BeritaArrow iconSahamArrow iconArtikel

Gadai Emas BRIS Tembus Rp13 Triliun, Naik 100%: Ini Strategi Ekosistem Emas dari Hulu ke Hilir

25 Juni 2026
Tags:
Gadai Emas BRIS Tembus Rp13 Triliun, Naik 100%: Ini Strategi Ekosistem Emas dari Hulu ke Hilir
Ilustrasi PT Bank Syariah Indonesia Tbk atau BRIS. (Shutterstock)

Gadai emas BSI mencapai Rp13 triliun per semester I 2026, naik 100% secara tahunan. Simak strategi ekosistem emas BRIS dari cicil emas, E-Mas digital, hingga gadai—dan dampaknya terhadap kinerja keuangan emiten.

Bareksa - Bisnis emas PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk (BRIS) kembali mencatat momentum signifikan. Per semester I 2026, outstanding gadai emas BSI mencapai Rp13 triliun, meningkat 100% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Angka ini memperkuat posisi BSI sebagai bank syariah dengan ekosistem emas paling lengkap di Indonesia, berdasarkan laporan keuangan kuartal I 2026 (1Q26) yang dipublikasikan BSI.

Pertumbuhan ini bukan fenomena sesaat. Dalam laporan Q1 2026, total pembiayaan emas (gold business) BSI yang mencakup cicil emas dan gadai emas, mencapai Rp28,8 triliun, meningkat 101,2% secara tahunan. Komposisinya naik signifikan dari 5% menjadi 8,8% dari total pembiayaan BSI dalam lima tahun terakhir.

Promo Terbaru di Bareksa

Kinerja Bisnis Emas BSI: Data Kuartal I 2026

Segmen

Maret 2025 (Rp Triliun)

Maret 2026 (Rp Triliun)

Pertumbuhan (YoY)

Cicil Emas (Gold Instalment)

7,37

16,50

+123,9%

Gadai Emas (Gold Pawning)

6,96

12,34

+77,3%

Total Bisnis Emas

14,33

28,84

+101,2%

Komposisi terhadap total pembiayaan

4,99%

8,78%

Sumber: Laporan 1Q26 BSI, diolah

Gadai emas menjadi salah satu pendorong utama fee-based income BSI. Pada Q1 2026, pendapatan berbasis biaya dari gadai emas mencapai Rp482 miliar, naik 58% secara tahunan dari Rp305 miliar pada Q1 2025.

Ekosistem Emas BSI: Dari Hulu ke Hilir

Direktur Sales & Distribution BSI Anton Sukarna menyatakan pertumbuhan gadai emas mencerminkan keberhasilan strategi closed-loop ecosystem yang dibangun BSI. Ekosistem ini mencakup empat titik layanan utama yang saling terkoneksi.

Layanan

Produk

Keterangan

Kepemilikan digital

E-Mas (BYOND)

Mulai dari Rp50.000; transaksi jual-beli 24/7

Cicil emas

Cicil Emas BSI

Didukung fisik emas; tenor fleksibel

Gadai emas

Gadai Emas BSI

Dana cair cepat; emas tidak perlu dijual

Transfer emas

Transfer E-Mas

Antarpengguna dalam platform

Sumber: BSI

Menurut Anton, keunggulan gadai emas BSI terletak pada tiga faktor: proses yang mudah dan cepat, taksiran emas yang kompetitif, serta biaya yang lebih efisien dibanding alternatif lain. Layanan reservasi, simulasi, dan perpanjangan gadai juga dapat diakses melalui aplikasi BYOND tanpa harus datang ke kantor cabang.

Pertumbuhan Nasabah dan Transaksi

Tingginya permintaan gadai emas juga terefleksi dalam jumlah nasabah. Per Maret 2026, total nasabah gadai emas BSI mencapai 196.106, naik 57,2% secara tahunan. Sementara itu, nasabah cicil emas mencapai 565.983, naik 39% secara tahunan.

