BeritaArrow iconSahamArrow iconArtikel

PGEO Cetak Laba Bersih US$43,9 Juta di Q1 2026, Naik 40% Ditopang Ekspansi Panas Bumi

Abdul Malik30 April 2026
Tags:
PGEO Cetak Laba Bersih US$43,9 Juta di Q1 2026, Naik 40% Ditopang Ekspansi Panas Bumi
Ilustrasi Wilayah Kerja Panas Bumi PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO). (Dok. Perusahaan)

PGEO catat laba bersih naik 40% YoY menjadi US$43,9 juta (Rp760,6 miliar) di Q1 2026. Pendapatan tumbuh 14,8% dengan aset solid US$3,06 miliar.

Bareksa - PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO) membukukan laba bersih US$43,899 juta (setara Rp760,6 miliar dengan asumsi kurs tengah BI 30 April Rp17.324 per dolar AS) pada kuartal I 2026. Angka itu melonjak 40% secara tahunan (YoY), dibandingkan US$31,352 juta (setara Rp543,2 miliar) pada periode yang sama tahun lalu. Capaian ini mencerminkan profitabilitas yang menguat di tengah tren transisi energi global.

Berdasarkan siaran pers 29 April 2026, pendapatan perseroan tercatat US$116,555 juta (setara Rp2,02 triliun), tumbuh 14,8% YoY dari US$101,507 juta (setara Rp1,76 triliun) pada Q1 2025. Pertumbuhan pendapatan ini berjalan seiring efisiensi liabilitas, di mana total kewajiban turun 2,44% menjadi US$964,737 juta (setara Rp16,71 triliun) dibandingkan posisi 31 Desember 2025.

Direktur Keuangan PGEO Fransetya Hutabarat menyatakan perseroan berhasil menjaga kas operasional yang kuat sepanjang kuartal ini. Kas dan setara kas tercatat US$745,213 juta (setara Rp12,91 triliun), tumbuh 3,72% dibandingkan akhir 2025. PGEO merupakan emiten sektor energi panas bumi, unit saha PT Pertamina yang tercatat di Bursa Efek Indonesia.

Promo Terbaru di Bareksa

Strategi Tiga Pilar dan Target Kapasitas 1,8 GW pada 2034

Direktur Utama PGEO Ahmad Yani menegaskan perseroan menjalankan tiga strategi utama: optimalisasi aset eksisting, ekspansi bisnis, dan diversifikasi sumber pendapatan baru. PGEO saat ini mengelola 15 Wilayah Kerja Panas Bumi dengan kapasitas terpasang 727 MW yang dioperasikan langsung, plus 1.205 MW melalui skema Kontrak Operasi Bersama.

Kontribusi PGEO mencakup sekitar 70% dari total kapasitas panas bumi nasional, menjadikannya pemain dominan di segmen ini. Perseroan menargetkan kapasitas terpasang 1 GW pada 2028 dan 1,8 GW pada 2034, selaras dengan target RUPTL PLN 2025–2034.

