BeritaArrow iconSahamArrow iconArtikel

Produksi Listrik PGEO Tumbuh 15% di Kuartal I 2026, Laba Bersih Naik 40%

Abdul Malik06 Mei 2026
Tags:
Produksi Listrik PGEO Tumbuh 15% di Kuartal I 2026, Laba Bersih Naik 40%
Ilustrasi pembangkit listrik panas bumi milik PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO). (Dok. Perusahaan)

PGEO catat produksi listrik naik 15% dan laba bersih melonjak 40% di Q1 2026, mencerminkan kinerja operasional yang semakin efisien.

Bareksa - PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO) mencatat produksi listrik 1.370 GWh pada kuartal I 2026, naik 15,22% YoY. Kinerja ini penting karena mencerminkan efisiensi operasional dan pertumbuhan laba yang kuat.

Berdasarkan siaran pers Perseroan 5 Mei 2026, sejalan dengan produksi, pendapatan mencapai US$116,56 juta atau tumbuh 14,82% YoY. Laba bersih meningkat 40% menjadi US$43,899 juta dari US$31,352 juta. Kinerja ini menunjukkan peningkatan profitabilitas yang signifikan.

Manajemen menyebut pertumbuhan ditopang optimalisasi aset dan kontribusi wilayah kerja utama seperti Kamojang, Ulubelu, dan Lumut Balai. Beroperasinya Lumut Balai Unit 2 sejak 2025 turut memperkuat produksi. Hal ini menjadi faktor penting bagi keberlanjutan kinerja. PGEO merupakan emiten sektor energi panas bumi unit usaha PT Pertamina.

Promo Terbaru di Bareksa

Efisiensi dan Ekspansi Jadi Katalis

PGEO mencatat capacity factor naik menjadi 90,77% dan availability factor mencapai 99,63%. Peningkatan ini mencerminkan keandalan aset dan stabilitas produksi. Efisiensi ini berpotensi menjaga margin ke depan.

Perseroan menargetkan produksi listrik dan uap mencapai 5.255 GWh pada 2026. Target ini didukung proyek strategis seperti Hululais Unit 1 & 2 serta co-generation hingga 230 MW. Proyek tersebut menjadi pendorong pertumbuhan jangka panjang.

Ke depan, PGEO membidik kapasitas 1 GW pada 2028 dan 1,8 GW pada 2034. Sejumlah proyek tambahan ditargetkan beroperasi bertahap hingga 2030. Hal ini mencerminkan ekspansi berkelanjutan di sektor energi hijau.

Tabel Ringkasan Kinerja PGEO Q1 2026

Indikator
Q1 2026
YoY

Produksi Listrik

1.370 GWh

15,22%

Pendapatan

US$116,56 juta

14,82%

Laba Bersih

US$43,899 juta

40%

Sumber: PGEO, diolah

Tabel Efisiensi Operasional

Rasio
Nilai

Capacity Factor

90,77%

Availability Factor

99,63%

Sumber: PGEO, diolah

Tabel Kontributor Produksi

Wilayah
Produksi

Kamojang

483 GWh

Ulubelu

408 GWh

Lumut Balai

240 GWh

Lahendong

213 GWh

Karaha

26 GWh

Sumber: PGEO, diolah

Tabel Target & Proyek

Kategori
Detail

Target Produksi 2026

5.255 GWh

Proyek Utama

Hululais (2x55 MW), Co-generation (230 MW)

Target Kapasitas

1 GW (2028), 1,8 GW (2034)

Sumber: PGEO, diolah

Dampak ke Investor

  • Kinerja mencerminkan efisiensi dan pertumbuhan laba

  • Produksi meningkat berpotensi menopang pendapatan berkelanjutan

  • Ekspansi proyek menjadi katalis jangka panjang

  • Keandalan aset memperkuat visibilitas kinerja

Kesimpulan

Kinerja PGEO pada kuartal I-2026 menunjukkan pertumbuhan solid dari sisi produksi dan laba. Hal ini mencerminkan efektivitas strategi operasional Perseroan. Ke depan, realisasi proyek dan ekspansi kapasitas menjadi faktor utama yang perlu dicermati investor. Konsistensi eksekusi akan menentukan keberlanjutan pertumbuhan.

FAQ

1. Apa yang mendorong kinerja PGEO Q1 2026?
Peningkatan produksi listrik dan efisiensi operasional.

2. Berapa pertumbuhan laba PGEO?
Sekitar 40% secara tahunan.

3. Apa target produksi PGEO tahun 2026?
Sekitar 5.255 GWh.

4. Apa proyek utama PGEO?
Hululais Unit 1 & 2 dan co-generation.

5. PGEO bergerak di sektor apa?
Energi panas bumi.

Investasi di Aplikasi Trading Saham Online Terbaik – Bareksa

Bareksa adalah pioneer aplikasi investasi saham yang dirancang untuk membantu investor mengambil keputusan lebih percaya diri. Dilengkapi data market, riset, dan analisis fundamental, kamu bisa memantau saham dan membandingkan kinerja emiten secara praktis. Dalam satu aplikasi, Bareksa juga menyediakan reksa dana, SBN, dan emas untuk strategi investasi yang lebih lengkap.

Beli Saham di Sini

Tentang Penulis

*Abdul Malik adalah Managing Editor Bareksa dengan pengalaman lebih dari 20 tahun di jurnalisme pasar modal. Memegang lisensi WPPE, ia fokus pada analisis pasar modal, saham, reksadana, SBN, emas dan edukasi keuangan, serta merupakan peraih beberapa fellowship internasional.

***

DISCLAIMER​​​​​​​​​

Investasi saham mengandung risiko dan seluruhnya menjadi tanggung jawab pribadi. Bareksa membuat informasi ini dari materi dan sumber-sumber terpercaya, serta tidak dipengaruhi pihak manapun. Informasi ini bukan merupakan ajakan, ataupun paksaan untuk melakukan transaksi dan Bareksa tidak memberikan jaminan atas transaksi yang dilakukan.

Pilihan Investasi di Bareksa

Klik produk untuk lihat lebih detail.

Produk EksklusifHarga/Unit1 Bulan6 BulanYTD1 Tahun3 Tahun5 Tahun

STAR Stable Amanah Sukuk

autodebet

1.201,16

Up0,45%
Up2,24%
Up1,38%
Up7,72%
--

Trimegah Dana Obligasi Nusantara

autodebet

1.210,63

Up0,47%
Up1,48%
Up0,35%
Up7,33%
Up20,05%
Up14,13%

Eastspring Syariah Mixed Asset Fund Kelas A

1.045,45

-
Up1,94%
Down- 0,20%
---

Syailendra Sharia Fixed Income Fund Kelas A

1.169,47

Up0,44%
Up2,02%
Up1,23%
Up7,41%
--

Video Pilihan

Lihat Semua

Artikel Lainnya

Lihat Semua