BeritaArrow iconSahamArrow iconArtikel

Wall Street dan Harga Minyak Rebound, BBRI Bayar Dividen Rp12,5 Triliun, MKAP & MEJA IPO

Abdul Malik19 Januari 2024
Tags:
Wall Street dan Harga Minyak Rebound, BBRI Bayar Dividen Rp12,5 Triliun, MKAP & MEJA IPO
Logo PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) di kantor Singapura. (Shutterstock).

MEDC, MAPI, MDKA, ESSA, INCO dan SMGR direkomendasikan beli. IHSG, rupiah, emas dan CPO menguat, investasi KEK capai Rp177,5 triliun

Bareksa.com - Berikut rangkuman berita pasar modal dan saham dikutip dari laporan riset Kopi Pagi oleh D’Origin Financial & Business Advisory dan Daily & Technical Update oleh PT Ciptadana Sekuritas Asia, dipublikasi Jumat (19/1/2024) :

Stock Pick

MEDC

Harga saham PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) naik 2,04% atau bertambah 25 poin menjadi Rp1.250 pada Kamis (18/1). D’Origin Financial merekomendasikan beli saat melemah (BOW) saham MEDC dengan target harga Rp1.400 dan stop rugi di Rp1.100, support Rp1.230 ; Rp1.200 dan resisten Rp1.270 ; Rp1.300. Volume perdagangan saham MEDC pada Kamis lebih kecil dari hari sebelumnya. Penguatan saham MEDC berpotensi menguji resisten Rp1.270, sehingga penembusan level ini membuka peluang menuju Rp1.300.

Ciptadana Sekuritas juga merekomendasikan spekulasi beli saham MEDC di Rp1.250, dengan stop rugi di Rp1.200 dan ambil untung di Rp1.295. Sebab sinyal teknikal saham MEDC tampak bullish, dengan support kuat di Rp1.210.

Promo Terbaru di Bareksa

Pergerakan saham MEDC

Illustration

Sumber : Ciptadana Sekuritas

MAPI

Harga saham PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI) naik 1,05% atau bertambah 20 poin menjadi Rp1.920 pada Kamis (18/1). D’Origin Financial merekomendasikan spekulasi beli saham MAPI dengan target harga Rp2.100 dan stop rugi di Rp1.780, support Rp1.900 ; Rp1.890 dan resisten Rp1.930 ; Rp1.950. Volume perdagangan saham MAPI pada Kamis lebih kecil dari hari sebelumnya. Penguatan saham MAPI berpotensi menguji resisten Rp1.930, sehingga penembusan level ini membuka peluang menuju Rp1.950.

MDKA

Harga saham PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) melesat 5,53% atau bertambah 140 poin menjadi Rp2.670 pada Kamis (18/1). D’Origin Financial merekomendasikan beli saat melemah (BOW) saham MDKA dengan target harga Rp3.000 dan stop rugi di Rp2.400, support Rp2.650 ; Rp2.630 dan resisten Rp2.700 ; Rp2.740. Volume perdagangan saham MDKA pada Kamis lebih kecil dari hari sebelumnya. Penguatan saham MDKA berpotensi menguji resisten Rp2.700, sehingga penembusan level ini membuka peluang menuju Rp2.740.

Investasi Saham di Sini

ESSA : Menguji Level Support

PT ESSA Industries Indonesia Tbk (ESSA) melemah 2,59% menjadi Rp565 pada Kamis (18/1). Menurut Ciptadana Sekuritas, saham ESSA tampak koreksi teknikal, sehingga ada ruang pelemahan lanjutan. Dengan support terdekat di Rp550, saham ESSA direkomendasi beli saat melemah di Rp550, dengan stop rugi di Rp520 dan ambil untung di Rp590.

Pergerakan saham ESSA

Illustration

Sumber : Ciptadana Sekuritas

INCO : Potensi Rebound

Harga saham PT Vale Indonesia Tbk (INCO) menguat 0,73% ditutup di Rp4.130 pada Kamis (18/1). Ciptadana Sekuritas menilai saham INCO bergerak konsolidasi di rentang Rp4.210 dan Rp4.090. Dengan membentuk pola bullish harami candlestick, saham INCO berpeluang rebound dengan membentuk level rendah atas di Rp4.090, menunjukkan ada potensi kenaikan. Saham INCO direkomendasikan spekulasi beli di Rp4.130, dengan stop rugi di Rp4.080 dan ambil untung di Rp4.210.

