BeritaArrow iconSahamArrow iconArtikel

Suku Bunga BI 6%, Kenaikan Harga Minyak dan Emas Berlanjut, IKPM IPO

Abdul Malik20 Oktober 2023
Tags:
Suku Bunga BI 6%, Kenaikan Harga Minyak dan Emas Berlanjut, IKPM IPO
Gedung Bank Indonesia. (Shutterstock)

TAPG, SMGR dan CMRY direkomendasi beli, BI Rate naik, Wall Street, IHSG, Batu Bara, CPO dan rupiah melemah, BBYB right issue

Bareksa.com - Berikut rangkuman berita pasar modal dan saham dikutip dari laporan riset Kopi Pagi oleh D’Origin Financial & Business Advisory dipublikasi Jumat (20/10/2023) :

Stocks Pick

TAPG

Harga saham PT Triputra Agro Persada Tbk (TAPG) naik 0,95% atau bertambah 5 poin menjadi Rp530 pada Kamis (19/10/2023). D’Origin Financial merekomendasi spekulasi beli saham TAPG dengan target Rp600 dan stop rugi Rp500, support Rp520 ; Rp510 dan resisten Rp540 ; Rp550.

Volume perdagangan saham TAPG pada Kamis lebih kecil dari hari sebelumnya. Penguatan saham TAPG berpotensi menguji resisten Rp540, sehingga penembusan level ini membuka peluang menuju Rp550.

Promo Terbaru di Bareksa

SMGR

Harga saham PT Semen Indonesia Tbk (SMGR) menguat 1,17% atau bertambah 75 poin menjadi Rp6.475 pada Kamis (19/10/2023). D’Origin Financial merekomendasi beli saat melemah (BOW) saham SMGR dengan target Rp7.000 dan stop rugi Rp6.000, support Rp6.450 ; Rp6.400 dan resisten Rp6.500 ; Rp6.550.

Volume perdagangan saham SMGR pada Kamis lebih kecil dari hari sebelumnya. Penguatan saham SMGR berpotensi menguji resisten Rp6.500, sehingga penembusan level ini membuka peluang menuju Rp6.550.

CMRY

Harga saham PT Cisarua Mountain Dairy Tbk (CMRY) meningkat 1,45% atau bertambah 60 poin menjadi Rp4.200 pada Kamis (19/10/2023). D’Origin Financial merekomendasi spekulasi beli saham CMRY dengan target Rp4.400 dan stop rugi Rp3.800, support Rp4.180 ; Rp4.160 dan resisten Rp4.220 ; Rp4.240.

Volume perdagangan saham CMRY pada Kamis lebih kecil dari hari sebelumnya. Penguatan saham CMRY berpotensi menguji resisten Rp4.220, sehingga penembusan level ini membuka peluang menuju Rp4.240.

Beli Reksadana di Sini

Wall Street

Indeks-indeks utama Bursa Saham Amerika Serikat (AS) Wall Street melanjutkan pelemahan tertekan oleh imbal hasil (yield) Treasury Amerika Serikat (AS) yang melonjak, akibat Ketua Federal Reserve Jerome Powell berbicara tentang kebijakan moneter dan investor khawatir suku bunga akan tetap lebih tinggi dalam jangka waktu lebih lama.

Dow Jones Industrial Average turun 250,91 poin (0,75%) menjadi 33.414,17. Senada S&P 500 kehilangan 36,6 poin (0,85%) menjadi 4.278, serta Nasdaq Composite turun 128,13 poin (0,96%) menjadi 13.186,18..

IHSG

Pasar Saham Indonesia yang tercermin dari kinerja Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah 1,18% atau berkurang 81,48 poin menjadi 6.846,43 pada Kamis (19/10/2023), dengan volume perdagangan lebih besar dari hari sebelumnya. Menurut D’Origin Financial, IHSG bergerak di kisaran 6.800 - 6.880, support 6.820 ; 6.800 dan resisten 6.860 ; 6.880. Pelemahan IHSG berpotensi menguji support 6.820, sehingga penembusan level ini membuka peluang menuju 6.800.

Rupiah

Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) ditutup melemah ke level Rp15.815 pada Kamis (19/10/2023), usai Bank Indonesia (BI) mengerek naik suku bunga acuan menjadi 6%.