Indikator

Maret 2025

Maret 2026

Pertumbuhan (YoY)

Nasabah Gadai Emas (CIF)

155.918

196.106

+57,2%

Nasabah Cicil Emas (CIF)

365.938

565.983

+39,0%

Total Nasabah E-Mas (Digital Gold)

531.329

898.439

+69,1%

Emas kelolaan E-Mas

619 kg

2.667 kg

+329,4%

Disbursement Gadai Emas

Rp6.961 Bn (1Q25: Rp6.961 Bn)

Rp12.339 Bn

+77,3%

Disbursement Cicil Emas

Rp7.371 Bn

Rp16.502 Bn

+123,9%

Rata-rata transaksi gadai per bulan

~120.000 transaksi

Semester I 2026

Sumber: Laporan 1Q26 BSI & siaran pers BSI 24 Juni 2026, diolah

Mayoritas nasabah gadai emas BSI berasal dari segmen ibu rumah tangga yang memanfaatkan fasilitas ini untuk kebutuhan dana tunai, termasuk biaya pendidikan anak menjelang tahun ajaran baru.

Kualitas Aset Bisnis Emas: NPF Nyaris Nol

Salah satu keunggulan struktural bisnis emas BSI adalah kualitas aset yang sangat baik. Rasio non-performing financing (NPF) segmen bisnis emas hampir tidak terdeteksi.

Segmen Bisnis Emas

NPF Maret 2025

NPF Maret 2026

Cost of Credit Maret 2026

Cicil Emas

0,00%

0,00%

0,00%

Gadai Emas

0,06%

0,02%

0,03%

Total Bisnis Emas

0,03%

0,01%

0,01%

Sumber: Laporan 1Q26 BSI, diolah

Angka NPF yang nyaris nol ini mencerminkan struktur risiko yang unik: produk gadai emas dijamin aset fisik dengan nilai likuidasi yang tinggi, sehingga tekanan kredit macet jauh lebih rendah dibanding segmen pembiayaan konvensional.

Kontribusi terhadap Fee-Based Income dan Profitabilitas

Bisnis emas kini menjadi salah satu motor pertumbuhan fee-based income (FBI) BSI. Pada 1Q26, FBI gadai emas menyumbang 23% dari total FBI BSI sebesar Rp2,09 triliun.

Sumber Fee-Based Income

Q1 2025 (Rp Miliar)

Q1 2026 (Rp Miliar)

Pertumbuhan (YoY)

Gadai Emas (Pawning)

305

482

+58,0%

E-Mas (Digital Gold)

8

222

+2.675,0%

Treasury

334

453

+35,6%

E-Channel

191

253

+32,5%

Lainnya

873

682

−21,9%

Total FBI

1.711

2.092

+22,3%

Sumber: Laporan Q1 2026 BSI, diolah

Secara keseluruhan, rasio FBI terhadap total pendapatan BSI naik dari 28,09% pada 1Q25 menjadi 29,80% pada 1Q26. Ini sejalan dengan strategi BSI untuk mendiversifikasi pendapatan dari margin income ke fee-based income yang lebih stabil.

Harga Emas Mendorong Akselerasi

Pertumbuhan bisnis emas BSI juga ditopang momentum eksternal berupa kenaikan harga emas global. Sepanjang 2025–awal 2026, harga emas dalam denominasi rupiah mencapai kisaran Rp3,1–3,3 juta per gram, mendorong minat masyarakat memanfaatkan gadai emas sebagai sumber likuiditas tanpa melepas kepemilikan aset.

Kondisi ini secara tidak langsung meningkatkan nilai taksiran gadai, memperluas basis pinjaman nasabah, sekaligus menguatkan nilai aset emas yang dicicil—membentuk siklus positif bagi ekosistem emas BSI.

Pandangan Analis

Analis Ciptadana Sekuritas Asia mempertahankan rekomendasi Buy untuk BRIS dengan target harga Rp2.900 per saham. Bisnis emas disebut sebagai salah satu diferensiasi struktural BSI yang sulit direplikasi kompetitor dalam jangka pendek, didukung oleh lisensi bullion bank pertama di Indonesia yang diraih BSI.

Catatan Investor: Kinerja masa lalu tidak mencerminkan kinerja masa datang. Pastikan keputusan investasi disesuaikan dengan profil risiko dan tujuan keuangan masing-masing.

