investasi ini cocok bagi investor pemula ataupun investor ritel karena modal awal untuk membeli sukuk ini sangat terjangkau, yakni mulai dari Rp1 juta (1 unit) dan maksimal Rp3 miliar (3000 unit).

Kemudian instrumen tersebut juga cocok untuk investor yang memiliki profil risiko rendah atau penghindar risiko (risk averse), karena pembayaran imbal hasil dan pokok sampai dengan jatuh tempo dijamin oleh Undang-Undang SBSN dan dananya disediakan dalam APBN setiap tahunnya.

Spread SR dan Sinyal Makro Ekonomi Indonesia

Bila dibandingkan dengan seri sebelumnya, SR013 terkesan memberikan imbal hasil (return) yang lebih kecil. Akan tetapi, bila dilihat secara makro, hal ini wajar mengingat kondisi ekonomi sedang dalam tekanan cukup hebat.

Sebelumnya, SR012 memberikan imbal hasil 6,3 persen atau lebih tinggi 25 basis poin (bps) atau 0,25 persen dibandingkan kupon SR013 sebesar 6,05 persen.

Perbandingan Kupon, Suku Bunga Acuan, dan Spread SR secara Historikal

Sumber: Kemenkeu, diolah Bareksa

Spread dalam imbal hasil SR013 ini merupakan excess return (selisih antara imbal hasil dengan suku bunga acuan) yang diberikan agar diharapkan mampu menarik perhatian para investor. Pada umumnya, spread diberikan berdasarkan kondisi makro ekonomi saat periode penerbitan SR.

Semakin tinggi spread atau excess return yang diberikan, maka secara umum kondisi makro ekonomi di periode tersebut cenderung rentan akibat banyaknya sentimen ketidakpastian (uncertainty), seperti saat ini berupa pandemi Covid-19 yang masih terus mengalami peningkatan kasusnya di Indonesia.

Saat ini, meskipun suku bunga sudah turun 4 kali sejak awal tahun dari yang sebelumnya 5 persen di Januari 2020 kemudian menjadi 4 persen pada saat ini, spread yang diberikan pemerintah pada penerbitan SR seri SR013 terlihat meningkat dibandingkan seri sebelumnya.

Hal tersebut tentu cukup wajar dikarenakan pasar keuangan global maupun domestik saat ini tengah dibayangi risiko yang cukup tinggi akibat pandemi Covid-19, sehingga pemerintah harus memberikan kompensasi berupa spread yang lebih tinggi agar SR013 semakin menarik bagi para investor.

Secara sederhana, excess return yang lebih tinggi menggambarkan kondisi risiko yang akan dihadapi oleh investor juga lebih besar dibandingkan dengan spread yang lebih rendah di periode penerbitan SR sebelumnya.

Namun yang perlu diingat, imbal hasil SR013 tidak akan berubah sampai jatuh tempo karena memberikan kupon tetap (fixed coupon) serta telah dijamin oleh pemerintah baik pokok maupun imbal hasilnya, sehingga instrumen ini nyaris tanpa risiko yang berarti.

(KA01/AM)

***

Ingin berinvestasi sekaligus bantu negara?

Pemesanan SR013 secara online di Bareksa hanya bisa dilakukan pada masa penawaran 28 Agustus - 23 September 2020. Belum memiliki akun Bareksa tetapi ingin berinvestasi SBN? Segera daftar melalui aplikasi Bareksa sekarang, gratis hanya dengan menyiapkan KTP dan NPWP (opsional).

Bagi yang sudah punya akun Bareksa untuk reksadana, lengkapi data berupa rekening bank untuk mulai membeli SBN di Bareksa. Bagi yang sudah pernah membeli SBR, ORI atau Sukuk di Bareksa sebelumnya, Anda bisa menggunakan akun di Bareksa untuk memesan SR013.

PT Bareksa Portal Investasi atau bareksa.com adalah mitra distribusi resmi Kementerian Keuangan untuk penjualan Surat Berharga Negara (SBN) ritel secara online. Selain proses registrasi dan transaksi sangat cepat dan mudah, Anda juga dapat memantau investasi Anda dari mana saja dan kapan saja.