BI Rate

Bank Indonesia memutuskan untuk menaikkan suku bunga acuan atau BI-7 Day Repo Rate (BI7DRR) 25 basis poin (bps) ke level 6% dan menjadi yang pertama sejak Januari 2023 saat RDG BI mengerek suku bunga acuan ke level 5,75%. Seiring dengan kenaikan suku bunga acuan BI, suku bunga deposit facility juga tercatat naik menjadi 5,25% dan suku bunga lending facility menjadi 6,75%.

Beli Reksadana di Sini

Minyak Mentah

Harga minyak kembali naik untuk hari ketiga berturut-turut karena keengganan Ketua Federal Reserve Jerome Powell untuk menyarankan kenaikan suku bunga, meskipun inflasi AS yang mengkhawatirkan menekan dolar, memberikan keuntungan bagi para pelaku pasar komoditas, termasuk mereka yang bertaruh pada harga minyak mentah yang lebih tinggi.

Minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman November ditutup naik US$1,05, atau 1,5% menjadi US$89,37 per barel. Minyak mentah Brent untuk kontrak teraktif Desember ditutup di US$92,38, naik 88 sen atau hampir 1%.

Batu Bara

Harga batu bara jatuh akibat tertekan ramainya sentimen negatif, mulai dari pelemahan harga gas, lemahnya permintaan, hingga impor batu bara Eropa turun. Harga batu bara Newcastle untuk kontrak berjangka Oktober 2023 turun US$3,5 menjadi US$136,5 per ton. Sedangkan kontrak berjangka November 2023 terpangkas US$4,35 menjadi US$142 per ton. Sedangkan kontrak berjangka Desember 2023 jatuh US$4,35 menjadi US$146 per ton.

CPO

Harga kontrak Crude Palm Oil (CPO) di Bursa Malaysia Derivatives (BMD) mengalami penurunan mengakhiri kenaikan lima hari beruntun karena dilanda aksi profit taking. Kontrak berjangka CPO untuk November 2023 turun 43 ringgit Malaysia per ton menjadi 3.726 ringgit Malaysia per ton. Untuk kontrak berjangka CPO Desember 2023 melemah 48 ringgit Malaysia menjadi 3.745 ringgit Malaysia per ton.

Emas

Emas mempertahankan kenaikan untuk hari ketiga berturut-turut karena dolar AS jatuh akibat kurangnya dukungan langsung dari Ketua Federal Reserve Jerome Powell untuk suku bunga pada November, meskipun ada ancaman inflasi yang terus berlanjut. Kontrak berjangka emas yang paling aktif di Comex New York pada bulan Desember, ditutup naik US$12,2, atau 0,6%, pada US$1.980,5 per ounce. Sedangkan harga emas spot berada di US$1.977,20 naik US$29,52, atau 1,5%. Harga spot naik lebih dari 2%, memperpanjang kenaikan minggu lalu yang hampir 5,5%.

Beli Emas di Sini

BBCA

PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) dan entitas anak membukukan peningkatan total kredit 12,3% secara tahunan (YoY) per September 2023. Selain itu, BBCA mencatat simpanan dolar AS mencapai US$4,8 miliar atau Rp76,08 triliun secara tahunan (year-on-year/YOY) pada kuartal III2023. Capaian itu turun 3% atau setara dengan Rp2 triliun.

BTPS

PT Bank BTPN Syariah Tbk (BTPS) melaporkan laba bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk per 30 September 2023 turun 24,4% jadi Rp1,003 triliun dibandingkan periode sam tahun sebelumnya Rp1,327 triliun.

BRIS

Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) menegaskan peringkat idAAA Bank Syariah Indonesia alias BSI (BRIS) dengan prospek stabil. Lalu, mempertega peringkat idAA(sy) Sukuk Subordinasi Mudharabah BSM Tahun 2016 masih beredar. Obligasi Subordinasi diberikan dua tingkat lebih rendah dari peringkat perusahaan.

BBYB

Bank Neo Commerce (BBYB) akan menggelar right issue 5 miliar lembar. Saham anyar itu akan menyapa pelaku pasar dengan balutan nilai nominal Rp100. Setiap pemilik 100 juta saham lawas akan mendapat 41.532.324 hak memesan efek terlebih dahulu.

Beli Reksadana di Sini

SMMA

PT Sinar Mas Multiartha Tbk. (SMMA) menyampaikan telah menyiapkan dana Rp1 miliar untuk pelunasan Obligasi berkelanjutan I Tahap II Tahun 2020 Seri A (SMMA01ACN2).

MEDC

PEFINDO menegaskan peringkat idAA- untuk Obligasi Berkelanjutan II PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) Tahap III Tahun 2016 Seri C senilai Rp23 miliar yang akan jatuh tempo pada 21 Desember 2023.