Kesimpulan

​Bisnis emas PT Bank Syariah Indonesia (BRIS) menjadi salah satu mesin pertumbuhan utama perseroan. Per semester I 2026, outstanding gadai emas mencapai Rp13 triliun atau melonjak 100% secara tahunan, didukung ekosistem emas terintegrasi mulai dari E-Mas digital, cicil emas, hingga gadai emas. Pertumbuhan ini juga meningkatkan fee-based income, sementara kualitas aset tetap sangat sehat dengan NPF hanya 0,02%, sehingga memperkuat profitabilitas BSI. Di tengah tingginya harga emas, strategi ekosistem emas dan status sebagai bullion bank pertama di Indonesia dinilai menjadi keunggulan kompetitif BRIS yang sulit ditandingi dalam jangka pendek.

Investasi di Aplikasi Trading Saham Online Terbaik – Bareksa

Bareksa adalah pioneer aplikasi investasi saham yang dirancang untuk membantu investor mengambil keputusan lebih percaya diri. Dilengkapi data market, riset, dan analisis fundamental, kamu bisa memantau saham dan membandingkan kinerja emiten secara praktis. Dalam satu aplikasi, Bareksa juga menyediakan reksa dana, SBN, dan emas untuk strategi investasi yang lebih lengkap.

Beli Saham di Sini

***

DISCLAIMER​​​​​​​​​

Disclaimer Ciptadana Sekuritas di Sini

Investasi saham mengandung risiko dan seluruhnya menjadi tanggung jawab pribadi. Bareksa membuat informasi ini dari materi dan sumber-sumber terpercaya, serta tidak dipengaruhi pihak manapun. Informasi ini bukan merupakan ajakan, ataupun paksaan untuk melakukan transaksi dan Bareksa tidak memberikan jaminan atas transaksi yang dilakukan.

Pertanyaan Umum

Berapa nilai outstanding gadai emas BSI saat ini?

Per semester I 2026, outstanding gadai emas BSI mencapai Rp13 triliun, meningkat 100% secara tahunan.

Apa keunggulan gadai emas BSI dibanding alternatif lain?

BSI menawarkan proses cepat, taksiran kompetitif, biaya lebih efisien, dan layanan digital (reservasi, simulasi, perpanjangan) melalui aplikasi BYOND tanpa harus ke kantor cabang.

Bagaimana kualitas aset gadai emas BSI?

NPF segmen gadai emas per Maret 2026 tercatat 0,02%—nyaris nol—karena dijamin oleh aset fisik emas dengan nilai likuidasi tinggi.

Apakah bisnis emas BRIS berisiko terhadap koreksi harga emas?

BSI menjelaskan bahwa seluruh produk emas (gadai, cicil, dan digital) berbasis kepemilikan aset fisik yang dialokasikan kepada nasabah, sehingga bank tidak menanggung risiko market price emas secara langsung.

Berapa target harga BRIS dari analis?

Analis Ciptadana Sekuritas Asia mempertahankan Buy dengan target harga Rp2.900 per saham. Ini bukan rekomendasi investasi dari Bareksa.

Profil Penulis

Abdul Malik
Abdul Malik

Abdul Malik adalah Managing Editor Bareksa dengan pengalaman lebih dari 20 tahun di jurnalisme pasar modal. Memegang lisensi WPPE, ia fokus pada analisis pasar modal, saham, reksadana, SBN, emas dan edukasi keuangan, serta merupakan peraih beberapa fellowship internasional.

Pilihan Investasi di Bareksa

Klik produk untuk lihat lebih detail.

Produk EksklusifHarga/Unit1 Bulan6 BulanYTD1 Tahun3 Tahun5 Tahun

Trimegah Dana Obligasi Nusantara

autodebet

1.216,47

Up0,12%
Up1,00%
Up0,83%
Up6,30%
Up19,53%
Up13,96%

Syailendra Sharia Fixed Income Fund Kelas A

1.172,27

Up0,06%
Up1,57%
Up1,48%
Up6,11%
--

STAR Stable Amanah Sukuk

autodebet

1.196,08

Down-0,70%
Up1,04%
Up0,95%
Up6,03%
--

Eastspring Syariah Mixed Asset Fund Kelas A

1.017,74

Down-1,77%
Down-2,62%
Down-2,85%
---

Video Pilihan

Lihat Semua

Artikel Lainnya

Lihat Semua