Rekomendasi Saham Tim Analis Bareksa: INTP, PWON, PTBA, IHSG Berpeluang Uji 5.607
Rekomendasi saham Tim Analis Bareksa 23 Oktober 2026 mencakup INTP, PWON, dan PTBA untuk quick trade. IHSG diperkirakan bergerak di 5.185–5.607.

Rekomendasi saham Tim Analis Bareksa 23 Oktober 2026 mencakup INTP, PWON, dan PTBA untuk quick trade. IHSG diperkirakan bergerak di 5.185–5.607.
Bareksa – Tim Analis Bareksa menyoroti tiga saham untuk strategi quick trade pada Jumat (23/10/2026), yakni PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP), PT Pakuwon Jati Tbk (PWON), dan PT Bukit Asam Tbk (PTBA). Ketiganya dinilai memiliki peluang penguatan jangka pendek, meskipun momentum teknikal dan tingkat risikonya berbeda.
Mengutip riset Ciptadana Sekuritas Asia, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup naik 1,12% ke 5.388 pada Kamis (22/10), meskipun investor asing mencatat jual bersih (net sell) sekitar Rp1,5 triliun.
Penguatan dipimpin sektor energi (+1,88%), transportasi dan logistik (+1,64%), serta infrastruktur (+1,28%). Saham BBRI, BMRI, dan AMMN menjadi penggerak utama. Sementara itu, rupiah melemah 45 poin menjadi Rp18.050 per dolar AS.
Promo Terbaru di Bareksa
Untuk perdagangan 23 Oktober, Ciptadana memperkirakan IHSG bergerak pada support 5.185 dan resistance 5.607, dengan peluang melanjutkan rebound teknikal.
Rekomendasi Saham Tim Analis Bareksa 23 Oktober 2026
Strategi quick trade bertujuan memanfaatkan peluang pergerakan harga jangka pendek. Investor perlu mencermati area pembelian, target keuntungan, dan batas rugi sesuai toleransi risiko.
1. INTP – PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk
Harga terakhir: Rp5.625, naik 2,27% (22/10)
Range beli: Rp5.400–5.550
Prioritas entry: Rp5.400–5.425
Target harga: Rp5.925–6.075
Batas rugi: Rp5.075
Analisis: INTP menguat 4,65% dalam lima hari dan mencapai level tertinggi 20 hari. Harga berada di atas MA20 Rp5.125 dan MA50 Rp5.250, mengindikasikan penguatan tren jangka pendek. RSI sebesar 54,65 menunjukkan momentum beli masih positif dan belum memasuki area jenuh beli.
Strategi: Quick trade dengan menunggu koreksi menuju Rp5.400–5.550. Area Rp5.400–5.425 lebih diprioritaskan karena menawarkan perbandingan potensi keuntungan terhadap risiko yang lebih menarik dibandingkan pembelian mendekati batas atas rentang.
2. PWON – PT Pakuwon Jati Tbk
Harga terakhir: Rp280, naik 0,72% (22/10)
Range beli: Rp268–276
Prioritas entry: Rp268–270
Target harga: Rp294–302
Batas rugi: Rp264
Analisis: PWON mulai menunjukkan pemulihan setelah bergerak di atas MA20 Rp268 dan MA50 Rp270. Namun, RSI sebesar 45,24 mengindikasikan momentum pembelian belum terlalu kuat, sehingga kenaikan masih memerlukan konfirmasi lanjutan.
Strategi: Quick trade saat harga terkoreksi ke Rp268–276. Pembelian lebih diprioritaskan di Rp268–270 untuk menjaga perbandingan potensi keuntungan dan risiko. Investor perlu mewaspadai kemungkinan harga kembali melemah apabila momentum rebound tidak berlanjut.
