Pasar Tunggu Pidato Ketua The Fed dan BI Rate Naik, Ini Strategi Robo Advisor Bareksa

Beberapa Anggota Dewan Gubernur Bank Sentral AS menyatakan tetap berkomitmen untuk menaikkan suku bunga acuan secara lebih agresif
Hanum Kusuma Dewi • 23 Aug 2022
cover

Ketua Dewan Gubernur The Federal Reserve, Jerome Powell. (Federal Reserve/Flickr)

Bareksa.com - Investor global tengah menunggu hasil pidato dari Ketua Bank Sentral Amerika Serikat (AS) Jerome Powell pada akhir pekan ini (26/8/2022) waktu AS, yang diprediksi akan memberikan gambaran kebijakan apa yang akan diambil ke depannya. Powell akan berbicara dalam konferensi bank sentral di Jackson Hole, Wyoming pada Jumat pekan ini. 

Menurut Tim Analis Bareksa, investor sebelumnya berekspektasi kenaikan suku bunga acuan AS pada September mendatang tidak setinggi pada bulan-bulan sebelumnya atau di angka 0,25 - 0,5%. Namun, beberapa Anggota Dewan Gubernur Bank Sentral AS menyatakan tetap berkomitmen untuk menaikkan suku bunga acuan secara lebih agresif ke depannya, dengan kenaikan 0,75%. 

The Fed telah menaikkan suku bunga acuan 0,75% jadi 2,25% - 2,5% pada Juli 2022. Kenaikan ini setelah sebelumnya pada Maret 2022, The Fed menaikkan suku bunga acuan 0,25%, kemudian Mei naik 0,5% dan Juni naik 0,75%. Kenaikan ini merupakan yang paling agresif sejak 1994. 

Di sisi lain, inflasi Negara Paman Sam sudah menunjukan penurunan ke level 8,5% pada Juli 2022 dan angka klaim pengangguran masih berada di level cukup baik. Investor melihat upaya Bank Sentral AS ke depannya akan mencoba menekan jumlah uang yang beredar dan konsumsi rumah tangga untuk meredam inflasi ke level 2-3% pada tahun depan. 

Baca juga : Sentimen Ekonomi Global Bayangi Pasar Modal, Ini Jurus Investasi Robo Advisor Bareksa

Suku Bunga BI Naik

Dari dalam negeri, Bank Indonesia (23/8/2022) juga memutuskan untuk menaikkan suku bunga acuan (BI-7 Day Reverse Repo Rate) dari sebelumnya 3,5% jadi 3,75%. Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI  pada 22-23 Agustus 2022 juga memutuskan untuk menaikkan suku bunga Deposit Facility  25 basis poin jadi 3%, dan suku bunga Lending Facility naik 25 bps jadi 4,5%. 

Kenaikan suku bunga BI ini merupakan yang pertama kali sejak Januari 2021, setelah BI-7 Day Reverse Repo Rate bertahan di 3,5% dalam 18 bulan terakhir. BI menyatakan keputusan penaikan suku bunga ini sebagai langkah pre-emptive dan forward looking untuk memitigasi risiko peningkatan inflasi inti dan ekspektasi inflasi akibat kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi dan inflasi volatile food, serta memperkuat kebijakan stabilisasi nilai tukar rupiah agar sejalan dengan nilai fundamentalnya, akibat tingginya ketidakpastian pasar keuangan global. 

Menurut Tim Analis Bareksa penaikan suku bunga acuan oleh BI untuk menjaga inflasi di level lebih terjaga, terutama inflasi inti akibat rencana kenaikan harga BBM non subsidi. Tim Analis Bareksa melihat fluktuasi pasar keuangan Tanah Air pekan ini masih akan cukup kuat, terutama di pasar saham. Hal ini karena investor khawatir jika Bank Sentral AS kembali menaikkan suku bunga acuannya secara lebih agresif, maka nilai tukar rupiah akan kembali melemah ke level Rp14.900 hingga Rp15.000 per dolar AS. 

Untuk pasar obligasi pekan ini, imbal hasil (yield) acuan Obligasi Negara kembali melemah ke level 7,19%. Tak hanya pasar obligasi Indonesia yang melemah, pasar obligasi AS juga tertekan dengan yield bergerak ke level 3% kemarin. Tim Analis Bareksa menilai tekanan pasar yang terjadi saat ini bersifat sementara dan investor masih akan mencermati data penting, seperti isu kenaikan harga BBM dalam waktu dekat. 

