BeritaArrow iconSahamArrow iconArtikel

Prospek SSIA 2026 Ditopang Penjualan Lahan Subang, Pemulihan Bisnis Hotel, hingga Efek BYD

Abdul Malik29 Mei 2026
Tags:
Prospek SSIA 2026 Ditopang Penjualan Lahan Subang, Pemulihan Bisnis Hotel, hingga Efek BYD
Kunjungan lapangan manajemen SSIA bersama para analis dan media pada 19 Agustus lalu di komplek Subang Smartpolitan, Jawa Barat. (Bareksa/AM)

SSIA membidik marketing sales 135 hektare pada 2026. Riset Ciptadana menyoroti efek penjualan lahan ke BYD dan pertumbuhan kawasan Subang.

Bareksa - PT Surya Semesta Internusa Tbk (SSIA) menargetkan marketing sales 135 hektare pada 2026 yang didorong ekspansi kawasan industri Subang Smartpolitan. Informasi ini penting karena mencerminkan potensi pertumbuhan pendapatan kawasan industri dan recurring income perseroan.

Berdasarkan riset Ciptadana Sekuritas tertanggal 26 Mei 2026, analis mencatat SSIA telah membukukan penjualan lahan sekitar 9 hektare pada kuartal I 2026 dan menargetkan tambahan 126 hektare hingga akhir tahun. Dari total target tersebut, sekitar 119 hektare diproyeksikan berasal dari kawasan Subang, sedangkan Karawang diperkirakan menyumbang sekitar 8 hektare dari sisa land bank.

Riset tersebut juga menyinggung langsung transaksi penjualan lahan kepada BYD di kawasan Subang. Setelah transaksi tersebut, manajemen disebut tengah membidik anchor tenant baru sekitar 100 hektare, terutama dari sektor otomotif dan manufaktur terkait rantai pasok kendaraan listrik. SSIA merupakan emiten sektor properti, kawasan industri, dan perhotelan.

Promo Terbaru di Bareksa

Pendapatan Properti dan Infrastruktur Kawasan

Analis memperkirakan pengakuan penjualan lahan industri SSIA mencapai 151 hektare pada FY26, melonjak 1.298% dibanding FY25 sebesar 10,8 hektare. Sejalan dengan itu, pendapatan segmen properti diproyeksikan naik 207,2% secara tahunan menjadi Rp953 miliar pada 2026.

Analis juga menyoroti kenaikan average selling price (ASP) lahan industri menjadi sekitar Rp2 juta per meter persegi dari sebelumnya Rp1,9 juta per meter persegi. Kenaikan tersebut ditopang pengembangan kawasan secara bertahap dan penguatan kurs dolar AS terhadap rupiah.

Selain itu, SSIA telah menyelesaikan temporary exit ramp yang terhubung langsung ke fasilitas BYD untuk meningkatkan aksesibilitas tenant di kawasan Subang. Infrastruktur tersebut dinilai penting sambil menunggu pengembangan jalan tol Patimban.

Rekomendasi Saham SSIA

Analis mempertahankan rekomendasi BUY untuk saham SSIA dengan target harga Rp2.080 per saham. Target harga tersebut mencerminkan potensi kenaikan dibanding harga terakhir Rp1.700 per saham.

Analis menilai momentum penjualan lahan di kawasan Subang berpotensi mendukung pertumbuhan kinerja SSIA pada 2026. Namun, pasar masih mencermati realisasi tenant baru, keberlanjutan permintaan kawasan industri, serta kondisi sektor pariwisata dan daya beli domestik.

Ringkasan Proyeksi dan Valuasi SSIA

Indikator
Nilai

Marketing sales 2026

135 ha

Pertumbuhan marketing sales

187,8% YoY

Kontribusi Subang

119 ha

Pengakuan penjualan lahan 2026

151 ha

Proyeksi pendapatan properti 2026

Rp953 miliar

Proyeksi pendapatan 2026

Rp5,69 triliun

Proyeksi laba bersih 2026

Rp300 miliar

Target harga saham SSIA

Rp2.080

Harga saham terakhir

Rp1.700

PER 2026F

26,7x

PBV 2026F

1,4x

Catatan Penting untuk Investor

  • Kawasan Subang diproyeksikan menjadi kontributor utama marketing sales 2026.