Pergerakan saham INCO

Illustration

Sumber : Ciptadana Sekuritas

SMGR : Menguji Level Support

Harga saham PT Semen Indonesia Tbk (SMGR) melemah 0,41% menjadi Rp6.050 pada Kamis (18/1). Menurut Ciptadana Sekuritas, saham SMGR tampak tren menurun, sehingga ada ruang pelemahan lanjutan. Saham SMGR berpotensi melanjutkan pelemahan untuk menguji support berikutnya di Rp6.000, jika bertahan, maka berpotensi rebound. Saham SMGR direkomendasikan spekulasi beli saat melemah di kisaran Rp6.000, dengan stop rugi di Rp5.970 dan ambil untung di Rp6.125.

Pergerakan saham SMGR

Illustration

Sumber : Ciptadana Sekuritas

Investasi Saham di Sini

Wall Street

Bursa Saham Amerika Serikat (AS) di Wall Street, New York menguat pada Kamis (18/1/2024) waktu setempat, tersengat lonjakan saham emiten produsen chip seperti Nvidia dan Qualcomm. Sementara saham-saham utilitas dan real estat terpukul imbas ketidakpastian Bank Sentral The Fed soal penurunan suku bunga. Dow Jones Industrial Average terkerek 201,94 poin (0,54%) menjadi 37.468.61. Senada Nasdaq Composite yang sarat teknologi melonjak 1,35% menjadi 15.055,65 dan S&P 500 naik 0,88% menjadi 4.780,94, atau hanya terpaut 15,62 poin (0,33%) dari rekor tertinggi penutupannya.

IHSG

Pasar Saham Indonesia yang tercermin dari kinerja Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat 0,73% atau bertambah 52,33 poin menjadi 7.252,97 pada Kamis (18/1), dengan volume perdagangan lebih kecil dari hari sebelumnya. Menurut D’Origin Financial, IHSG bergerak di kisaran 7.200 - 7.300, support 7.220 ; 7.200 dan resisten 7.280 ; 7.300. Penguatan IHSG berpotensi menguji resisten 7.280, sehingga penembusan level ini membuka peluang menuju 7.300. Sebanyak 250 saham menguat, 261 saham melemah dan 258 saham stagnan. Sepanjang perdagangan kemarin, IHSG bergerak di kisaran 7.185-7.267. Kapitalisasi pasar tercatat naik menjadi Rp11.534 triliun, dari sebelumnya Rp11.374 triliun. Salah satu saham dengan peningkatan tertinggi kemarin adalah PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) yang meroket 24,93% ke level Rp4.260 per saham.

Saham lainnya yang juga menguat adalah saham milik konglomerat Prajogo Pangestu, yakni PT Barito Renewables Energy Tbk. (BREN) naik 9,71% ke level Rp5.650. Saham lainnya yang rencananya akan diakuisisi Prajogo Pangestu juga adalah PT Petrosea Tbk (PTRO) juga naik 11,70% ke level Rp5.250 per saham. Kemudian, saham BRPT naik 5,71% ke level Rp1.110, AMMN naik 3,82% dan MDKA naik 5,53%. Di sisi lain, saham bank berkapitalisasi pasar besar ditutup melemah seperti BBCA turun 0,77% ke level Rp9.675, dan BBRI turun 0,43% ke level Rp5.750. Sementara itu, dua saham bank lainnya yakni BMRI dan BBNI ditutup stagnan.

Rupiah

Nilai tukar rupiah ditutup di level Rp15.623 per dolar AS pada Kamis (18/1), menguat 19 poin atau 0,12% dari penutupan hari sebelumnya. Senada, kurs referensi Bank Indonesia (BI) Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) menempatkan rupiah ke posisi Rp15.630 per dolar AS.

KEK

Hingga akhir tahun 2023, capaian kinerja 20 KEK telah berhasil memberi kontribusi realisasi investasi Rp177,5 triliun dan menyerap tenaga kerja sebanyak 117.492 orang, dengan jumlah pelaku usaha atau industri sebanyak 331 perusahaan. Sedangkan pada 2023, realisasi investasi bertambah Rp66 triliun dan realisasi penyerapan tenaga kerja bertambah 57.005 orang, serta jumlah pelaku usaha bertambah 89 perusahaan atau industri. Pada 2024 KEK menargetkan tambahan realisasi investasi baru Rp77,5 triliun dan tambahan penyerapan tenaga kerja 38.277 orang.