Di tengah gejolak pasar saat ini akibat sentimen kebijakan The Fed dan rencana kenaikan harga BBM, Investor dapat menemukan fleksibilitas dan diversifikasi portofolio investasi yang lebih baik dengan menggunakan Robo Advisor Bareksa. Sebab saat ini algoritma Robo Advisor Bareksa telah menurunkan ekspektasi di pasar saham, sehingga fluktuasi di pasar saham saat ini tidak berdampak signifikan terhadap kinerja seluruh profil risiko yang ada pada Robo Advisor Bareksa

Lihat juga : Saham Sektor Perbankan Melonjak Dorong Cuan Robo Advisor Bareksa Melesat

Robo Advisor Bareksa adalah

Robo Advisor Bareksa adalah robo advisor pertama di Indonesia yang mendapatkan lisensi sebagai penasihat investasi dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) RI. Izin ini dituangkan dalam Keputusan Dewan Komisioner OJK No. KEP-17/D.04/2021 tentang Pemberian Izin Usaha Penasihat Investasi Kepada PT Bareksa Portal Investasi tertanggal 20 April 2021.

Robo advisor adalah konsultan finansial yang memberikan saran investasi digital dan mengelola portofolio investasi investor dengan menggunakan algoritma khusus yang dibangun dengan teknologi terdepan. Robo advisor juga merupakan salah satu fasilitas yang sering digunakan dalam dunia investasi terutama di Amerika Serikat. Namun kini Bareksa telah menghadirkan robo advisor pertama yang berlisensi OJK. 

Keunggulan robo advisor yang dikembangkan Bareksa, ialah fitur ini menyediakan layanan perencanaan investasi otomatis, didukung oleh algoritma teori portofolio modern dan juga pengawasan manusia. Dengan pengawasan manusia inilah membuat Robo Advisor Bareksa bekerja sesuai dengan kondisi pasar terkini. 

Simak juga : Bingung Lihat Arah Pasar dan Mau Investasi Apa? Cek Robo Advisor Bareksa

Promo Robo Advisor Bareksa

Buat Smart Investor  pengguna fitur Robo Advisor Bareksa, sedang ada promo berhadiah voucher reksadana senilai Rp100.000 untuk investor setia dan Rp50.000 untuk investor baru yang berinvestasi reksadana memakai fitur Robo di aplikasi Bareksa.

Tertarik? Catat minimal pembelian dan kode promonya berikut ini

Investor Baru Robo Advisor Bareksa

- Hadiah voucher reksadana Rp50.000
- Untuk 100 pemenang
- Minimal transaksi pertama Rp500.000
- Kode promo : COMBOAGS50 

Investor Setia Robo Advisor Bareksa :

- Hadiah voucher reksadana Rp100.000
- Untuk 50 pemenang
- Minimal transaksi Rp1.000.000
- Kode promo : COMBOAGS100

Syarat dan Ketentuan Promo COMBO Agustus 2022 :

1. Periode promo berlaku dari tanggal 2 - 31 Agustus 2022
2. Promo ini berlaku untuk pembelian reksadana melalui Robo Advisor Bareksa menggunakan metode pembayaran apa saja dengan memasukkan kode promo yang dipilih
3. Program promo tidak berlaku untuk karyawan Bareksa
4. Dana tidak boleh dicairkan hingga 30 September 2022
5. Smart Investor dengan pembelian tercepat dan memenuhi holding period serta masuk kuota berhak memenangkan hadiah
6. Satu nasabah hanya berhak memenangkan satu jenis hadiah pada program promo dalam satu periode selama kuota tersedia
7. Hadiah promo akan diberikan sesuai dengan level yang tercatat saat ini.
8. Pengumuman pemenang tanggal 19 Oktober 2022 melalui akun media sosial Bareksa dan email kepada pemenang tersebut
9. Hadiah atas promo ini tidak dapat diuangkan dan dipindahtangankan
10. Keputusan Bareksa menentukan pemenang atas promo ini bersifat mutlak dan tidak dapat diganggu gugat
11. Seluruh pajak hadiah atas promo ini akan ditanggung Bareksa
12. Bareksa berhak untuk membatalkan pemenang atas hadiah dari promo ini jika pemenang nasabah terbukti melakukan kecurangan, pelanggaran terhadap hukum sehubungan dengan keikutsertaannya dalam promo ini atau tidak dapat dihubungi

Ayo gunakan fitur Robo Advisor Bareksa. Investasi mudah, berpeluang cuan, sekaligus bisa raih hadiah. 

Lihat juga : Strategi Robo Advisor Bareksa Hadapi Fluktuasi Pasar Agar Investor Cuan Optimal

(Sigma Kinasih/Ariyanto Dipo Sucahyo/AM)

***

Ingin berinvestasi aman di emas dan reksadana secara online yang diawasi OJK?

- Daftar jadi nasabah, klik tautan ini
- Beli reksadana, klik tautan ini
- Beli emas, klik tautan ini
- Download aplikasi reksadana Bareksa di App Store​
- Download aplikasi reksadana Bareksa di Google Playstore
- Belajar reksadana, klik untuk gabung Komunitas Bareksa di Facebook. GRATIS

DISCLAIMER

Kinerja masa lalu tidak mencerminkan kinerja di masa mendatang. Investasi reksadana mengandung risiko. Investor wajib membaca dan memahami prospektus dan fund fact sheet dalam berinvestasi reksadana.