  • Penjualan lahan kepada BYD menjadi salah satu katalis pengembangan kawasan industri.

  • SSIA membidik tenant besar baru sekitar 100 hektare.

  • Pendapatan properti dan hospitality diproyeksikan tumbuh pada 2026.

  • Investor masih mencermati realisasi tenant baru dan kondisi makroekonomi.

Kesimpulan

Riset Ciptadana menunjukkan kawasan industri Subang menjadi fokus utama pertumbuhan SSIA pada 2026. Penjualan lahan kepada BYD dan potensi masuknya tenant baru dinilai dapat memperkuat momentum marketing sales perseroan.

Di sisi lain, transformasi Karawang menuju recurring income serta pemulihan bisnis hospitality menjadi faktor tambahan yang dicermati pasar terhadap prospek jangka menengah SSIA.

FAQ

1. Apa kaitan BYD dengan prospek SSIA?
Riset Ciptadana menyebut penjualan lahan kepada BYD menjadi salah satu katalis pengembangan kawasan industri Subang.

2. Berapa target marketing sales SSIA pada 2026?
SSIA menargetkan marketing sales sebesar 135 hektare pada FY26.

3. Berapa target harga saham SSIA menurut Ciptadana?
Ciptadana mempertahankan target harga Rp2.080 per saham dengan rekomendasi BUY.

4. Apa dampak transaksi BYD terhadap SSIA?
Transaksi tersebut dinilai dapat meningkatkan daya tarik kawasan Subang bagi tenant otomotif dan manufaktur lainnya.

5. Apa bisnis utama SSIA?
SSIA bergerak di bidang kawasan industri, konstruksi, dan perhotelan.

Investasi di Aplikasi Trading Saham Online Terbaik – Bareksa

Bareksa adalah pioneer aplikasi investasi saham yang dirancang untuk membantu investor mengambil keputusan lebih percaya diri. Dilengkapi data market, riset, dan analisis fundamental, kamu bisa memantau saham dan membandingkan kinerja emiten secara praktis. Dalam satu aplikasi, Bareksa juga menyediakan reksa dana, SBN, dan emas untuk strategi investasi yang lebih lengkap.

Beli Saham di Sini

Tentang Penulis

*Abdul Malik adalah Managing Editor Bareksa dengan pengalaman lebih dari 20 tahun di jurnalisme pasar modal. Memegang lisensi WPPE, ia fokus pada analisis pasar modal, saham, reksadana, SBN, emas dan edukasi keuangan, serta merupakan peraih beberapa fellowship internasional.

***

DISCLAIMER​​​​​​​​​

Disclaimer Ciptadana Sekuritas di Sini

Investasi saham mengandung risiko dan seluruhnya menjadi tanggung jawab pribadi. Bareksa membuat informasi ini dari materi dan sumber-sumber terpercaya, serta tidak dipengaruhi pihak manapun. Informasi ini bukan merupakan ajakan, ataupun paksaan untuk melakukan transaksi dan Bareksa tidak memberikan jaminan atas transaksi yang dilakukan.

Pilihan Investasi di Bareksa

Klik produk untuk lihat lebih detail.

Produk EksklusifHarga/Unit1 Bulan6 BulanYTD1 Tahun3 Tahun5 Tahun

Trimegah Dana Obligasi Nusantara

autodebet

1.213,63

Up0,20%
Up1,50%
Up0,60%
Up7,00%
Up19,26%
Up13,87%

Syailendra Sharia Fixed Income Fund Kelas A

1.171,88

Up0,03%
Up1,94%
Up1,44%
Up6,70%
--

STAR Stable Amanah Sukuk

autodebet

1.204,91

Up0,39%
Up2,19%
Up1,70%
Up7,41%
--

Eastspring Syariah Mixed Asset Fund Kelas A

1.036,02

Down- 1,25%
Up0,35%
Down- 1,10%
---

Video Pilihan

Lihat Semua

Artikel Lainnya

Lihat Semua