BeritaArrow iconSahamArrow iconArtikel

Prospek Saham PGEO 2026: Target Harga, Dividen, dan Rencana Ekspansi Geothermal

22 Juni 2026
Tags:
Prospek Saham PGEO 2026: Target Harga, Dividen, dan Rencana Ekspansi Geothermal
Ilustrasi salah satu lokasi pembangkit listrik milik PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO) (Dok. Perusahaan)

PGEO menargetkan kapasitas 1 GW pada 2028. Simak strategi ekspansi, prospek keuangan, dan rekomendasi “BUY” dari Ciptadana Sekuritas Asia.

Bareksa - PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO), operator geothermal terbesar di Indonesia, menargetkan peningkatan kapasitas menjadi 988 MW pada 2028 sebagai tonggak pencapaian 1 GW. Ekspansi ini dilakukan melalui proyek Hululais, Ulubelu, Lumut Balai, serta eksplorasi Cubadak Panti PSPE. Perusahaan memiliki portofolio terkelola 1,9 GW dan basis sumber daya sekitar 3,3 GW, yang memberi visibilitas pertumbuhan jangka panjang.

Menurut riset Ciptadana Sekuritas Asia (19/6), Indonesia memiliki potensi geothermal 24–29,5 GW, namun baru sekitar 10% yang dikembangkan. Pemerintah melalui RUPTL 2025–2034 menargetkan tambahan 5,2 GW kapasitas geothermal.

PGEO, dengan pangsa pasar 30%, berada di posisi strategis untuk menangkap peluang ini. Bagi investor, hal ini berarti eksposur langsung pada transisi energi nasional dengan profil arus kas stabil dari kontrak jangka panjang dengan PLN.

Promo Terbaru di Bareksa

Arah ke depan

Menurut analis Ciptadana Sekuritas, PGEO diproyeksikan mencatat pertumbuhan keuangan sebagai berikut:

Tahun
Pendapatan (US$ juta)
Laba Bersih (US$ juta)
EPS Growth (%)
Dividend Yield (%)

2026F

450

155

12,6

5,4

2027F

482

176

13,3

6,1

2028F

604

207

17,9

7,0

Sumber: Ciptadana Sekuritas Asia, PGEO Initiation Report, 19 Juni 2026

Margin EBITDA diperkirakan tetap di atas 75%, menunjukkan efisiensi biaya yang kuat.

Rekomendasi Saham

Dalam laporan riset tersebut, Ciptadana Sekuritas Asia memberikan rekomendasi “BUY” untuk saham PGEO dengan target harga Rp1.200 per saham. Rekomendasi ini didasarkan pada valuasi EV/EBITDA 2027F sekitar 7,8x, yang dinilai masih di bawah rata-rata global untuk emiten energi terbarukan.

Dampak bagi investor

PGEO menawarkan kombinasi pertumbuhan kapasitas yang jelas, dukungan kebijakan pemerintah, dan profil keuangan defensif. Namun, investor tetap perlu mencermati risiko eksekusi proyek, ketidakpastian reservoir, regulasi, dan kebutuhan pendanaan besar.

Dengan rekomendasi “BUY” dari Ciptadana Sekuritas Asia, PGEO dapat menjadi salah satu saham energi terbarukan yang menarik untuk dipantau oleh investor jangka menengah hingga panjang.

FAQ

1. Siapa pemegang saham utama PGEO?
Pertamina Power Indonesia (68,3%), Masdar Indonesia Solar Holdings (14,8%), Pertamina Pedeve Indonesia (5,9%).

2. Bagaimana PGEO memperoleh pendapatan?
Mayoritas dari kontrak jangka panjang take-or-pay dengan PLN Group.

3. Berapa target kapasitas PGEO?
988 MW pada 2028 (1 GW milestone), 1,8 GW pada 2033.

4. Bagaimana outlook dividen?
Yield diproyeksikan stabil 5–7% hingga 2028.

5. Risiko utama?
Eksekusi proyek, ketidakpastian reservoir, regulasi, dan kebutuhan pendanaan besar.

Investasi di Aplikasi Trading Saham Online Terbaik – Bareksa

Bareksa adalah pioneer aplikasi investasi saham yang dirancang untuk membantu investor mengambil keputusan lebih percaya diri. Dilengkapi data market, riset, dan analisis fundamental, kamu bisa memantau saham dan membandingkan kinerja emiten secara praktis. Dalam satu aplikasi, Bareksa juga menyediakan reksa dana, SBN, dan emas untuk strategi investasi yang lebih lengkap.

Beli Saham di Sini

Tentang Penulis

*Abdul Malik adalah Managing Editor Bareksa dengan pengalaman lebih dari 20 tahun di jurnalisme pasar modal. Memegang lisensi WPPE, ia fokus pada analisis pasar modal, saham, reksadana, SBN, emas dan edukasi keuangan, serta merupakan peraih beberapa fellowship internasional.

***

DISCLAIMER​​​​​​​​​

Disclaimer Ciptadana Sekuritas di Sini

Investasi saham mengandung risiko dan seluruhnya menjadi tanggung jawab pribadi. Bareksa membuat informasi ini dari materi dan sumber-sumber terpercaya, serta tidak dipengaruhi pihak manapun. Informasi ini bukan merupakan ajakan, ataupun paksaan untuk melakukan transaksi dan Bareksa tidak memberikan jaminan atas transaksi yang dilakukan.

Profil Penulis

Pilihan Investasi di Bareksa

Klik produk untuk lihat lebih detail.

Produk EksklusifHarga/Unit1 Bulan6 BulanYTD1 Tahun3 Tahun5 Tahun

Trimegah Dana Obligasi Nusantara

autodebet

1.214,39

Up0,03%
Up0,87%
Up0,63%
Up6,29%
Up19,29%
Up13,77%

Syailendra Sharia Fixed Income Fund Kelas A

1.172,24

Up0,17%
Up1,66%
Up1,47%
Up6,18%
--

STAR Stable Amanah Sukuk

autodebet

1.195,33

Down-0,72%
Up1,00%
Up0,83%
Up6,05%
--

Eastspring Syariah Mixed Asset Fund Kelas A

1.023,28

Down-1,37%
Down-2,07%
Down-2,32%
---

Video Pilihan

Lihat Semua

Artikel Lainnya

Lihat Semua