BeritaArrow iconSahamArrow iconArtikel

SSIA Rugi di Akhir Tahun, Tapi Analis Tetap Rekomendasikan Buy

Abdul Malik02 April 2026
Tags:
SSIA Rugi di Akhir Tahun, Tapi Analis Tetap Rekomendasikan Buy
Gedung kantor PT Surya Semesta Internusa Tbk (SSIA). (dok. Perusahaan)

SSIA rugi Rp89 miliar di 2025 akibat penjualan lahan turun. Meski tertekan, analis tetap beri rekomendasi BUY.

Bareksa - Kinerja PT Surya Semesta Internusa Tbk (SSIA) sepanjang 2025 mengalami tekanan signifikan. Pendapatan turun hampir 30% dibanding tahun sebelumnya menjadi Rp4,4 triliun. Bahkan, perusahaan mencatat rugi bersih Rp89 miliar, berbalik dari laba Rp234 miliar di tahun sebelumnya.

Menurut riset Ciptadana Sekuritas Asia (2/4), penyebab utama penurunan ini adalah anjloknya penjualan lahan industri hingga lebih dari 80%. Selain itu, margin keuntungan juga ikut menyusut, menandakan efisiensi bisnis yang melemah.

Meski masih mencatat laba operasional, nilainya jauh lebih kecil dibanding tahun lalu. Margin operasional turun drastis, menunjukkan tekanan besar pada bisnis inti.

Promo Terbaru di Bareksa

Kinerja Kuartal IV 2025

Kondisi semakin memburuk di kuartal IV 2025. Pendapatan merosot lebih dari 50% secara tahunan dan perusahaan mencatat rugi bersih Rp96 miliar. Hal ini dipicu oleh penurunan laba kotor dan kenaikan biaya operasional.

Namun, analis menilai pelemahan ini bersifat siklus. Artinya, kondisi ini bisa membaik seiring waktu.

Rekomendasi Saham SSIA

Meski kinerja saat ini tertekan, analis tetap mempertahankan rekomendasi BUY untuk saham SSIA dengan target harga Rp2.080 per saham. Potensi pemulihan dinilai sudah mulai tercermin pada harga saham saat ini.

Kesimpulan

Kinerja SSIA tertekan akibat penurunan tajam penjualan lahan industri. Namun karena faktor siklikal, peluang pemulihan masih terbuka dan rekomendasi BUY tetap dipertahankan.

FAQ

1. Kenapa SSIA rugi?
Karena penjualan lahan industri turun drastis dan margin melemah.

2. Apakah bisnis SSIA masih berjalan?
Masih, terbukti dari laba operasional yang tetap positif meski kecil.

3. Bagaimana prospeknya?
Analis menilai pelemahan ini bersifat sementara (siklikal) dengan potensi pemulihan.

Investasi di Aplikasi Trading Saham Online Terbaik – Bareksa

Bareksa adalah pioneer aplikasi investasi saham yang dirancang untuk membantu investor mengambil keputusan lebih percaya diri. Dilengkapi data market, riset, dan analisis fundamental, kamu bisa memantau saham dan membandingkan kinerja emiten secara praktis. Dalam satu aplikasi, Bareksa juga menyediakan reksa dana, SBN, dan emas untuk strategi investasi yang lebih lengkap.

Beli Saham di Sini

(AM)

Tentang Penulis

*Abdul Malik adalah Managing Editor Bareksa dengan pengalaman lebih dari 20 tahun di jurnalisme pasar modal. Memegang lisensi WPPE, ia fokus pada analisis makro, riset investasi, dan edukasi keuangan, serta merupakan peraih beberapa fellowship internasional.

***

DISCLAIMER​​​​​​​​​

Disclaimer Ciptadana Sekuritas di Sini

Investasi saham mengandung risiko dan seluruhnya menjadi tanggung jawab pribadi. Bareksa membuat informasi ini dari materi dan sumber-sumber terpercaya, serta tidak dipengaruhi pihak manapun. Informasi ini bukan merupakan ajakan, ataupun paksaan untuk melakukan transaksi dan Bareksa tidak memberikan jaminan atas transaksi yang dilakukan.

Pilihan Investasi di Bareksa

Klik produk untuk lihat lebih detail.

Produk EksklusifHarga/Unit1 Bulan6 BulanYTD1 Tahun3 Tahun5 Tahun

Trimegah Dana Obligasi Nusantara

autodebet

1.205,01

Down- 0,89%
Up1,74%
Down- 0,12%
Up7,82%
Up19,69%
Up15,87%

Syailendra Sharia Fixed Income Fund Kelas A

1.164,3

Down- 0,41%
Up2,34%
Up0,79%
Up7,74%
--

STAR Stable Amanah Sukuk

autodebet

1.195,82

Up0,05%
Up2,44%
Up0,93%
Up8,12%
--

Eastspring Syariah Mixed Asset Fund Kelas A

1.045,49

Down- 1,51%
Up2,95%
Down- 0,20%
---

Video Pilihan

Lihat Semua

Artikel Lainnya

Lihat Semua