BeritaArrow iconSBNArrow iconArtikel

Indeks Obligasi Torehkan Posisi Tertinggi dalam Setahun Terakhir

Bareksa12 Maret 2019
Tags:
Indeks Obligasi Torehkan Posisi Tertinggi dalam Setahun Terakhir
Ilustrasi investasi reksa dana, saham, obligasi, surat utang negara.

Meski kini pasar obliasi sedang bullish, investor sebaiknya tetap mewaspadai tantangan yang mungkin datang dari global

Bareksa.com - Perkembangan negosiasi dagang Amerika Serikat (AS) dan China yang kini mulai ke arah damai membawa angin segar bagi pasar obligasi, hingga Bloomberg Indonesia Local Sovereign Bond (BINDO Index) mencapai rekor tertinggi sejak Maret 2018. Mengutip data Bloomberg per akhir Februari, level BINDO berada di 230,9 tertinggi sejak Maret 2018 di 230,2.

Menurut analisis Bareksa, keadaan pasar obligasi memang berada dalam tren bullish sejak di pekan akhir Februari. Faktor dominan yang membayangi pasar obligasi belakangan ini adalah sentimen damai dagang AS dan China.

Dalam kondisi pasar obligasi yang sedang bullish, obligasi korporasi dan obligasi pemerintah tetap sama-sama menarik untuk dikoleksi sesuai dengan kebutuhan atau tujuan investasi.

Promo Terbaru di Bareksa

Yield Surat Berharga Negara (SBN) memang lebih rendah dari obligasi korporasi. Kinerja obligasi korporasi bisa lebih baik juga karena pasar SBN cenderung lebih sensitif terhadap berbagai isu yang terjadi baik dari dalam maupun luar negeri.

Kondisi tersebut terjadi, karena SBN cenderung lebih likuid dan memiliki nominal outstanding yang jauh lebih besar dari obligasi korporasi. Namun, biasanya pergerakan pasar obligasi korporasi akan mengikuti arah pergerakan pasar SBN.

Historikal BINDO Index Bulanan

Illustration

Sumber : Bloomberg, diolah Bareksa

Bagi investor yang fokus mencari return maka ia akan memilih instrumen yang memiliki tingkat return lebih tinggi, yaitu obligasi korporasi yang cenderung memberikan tingkat return tinggi dibanding SBN.

Namun, jika investor cenderung mencari capital gain, maka obligasi korpoasi bukan jadi pilihan pertama investor karena obligasi korporasi cenderung kurang likuid dibanding SBN. Kembali lagi, jika dilihat dari sisi riko memang SBN lebih bebas risiko karena dijamin negara.

Meski kini pasar obliasi sedang bullish, investor baiknya tetap mewaspadai tantangan yang mungkin datang dari global, pertama, perkembangan perang dagang AS dan China jika proses negosiasi tidak sesuai ekspektasi.

Kedua, kebijakan moneter The Fed berbalik hawkish, meski saat ini cenderung bernada dovish dan proyeksi pasar terhadap kenaikan Fed Fund Rate di tahun ini sebanyak satu kali.

Ketiga, perlambatan ekonomi global yang juga berdampak pada ekonomi China. Kita tahu, China merupakan negara dengan ekonomi terbesar kedua, pada akhirnya bisa memangkas proyeksi pertumbuhan ekonominya di tahun ini menjadi 6-6,5 persen. Terakhir adalah perkembangan Brexit.

(KA02/AM)

* * *

PT Bareksa Portal Investasi atau Bareksa adalah salah satu mitra distribusi (midis) untuk penjualan surat utang negara ritel yang telah ditunjuk oleh Kementerian Keuangan. Transaksi online di Bareksa mudah dan bisa dilakukan kapan saja.

Bila sudah memiliki akun Bareksa untuk reksadana sebelumnya, segera lengkapi data Anda berupa NPWP dan rekening bank yang dimiliki agar bisa memesan produk Sukuk atau SBN di Bareksa.

Belum memiliki akun Bareksa tetapi ingin berinvestasi di Sukuk dan produk SBN lainnya? Segera daftar di sbn.bareksa.com sekarang, gratis hanya dengan menyiapkan KTP dan NPWP, ini caranya.

Kalau belum punya NPWP, tapi mau beli Sukuk dan produk SBN lainnya? Kita juga bisa meminjam NPWP punya orang tua atau suami.

Perlu dicatat, Sukuk Tabungan atau Saving Bond Ritel terbuka bagi masyarakat Indonesia dari kalangan manapun, tanpa memandang latar belakang keyakinan. Kehadiran SBN tentunya memberikan alternatif untuk menyimpan uang pada instrumen yang menghasilkan potensi imbal yang cukup menarik.

Pilihan Investasi di Bareksa

Klik produk untuk lihat lebih detail.

Empty Illustration

Produk Belum Tersedia

Ayo daftar Bareksa SBN sekarang untuk bertransaksi ketika periode pembelian dibuka.

Video Pilihan

Lihat Semua

Artikel Lainnya

Lihat Semua