Berita / SBN / Artikel

Suku Bunga Terus Turun, Harga Sukuk Ritel SR012 Menguat di Pasar Sekunder

Harga SR013, yang sekarang dalam masa penawaran, juga berpotensi menguat di pasar sekunder
Bareksa • 10 Sep 2020
cover

Direktur Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan, Luky Alfirman (tengah) saat peluncuran Sukuk Ritel seri SR012, di Jakarta (29/2/2020). (Bareksa/AM)

Bareksa.com - Di tengah sentimen penyebaran pandemi virus corona covid-19 yang menekan pasar modal, masih ada investasi aman dan dijamin oleh negara, yakni surat berharga negara (SBN). Di pasar obligasi, terdorong faktor penurunan suku bunga, harga surat berharga negara terus menguat.

Saat ini, pemerintah sedang menawarkan instrumen surat berharga syariah negara (SBSN) yang khusus untuk investor ritel berjenis Sukuk Ritel (SR) seri SR013. Kementerian Keuangan menetapkan tingkat imbal hasil tetap (fixed coupon) 6,05 persen per tahun.

SR seri terbaru ini adalah instrumen investasi syariah yang aman karena dijamin pemerintah, serta dikhususkan untuk masyarakat ritel yang bisa dibeli secara online. Pembelian produk investasi syariah yang dijamin pemerintah ini hanya bisa dilakukan pada periode penawaran 28 Agustus hingga 23 September 2020.

SR013 diterbitkan dalam bentuk tanpa warkat dan memiliki tenor atau jangka waktu 3 tahun, yang akan jatuh tempo pada 10 September 2023. Meski jatuh temponya masih lama, SR013 bisa diperdagangkan (tradable) di pasar sekunder setelah dua kali pembayaran kupon, yaitu mulai 11 Desember 2020.

Harga Sukuk Ritel di Pasar

Sebelumnya, pemerintah telah merilis SR012 pada bulan Maret 2020. Dengan imbal hasil 6,30 persen per tahun, penjualan SR012 mencapai Rp12,14 triliun atau berhasil melewati target yang dipatok pemerintah Rp 8 triliun.

Seiring dengan penurunan suku bunga yang terus terjadi pada periode Maret – Agustus 2020, harga SR012 juga ikut menguat terdorong oleh katalis positif tersebut. Sebagai informasi, suku bunga acuan Bank Indonesia, BI 7-day reverse repo rate (BI 7DRRR) sudah turun menjadi 4 persen per Agustus 2020 dibandingkan 4,75 persen pada awal Februari 2020 ketika kupon SR012 diumumkan.

Historikal Harga SR012

Sumber : Bareksa.com

Per 8 September 2020, harga SR012 diperdagangkan di level 102,75 persen, yang berarti jika investor membeli SR012 pada masa penawaran sebesar Rp 100 juta, maka SR012 bisa dijual di harga Rp 102.750.000 di pasar sekunder. Bahkan sebelumnya, harga SR013 sempat menyentuh level tertinggi di 104,4 persen.

Menurut analisis Bareksa, kenaikan harga yang terjadi pada SR012 saat ini, tidak menutup kemungkinan juga akan terjadi pada pergerakan harga SR013. Hal itu bisa saja terjadi, sebab potensi penurunan suku bunga acuan Bank Indonesia lebih lanjut juga cukup mendorong tingginya minat terhadap SR013.

Dengan turunnya suku bunga, kupon atau imbal hasil yang akan ditawarkan pemerintah pada penawaran surat berharga ritel selanjutnya juga berpotensi mengalami penurunan. Oleh karena itu, masyarakat berpotensi untuk memaksimalkan pembelian SBN Ritel pada seri SR013.

***

Ingin berinvestasi sekaligus bantu negara?

Pemesanan SR013 secara online di Bareksa hanya bisa dilakukan pada masa penawaran 28 Agustus - 23 September 2020. Belum memiliki akun Bareksa tetapi ingin berinvestasi SBN? Segera daftar melalui aplikasi Bareksa sekarang, gratis hanya dengan menyiapkan KTP dan NPWP (opsional).

Bagi yang sudah punya akun Bareksa untuk reksadana, lengkapi data berupa rekening bank untuk mulai membeli SBN di Bareksa. Bagi yang sudah pernah membeli SBR, ORI atau Sukuk di Bareksa sebelumnya, Anda bisa menggunakan akun di Bareksa untuk memesan SR013.

PT Bareksa Portal Investasi atau bareksa.com adalah mitra distribusi resmi Kementerian Keuangan untuk penjualan Surat Berharga Negara (SBN) ritel secara online. Selain proses registrasi dan transaksi sangat cepat dan mudah, Anda juga dapat memantau investasi Anda dari mana saja dan kapan saja.

(KA02/hm)