BeritaArrow iconSahamArrow iconArtikel

MIKA Dinilai Paling Tahan Tekanan BPJS, Rekomendasi Sektor Rumah Sakit Tetap Overweight

Abdul Malik26 Mei 2026
Tags:
MIKA Dinilai Paling Tahan Tekanan BPJS, Rekomendasi Sektor Rumah Sakit Tetap Overweight
Ilustrasi investor sedang menganalisis kinerja fundamental dan teknikal saham PT Mitra Keluarga Tbk (MIKA) dan berinvestasi melalui Bareksa Saham. (Shutterstock)

Analis Ciptadana Sekuritas mempertahankan rating overweight sektor rumah sakit. MIKA dinilai paling defensif di tengah risiko defisit BPJS Kesehatan 2026.

Bareksa - PT Mitra Keluarga Karyasehat Tbk (MIKA), PT Siloam International Hospitals Tbk (SILO), dan PT Medikaloka Hermina Tbk (HEAL) kembali dicermati setelah analis mempertahankan rekomendasi overweight sektor rumah sakit. Riset Ciptadana Sekuritas (22/5) menilai sektor kesehatan masih diperdagangkan dengan valuasi diskon di tengah risiko defisit BPJS Kesehatan. Ketiga emiten merupakan operator rumah sakit swasta nasional.

Analis menilai kuartal I 2026 menunjukkan perbedaan model pertumbuhan antar emiten rumah sakit. HEAL mencatat pertumbuhan volume pasien tertinggi dengan kenaikan rawat jalan 5,3% dan rawat inap 10,5% secara tahunan, tetapi margin laba kotor tertekan 1,6 poin persentase. Sebaliknya, MIKA mencatat volume lebih lemah, namun mampu meningkatkan intensitas pendapatan dan efisiensi operasional.

SILO dinilai memiliki posisi yang lebih seimbang antara pertumbuhan volume dan margin. Emiten ini mencatat ekspansi margin kotor menjadi 38,2% dari sebelumnya 36,9%, serta arus kas operasional terbesar mencapai Rp517 miliar pada kuartal I 2026. Kondisi tersebut dinilai memberi bantalan lebih kuat menghadapi potensi perlambatan pembayaran BPJS Kesehatan.

Promo Terbaru di Bareksa

Risiko Likuiditas BPJS

Analis memperkirakan aset bersih Dana Jaminan Sosial (DJS) Kesehatan dapat defisit Rp21,2 triliun pada 2026. Kondisi ini berpotensi memicu risiko keterlambatan pembayaran klaim kepada operator rumah sakit, terutama emiten dengan eksposur tinggi terhadap pasien JKN atau BPJS.

HEAL tercatat memiliki eksposur JKN tertinggi mencapai 77,5% pada kuartal I-2026, naik dari 76,4% pada 2025. Di sisi lain, MIKA hanya memiliki eksposur 10% dengan rasio cakupan arus kas operasional terhadap biaya bunga mencapai 120 kali, sehingga dinilai paling defensif terhadap tekanan likuiditas sektor.

Analis Ciptadana menempatkan MIKA sebagai pilihan utama di sektor rumah sakit dengan target harga Rp2.600 per saham. SILO mendapat target Rp3.250, sedangkan HEAL Rp1.290. Menurut riset tersebut, pasar dinilai belum sepenuhnya mencerminkan perbedaan kualitas fundamental antar emiten rumah sakit.

Ringkasan Rekomendasi dan Valuasi

Emiten
Harga Terakhir
Target Harga
Potensi Kenaikan
ROE 2026FYield 2026F

MIKA

Rp1.650

Rp2.600

57,6%

18,7%

3,3%

SILO

Rp2.370

Rp3.250

37,1%

11,4%

-

HEAL

Rp980

Rp1.290

39,5%

8,6%

0,6%

Sumber: riset Ciptadana Sekuritas (22/5)

Indikator Utama Kuartal I 2026

  • HEAL: Pertumbuhan rawat inap 10,5% YoY

  • MIKA: Pertumbuhan intensitas rawat jalan 11,6% YoY

  • SILO: Margin kotor naik menjadi 38,2%

  • Eksposur JKN: HEAL: 77,5%, SILO: 16,1%, MIKA: 10%

  • Arus kas operasional: SILO: Rp517 miliar, MIKA: Rp448 miliar, HEAL: Rp249 miliar.