3. PTBA – PT Bukit Asam Tbk
Harga terakhir: Rp3.180, naik 2,25% (22/10)
Range beli: Rp3.050–3.130
Prioritas entry: Rp3.050–3.070
Target harga: Rp3.340–3.440
Batas rugi: Rp2.860
Analisis: PTBA kembali berada di atas MA20 Rp3.150 dan MA50 Rp3.020, menunjukkan perbaikan tren setelah mengalami tekanan sebelumnya. RSI sebesar 49,07 mengindikasikan momentum masih netral, tetapi mulai pulih.
Strategi: Quick trade secara selektif saat harga terkoreksi ke Rp3.050–3.130, dengan prioritas pembelian pada Rp3.050–3.070. Area resistance Rp3.340–3.440 menjadi target apabila pemulihan berlanjut. Investor tetap perlu mewaspadai volatilitas harga batu bara dan risiko koreksi pasar.
Ringkasan Rekomendasi Saham Tim Analis Bareksa Hari Ini
Saham | Harga Terakhir | Range Beli | Target Harga | Batas Rugi |
INTP | Rp5.625 | Rp5.400–5.550 | Rp5.925–6.075 | Rp5.075 |
PWON | Rp280 | Rp268–276 | Rp294–302 | Rp264 |
PTBA | Rp3.180 | Rp3.050–3.130 | Rp3.340–3.440 | Rp2.860 |
Sumber: Tim Analis Bareksa. Harga terakhir per 22 Oktober 2026. Seluruh rekomendasi menggunakan strategi quick trade.
Prediksi IHSG dan Sorotan Pasar
Ciptadana memperkirakan IHSG bergerak di kisaran 5.185–5.607 pada Jumat (23/10), dengan peluang melanjutkan rebound setelah memantul dari titik terendah sebelumnya di 4.907.
Secara teknikal, indikator Stochastic mulai naik dari area jenuh jual. Namun, IHSG masih berada di bawah rata-rata pergerakan 55 hari, sehingga tren yang lebih besar belum sepenuhnya pulih.
Penguatan yang bertahan di atas 5.607 diperlukan untuk memperkuat sinyal pemulihan. Sebaliknya, penurunan di bawah support harian 5.185 meningkatkan risiko pengujian kembali level yang lebih rendah.
Dari pasar global, Nasdaq turun 2,60% dan S&P 500 melemah 1,21% pada perdagangan Kamis, dipicu tekanan saham teknologi dan kekhawatiran mengenai besarnya investasi kecerdasan buatan (AI).
Harga minyak Brent juga naik 4% menjadi US$113,2 per barel, sedangkan WTI menguat 2,39% ke US$99,5 per barel. Kenaikan harga energi dan ketidakpastian geopolitik dapat memengaruhi sentimen pasar.
Di dalam negeri, investor juga mencermati kebijakan BEI mengecualikan saham berkategori High Shareholding Concentration (HSC) dari penghitungan IHSG mulai 2 November 2026, serta perkembangan konsultasi MSCI mengenai klasifikasi pasar saham Indonesia.
Faktor Risiko yang Perlu Dicermati
Rebound IHSG belum mengonfirmasi pembalikan tren. Indeks masih perlu bertahan di atas resistance 5.607 untuk memperkuat momentum.
Momentum masing-masing saham berbeda. INTP memiliki RSI di atas 50, sedangkan PWON dan PTBA masih menunjukkan pemulihan yang lebih terbatas.
Tekanan eksternal belum reda. Pelemahan rupiah, jual bersih investor asing, harga minyak tinggi, serta koreksi pasar saham global dapat meningkatkan volatilitas.
Disiplin batas rugi diperlukan. Target harga merupakan proyeksi teknikal dan tidak menjamin keuntungan.
