Laba BRIS Naik 18% di 4 Bulan Pertama 2026, Kinerja Terkuat di Antara Bank Besar
Bank Syariah Indonesia mencatat pertumbuhan laba 18% YoY di 4M26, melampaui konsensus. NIM ekspansi, CoC terjaga ketat, dan pembiayaan tumbuh solid 16% YoY.

Bank Syariah Indonesia mencatat pertumbuhan laba 18% YoY di 4M26, melampaui konsensus. NIM ekspansi, CoC terjaga ketat, dan pembiayaan tumbuh solid 16% YoY.
Bareksa - Mengutip riset Ciptadana Sekuritas Asia (26/5/2026) yang mengolah laporan keuangan unaudited PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS), mengungkap BRIS membukukan laba bersih Rp2,8 triliun di periode empat bulan pertama 2026 (4M26), tumbuh 18% secara tahunan (YoY) dan sedikit melampaui konsensus pasar di 33% dari target tahunan 2026.
Kinerja solid BRIS ditopang ekspansi NIM 10 bps YoY ke 5,7%, pertumbuhan pembiayaan yang mengakselerasi ke 16% YoY dari 14% YoY di 3M26, serta penurunan beban provisi 22% YoY yang memberikan dorongan tambahan pada laba bersih. Biaya kredit (cost of credit/CoC) terjaga ketat di 0,7%, jauh di bawah panduan manajemen kurang dari 1,0% dan membaik signifikan dari 1,1% di 4M25.
Satu catatan adalah akselerasi biaya operasional (opex) naik 21% YoY, meski masih dalam kisaran ekspektasi. Dari sisi pendanaan, pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK) robust di 18% YoY, didukung giro tumbuh 31% YoY dan tabungan tumbuh 22% YoY.
Promo Terbaru di Bareksa
Ringkasan Kinerja BRIS 4M26
Indikator | 4M25 | 4M26 | Perubahan YoY |
|---|---|---|---|
Laba bersih (Rp triliun) | 2,4 | 2,8 | 18% |
NIM (%) | 5,6 | 5,7 | 10 bps |
Pertumbuhan pembiayaan | 14% | 16% | 2 ppt |
Cost of credit (%) | 1,1 | 0,7 | -40 bps |
Sumber: riset Ciptadana Sekuritas Asia, 26 Mei 2026
Menurut analis, hasil yang solid di semua lini mendukung dipertahankannya rekomendasi Beli pada saham BRIS dengan target harga Rp2.900 per saham.
Kesimpulan
BRIS mencatat kinerja terkuat di antara bank besar pada 4M26 dengan pertumbuhan laba tertinggi, kualitas aset yang membaik, dan margin yang ekspansif. Menurut analis Ciptadana Sekuritas Asia, outlook jangka menengah tetap konstruktif didukung momentum pembiayaan yang solid.
FAQ
1. Apa pendorong utama ekspansi NIM BRIS di tengah kenaikan BI Rate?
Kontribusi pembiayaan emas yang terus tumbuh mendorong kenaikan imbal hasil aset, sehingga mampu mengimbangi tekanan biaya dana yang mulai meningkat.
2. Bagaimana dampak kenaikan BI Rate 50 bps terhadap BRIS ke depan?
Sebagai bank syariah dengan struktur akad berbasis margin, repricing BRIS cenderung lebih lambat dari bank konvensional sehingga dampak kenaikan BI Rate relatif lebih terbatas dibanding peers.
3. Apakah pertumbuhan opex 21% YoY perlu dikhawatirkan?
Selama masih dalam ekspektasi dan cost-to-income ratio terjaga, akselerasi opex lebih mencerminkan investasi ekspansi bisnis daripada inefisiensi operasional.
Investasi di Aplikasi Trading Saham Online Terbaik – Bareksa
Bareksa adalah pioneer aplikasi investasi saham yang dirancang untuk membantu investor mengambil keputusan lebih percaya diri. Dilengkapi data market, riset, dan analisis fundamental, kamu bisa memantau saham dan membandingkan kinerja emiten secara praktis. Dalam satu aplikasi, Bareksa juga menyediakan reksa dana, SBN, dan emas untuk strategi investasi yang lebih lengkap.
Tentang Penulis
*Abdul Malik
adalah Managing Editor Bareksa dengan
pengalaman lebih dari 20 tahun di
jurnalisme pasar modal. Memegang lisensi WPPE, ia fokus pada analisis
pasar modal, saham, reksadana, SBN, emas dan edukasi keuangan, serta
merupakan peraih
beberapa fellowship internasional.
***
DISCLAIMER
Disclaimer Ciptadana Sekuritas di Sini
Investasi saham mengandung risiko dan seluruhnya menjadi tanggung jawab pribadi. Bareksa membuat informasi ini dari materi dan sumber-sumber terpercaya, serta tidak dipengaruhi pihak manapun. Informasi ini bukan merupakan ajakan, ataupun paksaan untuk melakukan transaksi dan Bareksa tidak memberikan jaminan atas transaksi yang dilakukan.
Pilihan Investasi di Bareksa
Klik produk untuk lihat lebih detail.
| Produk Eksklusif | Harga/Unit | 1 Bulan | 6 Bulan | YTD | 1 Tahun | 3 Tahun | 5 Tahun |
|---|---|---|---|---|---|---|---|
Trimegah Dana Obligasi Nusantara autodebet | 1.215 | ||||||
Syailendra Sharia Fixed Income Fund Kelas A | 1.171,53 | - | - | ||||
STAR Stable Amanah Sukuk autodebet | 1.204,44 | - | - | ||||
Eastspring Syariah Mixed Asset Fund Kelas A | 1.036,05 | - | - | - |
Produk Belum Tersedia
Ayo daftar Bareksa SBN sekarang untuk bertransaksi ketika periode pembelian dibuka.