Tabel Laporan Laba Rugi PGEO

Indikator
Q1 2026
Q1 2025
Perubahan YoY

Pendapatan

US$116.555 ribu

US$101.507 ribu

14,8%

Beban Pokok Pendapatan

US$48.985 ribu

US$42.824 ribu

14,4%

Laba Bruto

US$67.570 ribu

US$58.683 ribu

15,2%

Laba Usaha

US$62.005 ribu

US$55.339 ribu

12,0%

Laba Sebelum Pajak

US$63.720 ribu

US$45.163 ribu

41,1%

Beban Pajak

US$19.821 ribu

US$13.811 ribu

43,5%

Laba Bersih

US$43.899 ribu

US$31.352 ribu

40%

Sumber: PGEO, diolah

Tabel Neraca Keuangan PGEO

Indikator
31 Mar 2026
31 Des 2025
Perubahan

Kas & Setara Kas

US$745.213 ribu

US$718.499 ribu

3,72%

Total Aset Lancar

US$928.830 ribu

US$880.973 ribu

5,43%

Total Aset Tidak Lancar

US$2.127.170 ribu

US$2.153.478 ribu

−1,22%

Total Aset

US$3.056.000 ribu

US$3.034.451 ribu

0,71%

Total Liabilitas Jangka Pendek

US$194.813 ribu

US$214.299 ribu

−9,09%

Total Liabilitas Jangka Panjang

US$769.924 ribu

US$774.589 ribu

−0,60%

Total Liabilitas

US$964.737 ribu

US$988.888 ribu

−2,44%

Total Ekuitas

US$2.091.263 ribu

US$2.045.563 ribu

2,23

Sumber: PGEO, diolah

Catatan Penting bagi Investor

  • Laba bersih tumbuh 40% YoY

  • Margin laba bersih sekitar 37,7%

  • Liabilitas turun, struktur keuangan lebih sehat

  • Kas kuat untuk mendukung ekspansi

  • Target kapasitas 1 GW (2028) dan 1,8 GW (2034)

  • Menguasai sekitar 70% kapasitas panas bumi nasional

Kesimpulan

Kinerja PGEO pada Q1 2026 menunjukkan fundamental bisnis yang solid, ditopang pertumbuhan laba, kas besar, dan ekspansi berkelanjutan. Dengan fokus pada energi bersih dan target kapasitas yang agresif, PGEO tetap menjadi emiten yang relevan dalam tema transisi energi nasional.

FAQ

1. Berapa laba bersih PGEO di Q1 2026?
US$43,899 juta (setara Rp760,6 miliar).

2. Berapa pendapatan PGEO?
US$116,555 juta (setara Rp2,02 triliun).

3. Apa bisnis utama PGEO?
Eksplorasi dan produksi energi panas bumi.

4. Berapa target kapasitas PGEO?
1 GW pada 2028 dan 1,8 GW pada 2034.

5. Apakah ada dividen dari hasil Q1 2026?
Belum ada pengumuman dividen dalam siaran pers terbaru.

Investasi di Aplikasi Trading Saham Online Terbaik – Bareksa

Bareksa adalah pioneer aplikasi investasi saham yang dirancang untuk membantu investor mengambil keputusan lebih percaya diri. Dilengkapi data market, riset, dan analisis fundamental, kamu bisa memantau saham dan membandingkan kinerja emiten secara praktis. Dalam satu aplikasi, Bareksa juga menyediakan reksa dana, SBN, dan emas untuk strategi investasi yang lebih lengkap.

Beli Saham di Sini

Tentang Penulis

*Abdul Malik adalah Managing Editor Bareksa dengan pengalaman lebih dari 20 tahun di jurnalisme pasar modal. Memegang lisensi WPPE, ia fokus pada analisis pasar modal, saham, reksadana, SBN, emas dan edukasi keuangan, serta merupakan peraih beberapa fellowship internasional.

***

DISCLAIMER​​​​​​​​​

Investasi saham mengandung risiko dan seluruhnya menjadi tanggung jawab pribadi. Bareksa membuat informasi ini dari materi dan sumber-sumber terpercaya, serta tidak dipengaruhi pihak manapun. Informasi ini bukan merupakan ajakan, ataupun paksaan untuk melakukan transaksi dan Bareksa tidak memberikan jaminan atas transaksi yang dilakukan.

Pilihan Investasi di Bareksa

Klik produk untuk lihat lebih detail.

Produk EksklusifHarga/Unit1 Bulan6 BulanYTD1 Tahun3 Tahun5 Tahun

Trimegah Dana Obligasi Nusantara

autodebet

1.211,21

Up0,78%
Up1,50%
Up0,40%
Up7,56%
Up20,28%
Up14,56%

STAR Stable Amanah Sukuk

autodebet

1.200,25

Up0,44%
Up2,26%
Up1,30%
Up7,90%
--

Syailendra Sharia Fixed Income Fund Kelas A

1.171,52

Up0,68%
Up2,23%
Up1,41%
Up7,64%
--

Eastspring Syariah Mixed Asset Fund Kelas A

1.049,08

Up0,45%
Up2,19%
Up0,14%
---

Video Pilihan

Lihat Semua

Artikel Lainnya

Lihat Semua