Kesimpulan
Tim Analis Bareksa menyoroti INTP, PWON, dan PTBA untuk strategi quick trade pada 23 Oktober 2026, dengan area beli masing-masing Rp5.400–5.550, Rp268–276, dan Rp3.050–3.130. INTP menunjukkan momentum relatif lebih kuat, sedangkan PWON dan PTBA masih memerlukan konfirmasi pemulihan. Sementara itu, Ciptadana Sekuritas memperkirakan IHSG berpeluang melanjutkan rebound dalam rentang 5.185–5.607, meskipun risiko tekanan jual asing dan volatilitas global tetap perlu diperhatikan.
Investasi di Aplikasi Trading Saham Online Terbaik – Bareksa
Bareksa adalah pioneer aplikasi investasi saham yang dirancang untuk membantu investor mengambil keputusan lebih percaya diri. Dilengkapi data market, riset, dan analisis fundamental, kamu bisa memantau saham dan membandingkan kinerja emiten secara praktis. Dalam satu aplikasi, Bareksa juga menyediakan reksa dana, SBN, dan emas untuk strategi investasi yang lebih lengkap.
(Sigma Kinasih CTA, CFP/Reynaldi/AM)
Tentang Penulis
* Sigma Kinasih adalah Investment Strategist Bareksa dengan pengalaman lebih dari 12 tahun di industri pasar modal. Memegang lisensi WMI, WPPE, CTA, dan CFP, ia berfokus pada riset makroekonomi, strategi portofolio, serta analisis reksadana, saham, emas dan SBN. Sigma meraih gelar Magister Ekonomi dari Universitas Trisakti.
***
DISCLAIMER
Investasi saham mengandung risiko dan seluruhnya menjadi tanggung jawab pribadi. Bareksa membuat informasi ini dari materi dan sumber-sumber terpercaya, serta tidak dipengaruhi pihak manapun. Informasi ini bukan merupakan ajakan, ataupun paksaan untuk melakukan transaksi dan Bareksa tidak memberikan jaminan atas transaksi yang dilakukan.
Pertanyaan Umum
Apa rekomendasi saham Tim Analis Bareksa pada 23 Oktober 2026?
INTP, PWON, dan PTBA dengan strategi quick trade jangka pendek.
Berapa prediksi IHSG pada 23 Oktober 2026?
Ciptadana memperkirakan IHSG bergerak pada kisaran 5.185–5.607 dengan peluang rebound teknikal.
Saham mana yang memiliki momentum teknikal relatif lebih kuat?
INTP menunjukkan RSI 54,65 dan bergerak di atas MA20 serta MA50. PWON dan PTBA juga berada di atas kedua rata-rata pergerakan, tetapi RSI keduanya masih di bawah 50.
Berapa target harga INTP, PWON, dan PTBA?
INTP Rp5.925–6.075, PWON Rp294–302, dan PTBA Rp3.340–3.440.
Profil Penulis

Abdul Malik adalah Managing Editor Bareksa dengan pengalaman lebih dari 20 tahun di jurnalisme pasar modal. Memegang lisensi WMI dan WPPE, ia fokus pada analisis pasar modal, saham, reksadana, SBN, emas dan edukasi keuangan, serta merupakan peraih beberapa fellowship internasional.
Pilihan Investasi di Bareksa
Klik produk untuk lihat lebih detail.
| Produk Eksklusif | Harga/Unit | 1 Bulan | 6 Bulan | YTD | 1 Tahun | 3 Tahun | 5 Tahun |
|---|---|---|---|---|---|---|---|
Trimegah Dana Obligasi Nusantara autodebet | 1.258,20 | ||||||
Syailendra Sharia Fixed Income Fund Kelas A | 1.210,19 | - | - | ||||
STAR Stable Amanah Sukuk autodebet | 1.219,47 | - | - | ||||
Eastspring Syariah Mixed Asset Fund Kelas A | 1.028,83 | - | - |
Produk Belum Tersedia
Ayo daftar Bareksa SBN sekarang untuk bertransaksi ketika periode pembelian dibuka.
Ayo daftar Bareksa SBN sekarang untuk bertransaksi ketika periode pembelian dibuka.