Risiko yang Perlu Dicermati Investor

  • Potensi keterlambatan pembayaran BPJS Kesehatan

  • Implementasi KRIS dan perubahan tarif INA-CBG ke iDRG

  • Perlambatan pertumbuhan trafik pasien

  • Risiko tekanan margin pada emiten dengan eksposur JKN tinggi

Kesimpulan

Riset Ciptadana Sekuritas menunjukkan sektor rumah sakit masih memiliki prospek jangka panjang yang dinilai menarik meski dibayangi risiko likuiditas BPJS Kesehatan. Investor cenderung mencermati kemampuan masing-masing emiten menjaga margin, arus kas, dan kualitas pendapatan.

MIKA dinilai paling defensif karena memiliki eksposur JKN rendah dan profitabilitas tinggi. Sementara itu, SILO dinilai memiliki keseimbangan pertumbuhan dan arus kas, sedangkan HEAL masih menghadapi tekanan margin akibat dominasi pasien BPJS.

FAQ

1. Apa rekomendasi Ciptadana untuk sektor rumah sakit?
Ciptadana mempertahankan rating overweight untuk sektor rumah sakit.

2. Mengapa risiko BPJS penting bagi emiten rumah sakit?
Karena keterlambatan pembayaran klaim BPJS berpotensi memengaruhi arus kas dan profitabilitas emiten.

3. Emiten mana yang dinilai paling defensif?
MIKA dinilai paling defensif karena eksposur JKN rendah dan arus kas kuat.

4. Berapa target harga saham MIKA versi Ciptadana?
Ciptadana menetapkan target harga MIKA sebesar Rp2.600 per saham.

5. Apa risiko utama sektor rumah sakit saat ini?
Risiko utama meliputi defisit BPJS, perubahan regulasi kesehatan, dan tekanan margin operasional.

Investasi di Aplikasi Trading Saham Online Terbaik – Bareksa

Bareksa adalah pioneer aplikasi investasi saham yang dirancang untuk membantu investor mengambil keputusan lebih percaya diri. Dilengkapi data market, riset, dan analisis fundamental, kamu bisa memantau saham dan membandingkan kinerja emiten secara praktis. Dalam satu aplikasi, Bareksa juga menyediakan reksa dana, SBN, dan emas untuk strategi investasi yang lebih lengkap.

Beli Saham di Sini

Tentang Penulis

*Abdul Malik adalah Managing Editor Bareksa dengan pengalaman lebih dari 20 tahun di jurnalisme pasar modal. Memegang lisensi WPPE, ia fokus pada analisis pasar modal, saham, reksadana, SBN, emas dan edukasi keuangan, serta merupakan peraih beberapa fellowship internasional.

***

DISCLAIMER​​​​​​​​​

Disclaimer Ciptadana Sekuritas di Sini

Investasi saham mengandung risiko dan seluruhnya menjadi tanggung jawab pribadi. Bareksa membuat informasi ini dari materi dan sumber-sumber terpercaya, serta tidak dipengaruhi pihak manapun. Informasi ini bukan merupakan ajakan, ataupun paksaan untuk melakukan transaksi dan Bareksa tidak memberikan jaminan atas transaksi yang dilakukan.

Pilihan Investasi di Bareksa

Klik produk untuk lihat lebih detail.

Produk EksklusifHarga/Unit1 Bulan6 BulanYTD1 Tahun3 Tahun5 Tahun

Trimegah Dana Obligasi Nusantara

autodebet

1.214,41

Up0,12%
Up1,32%
Up0,66%
Up7,18%
Up19,39%
Up14,10%

Syailendra Sharia Fixed Income Fund Kelas A

1.169,65

Down- 0,31%
Up1,77%
Up1,25%
Up6,64%
--

STAR Stable Amanah Sukuk

autodebet

1.204,28

Up0,40%
Up2,19%
Up1,64%
Up7,49%
--

Eastspring Syariah Mixed Asset Fund Kelas A

1.036,68

Down- 1,17%
Up0,32%
Down- 1,04%
---

Video Pilihan

Lihat Semua

Artikel Lainnya

Lihat Semua