HRUM

PT Harum Energy Tbk (HRUM) bakal menyuntik modal kerja dan investasi total US$300 juta kepada salah satu anak usahanya yakni PT Blue Sparking Energy. Dana itu akan dipergunakan untuk membiayai investasi anak usaha perseroan tersebut yang menjalankan usaha di bidang pengolahan dan pemurnian nikel (BSE).

GIAA

Pada akhir tahun 2023, PT Garuda Indonesia Tbk. (GIAA) optimistis dengan momentum kebangkitan sektor pariwisata nasional. Perusahaan ini mencatatkan pertumbuhan jumlah penumpang, terutama pada sektor penerbangan internasional, dengan potensi pertumbuhan hingga 30%.

Beli Emas di Sini

LPPF

PT Matahari Department Store Tbk (LPPF) meluncurkan merek private label eksklusifnya, SUKO. Matahari memegang kendali penuh atas produksi merek tersebut, mulai dari pemilihan bahan baku terbaik hingga penerapan kontrol kualitas yang sangat ketat. Dengan demikian, SUKO menandai masuknya matahari ke dalam segmen pasar yang baru

MENN

PT Menn Teknologi Indonesia Tbk. (MENN) membukukan laba bersih Rp1,05 miliar, atau naik 34,6% secara YOY dibandingkan kuartal III 2022 yang sebesar Rp882,87 juta.

BSDE

PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE) melalui anak usahanya, Global Prime Capital Pte Ltd (GPC) akan melakukan penawaran tender (tender offer) untuk pembelian kembali obligasi senior (senior notes) senilai $300 juta atau setara Rp 4,75 triliun. Surat utang berdenominasi dolar Amerika Serikat (AS) yang diterbitkan oleh GPC tersebut, memiliki periode jatuh tempo pada 2025.

IKPM

Perusahaan farmasi PT Ikapharmindo Putramas bakal menggelar penawaran umum perdana (initial public offering/IPO) saham dengan membidik dana segar maksimal Rp60,64 miliar. Calon emiten yang akan menggunakan kode saham IKPM ini berencana menerbitkan sebanyak-banyak 336,93 juta saham dengan nilai nominal Rp100. Jumlah tersebut setara dengan 20% dari modal ditempatkan dan disetor penuh setelah IPO.

Beli Reksadana di Sini

(AM)

***

Ingin berinvestasi aman di emas dan reksadana secara online yang diawasi OJK?

- Daftar jadi nasabah, klik tautan ini
- Beli reksadana, klik tautan ini
- Beli emas, klik tautan ini
- Download aplikasi reksadana Bareksa di App Store​
- Download aplikasi reksadana Bareksa di Google Playstore
- Belajar reksadana, klik untuk gabung Komunitas Bareksa di Facebook. GRATIS

DISCLAIMER​​​​​​

Kinerja masa lalu tidak mencerminkan kinerja di masa mendatang. Investasi reksadana mengandung risiko. Investor wajib membaca dan memahami prospektus dan fund fact sheet dalam berinvestasi reksadana.

Saham adalah instrumen investasi yang memiliki risiko kerugian. Artikel ini bertujuan untuk berbagi informasi seputar pasar dengan analisa untuk meminimalisir risiko. Setiap keputusan transaksi beli jual saham ada di tangan investor.

Pilihan Investasi di Bareksa

Klik produk untuk lihat lebih detail.

Produk EksklusifHarga/Unit1 Bulan6 BulanYTD1 Tahun3 Tahun5 Tahun

Capital Fixed Income Fund

1.748,61

Up0,60%
Up3,49%
Up0,01%
Up7,75%
Up17,70%
Up43,65%

STAR Stable Income Fund

1.899,32

Up0,51%
Up2,82%
Up0,01%
Up6,45%
Up30,02%
Up62,01%

I-Hajj Syariah Fund

4.755,2

Up0,55%
Up2,78%
Up0,01%
Up6,46%
Up22,18%
Up40,57%

Syailendra Pendapatan Tetap Premium

1.754,13

Up0,56%
Up2,12%
Up0,01%
Up5,47%
Up20,26%
Up50,06%

Trimegah Dana Obligasi Nusantara

1.032,96

Up0,52%
Up1,50%
Up0,01%
Up2,50%
Down- 2,95%
-

Video Pilihan

Lihat Semua

Artikel Lainnya

Lihat Semua