Investasi Saham di Sini

Minyak Mentah

Harga minyak ditutup lebih tinggi karena penurunan persediaan minyak mentah AS yang lebih besar dari yang diperkirakan dan meredanya kekhawatiran tentang prospek permintaan membantu mendorong optimisme pelaku pasar. Kontrak minyak mentah AS diperdagangkan 2,1% lebih tinggi pada US$74,08 per barel dan kontrak Brent naik 1,5% menjadi US$79,03 per barel pada Kamis.

CPO

Harga kontrak Crude Palm Oil (CPO) di Bursa Malaysia Derivatives (BMD) melesat didorong oleh penguatan harga minyak kedelai. Kontrak berjangka CPO untuk Februari 2024 naik 74 ringgit Malaysia menjadi 3.929 ringgit Malaysia per ton. Untuk kontrak berjangka CPO Maret 2024 meningkat 78 ringgit Malaysia menjadi 3.914 ringgit Malaysia per ton.

Emas

Harga emas menguat didukung oleh permintaan tempat aman di tengah konflik di Timur Tengah, sementara investor mencari kejelasan lebih lanjut mengenai jalur suku bunga masa depan Federal Reserve AS. Emas spot naik 0,7% menjadi US$2.019,12 per ons, setelah mencapai level terendah dalam lima minggu pada sesi sebelumnya. Kontrak emas berjangka AS ditutup 0,8% lebih tinggi jadi US$2.021,6.

Investasi Emas di Sini

BBRI

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk akan membagikan dividen Rp12,7 triliun atau Rp84 per lembar saham. Di mana sebesar Rp6,8 triliun disetorkan kepada pemerintah dan Rp5,9 triliun akan dibagikan kepada publik.

INCO

PT Vale Indonesia Tbk (INCO) menetapkan target untuk menyelesaikan divestasi 14% sahamnya tahun ini. Proses divestasi ini menjadi kunci bagi perusahaan nikel tersebut untuk memperoleh perpanjangan kontrak karya di Indonesia. Perusahaan telah menandatangani perjanjian induk divestasi bersama Vale Canada Limited (VCL), PT Mineral Industri Indonesia (MIND ID), dan Sumitomo Metal Mining Co Ltd (SMM). Menurut perjanjian tersebut, VCL dan SMM akan mentransfer kepemilikan saham mereka sebanyak 14% secara proporsional kepada MIND ID. Transaksi ini diharapkan selesai pada tahun 2024.

KRAS

Unit usaha PT Krakatau Steel Tbk (KRAS) di sektor properti yakni PT Krakatau Sarana Properti (KSP) siap melakukan ekspansi ke Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara. Krakatau Sarana yang merupakan salah satu unit bisnis dari BUMN Krakatau Steel berupaya untuk melakukan ekspansi bisnis ke IKN Nusantara. Rencana bisnis yang diincar adalah logistik. Saat ini, pihaknya telah menunjuk salah satu perguruan tinggi sebagai konsultan peluang bisnis di IKN Nusantara. Nantinya, kajian tersebut menjadi dasar PT KSP melakukan investasi di area penunjang IKN.

GOOD

PT Garudafood Putra Putri Jaya Tbk (GOOD) atau Garudafood meresmikan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Atap di Pabrik Garudafood Sumedang, Jawa Barat yang berkapasitas 810-kilowatt peak (kWp).

GIAA

PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA) menanggapi informasi yang berkembang terkait ketentuan bagasi, terutama soal penggunaan smart luggage atau jenis koper bertenaga baterai di dalam penerbangan. Smart luggage yang diperbolehkan dibawa ke pesawat adalah yang memiliki spesifikasi removable battery.

Investasi Saham di Sini

SILO

PT Siloam International Hospitals Tbk (SILO), anak usaha PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR) di sektor layanan kesehatan, melanjutkan program skrining kanker payudara bertajuk SELANGKAH (SEmangat LAwan KANker) di 2024. Program yang digelar secara nasional tersebut diharapkan dapat menjangkau 25 ribu wanita.

MTLA

PT Metropolitan Land Tbk (MTLA) atau Metland siap mengembangkan proyek Metland Cikarang seluas 185 Hektare (Ha) dengan konsep eco living in harmony. Proyek tersebut sekaligus memperkuat posisi aset residensial perseroan yang pada 2011 telah mengembangkan proyek Metland Cibitung.

WSBP

PT Waskita Beton Precast Tbk (WSBP) mengincar nilai kontrak baru (NKB) Rp2,09 triliun pada 2024, naik 15-20% dari realisasi kontrak tahun lalu Rp1,74 triliun. Target tersebut akan dibarengi dengan program kerja strategis perseroan melalui optimalisasi aset perusahaan, pengembangan inovasi produk baru sesuai kebutuhan pasar, serta menjalankan transformasi bisnis yang ditunjukkan dari perbaikan manajemen operasional dan arus kas

MKAP

Perusahaan penambangan dan penggalian minyak dan gas, PT Multikarya Asia Pasifik Raya Tbk. (MKAP) berencana melakukan penawaran umum perdana saham atau initial public offering (IPO). MKAP akan melepas sebanyak-banyaknya 650 juta sahamnya atau setara 20% dari total modal ditempatkan dan disetor MKAP. Manajemen MKAP menjelaskan akan menawarkan 650 juta saham, dengan nilai nominal Rp50 per saham. Harga penawaran ini akan berkisar antara Rp105-Rp120 per saham. Dengan harga tersebut, jumlah penawaran umum berkisar Rp68,25 miliar sampai Rp78 miliar.

MEJA

PT Harta Djaya Karya Tbk (MEJA), perusahaan konsultasi desain, pelaksana konstruksi interior, dan pabrikasi furnitur, bersiap untuk melakukan penawaran umum perdana (IPO) dengan target dana sekitar Rp49,44 miliar. Emiten ini berencana melepas sekitar 25,03% dari total modal yang ditempatkan dan disetor perseroan, setara dengan 480 juta saham. PT MNC Sekuritas ditunjuk sebagai penjamin emisi efek untuk IPO ini. Dalam prospektus perusahaan, MEJA merinci rencananya untuk menawarkan saham dengan nilai nominal Rp20 per saham. Harga penawaran dipatok di kisaran Rp100-Rp103 per saham. Total dana yang diharapkan dapat tercapai berkisar Rp48 miliar hingga Rp49,44 miliar.

Investasi Saham di Sini

(AM)

***

Ingin berinvestasi aman di saham dan reksadana secara online yang diawasi OJK?

- Daftar jadi nasabah, klik tautan ini
- Beli saham klik tautan ini
- Beli reksadana, klik tautan ini
- Beli emas, klik tautan ini
- Download aplikasi Bareksa di App Store​
- Download aplikasi Bareksa di Google Playstore
- Belajar investasi, klik untuk gabung Komunitas Bareksa di Facebook. GRATIS

DISCLAIMER​​​​​

Disclaimer Ciptadana Sekuritas di Sini

Investasi saham mengandung risiko dan seluruhnya menjadi tanggung jawab pribadi. Bareksa membuat informasi ini dari materi dan sumber-sumber terpercaya, serta tidak dipengaruhi pihak manapun. Informasi ini bukan merupakan ajakan, ataupun paksaan untuk melakukan transaksi dan Bareksa tidak memberikan jaminan atas transaksi yang dilakukan.

Fitur Bareksa Emas dikelola oleh PT Bareksa Inovasi Digital, berkerja sama dengan Mitra Emas berizin.

Pilihan Investasi di Bareksa

Klik produk untuk lihat lebih detail.

Produk EksklusifHarga/Unit1 Bulan6 BulanYTD1 Tahun3 Tahun5 Tahun

Trimegah Dana Tetap Syariah

1.313,18

Up0,15%
Up3,81%
Up0,02%
Up5,82%
Up18,30%
-

Capital Fixed Income Fund

1.766,42

Up0,60%
Up3,41%
Up0,02%
Up7,32%
Up17,24%
Up43,22%

STAR Stable Income Fund

1.917,41

Up0,56%
Up2,94%
Up0,02%
Up6,33%
Up30,71%
Up60,33%

Syailendra Pendapatan Tetap Premium

1.753

Down- 0,46%
Up3,74%
Up0,01%
Up4,38%
Up18,76%
Up47,23%

Trimegah Dana Obligasi Nusantara

1.035,73

Down- 0,22%
Up1,77%
Up0,01%
Up2,68%
Down- 2,15%
-

Video Pilihan

Lihat Semua

Artikel Lainnya

Lihat Semua