Sinyal Potensi Resesi AS Kembali Muncul, Begini Strategi Robo Advisor Bareksa

Berdasarkan data historis, sinyal tersebut biasanya akan menimbulkan resesi ekonomi dalam 6-12 bulan ke depan
Abdul Malik • 04 Apr 2022
cover

Ilustrasi Robo Advisor Bareksa yang sedang menyesuaikan portofolionya dengan kondisi pasar terkini. (Shutterstock)

Bareksa.com - Investor global kembali memantau sentimen dari Amerika Serikat, yakni terkait pembalikan kurva imbal hasil (inverted yield curve), di mana imbal hasil (yield) Obligasi Pemerintah Negara Paman Sam tenor 2 tahun lebih tinggi dibandingkan tenor 10 tahun. 

Berdasarkan data historis, sinyal tersebut biasanya akan menimbulkan resesi ekonomi dalam 6-12 bulan ke depan. 

Sebelumnya, inverted yield curve muncul pada September 2019, yang kemudian pada 2020 terjadi resesi akibat pandemi Covid-19. Pada April 2007, inverted yield curve juga muncul dan diikuti Global Financial Crisis atau krisis finansial global pada 2018.

Menurut analisis Bareksa, munculnya pembalikan kurva imbal hasil obligasi AS diproyeksikan akan meningkatkan risiko global. Sebab AS merupakan salah satu kekuatan ekonomi terbesar dunia. Sehingga apabila resesi terjadi, maka hal tersebut akan memperlambat pertumbuhan dan perbaikan ekonomi global saat ini yang masih tertekan akibat konflik Rusia dan Ukraina. 

Di sisi lain, investor global juga berpotensi mengalihkan dana investasinya ke negara berkembang seperti Indonesia yang masih memiliki fundamental yang baik, serta potensi pertumbuhan ekonomi yang cukup kuat tahun ini.

Strategi Robo Advisor Bareksa 

Analisis Bareksa melihat kuatnya fundamental ekonomi nasional akan membuat capital inflow (arus dana asing masuk) masih akan berpotensi masuk ke pasar saham dan pasar obligasi Indonesia, sehingga kinerja reksadana saham dan pendapatan tetap diproyeksikan masih akan positif hingga 6 - 12 bulan ke depan. 

Dengan perkembangan situasi tersebut, Robo Advisor Bareksa  akan melakukan penyesuaian alokasi aset investor, apabila terjadi perubahan yang signifikan pada kondisi pasar. Sehingga potensi risiko yang akan timbul tetap dapat diminimalisir.

Baca : Suku Bunga Dolar AS akan Naik Lebih Agresif, Begini Strategi Robo Advisor Bareksa

Robo Advisor Bareksa adalah

Robo Advisor Bareksa adalah robo advisor pertama di Indonesia yang mendapatkan lisensi sebagai penasihat investasi dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) RI. Izin ini dituangkan dalam Keputusan Dewan Komisioner OJK No. KEP-17/D.04/2021 tentang Pemberian Izin Usaha Penasihat Investasi Kepada PT Bareksa Portal Investasi tertanggal 20 April 2021.

Robo advisor adalah konsultan finansial yang memberikan saran investasi digital dan mengelola portofolio investasi investor dengan menggunakan algoritma khusus yang dibangun dengan teknologi terdepan. Robo advisor juga merupakan salah satu fasilitas yang sering digunakan dalam dunia investasi terutama di Amerika Serikat. Namun kini Bareksa telah menghadirkan robo advisor pertama yang berlisensi OJK. 

Keunggulan robo advisor yang dikembangkan Bareksa, ialah fitur ini menyediakan layanan perencanaan investasi otomatis, didukung oleh algoritma teori portofolio modern dan juga pengawasan manusia. Dengan pengawasan manusia inilah membuat Robo Advisor Bareksa bekerja sesuai dengan kondisi pasar terkini. 

Baca : Begini Jeroan Mandiri Investa Dana Utama, Reksadana Pendapatan Tetap Pilihan Robo Advisor Bareksa

Promo Robo Advisor Bareksa

Smart investor ingin memilih dan menghitung alokasi investasi di reksadana yang cocok dengan profil risiko? Ayo gunakan fitur Robo Advisor Bareksa di aplikasi Bareksa

Buat smart investor yang baru mau mencoba, atau sudah rutin menggunakan fitur Robo Advisor Bareksa, sedang ada promo berhadiah OVO Point senilai Rp30.000 untuk investor setia dan Rp50.000 untuk investor baru yang berinvestasi reksadana memakai fitur Robo Advsior di aplikasi Bareksa.

Baca juga IHSG Cetak Rekor All Time High, Cuan Robo Advisor Bareksa Meroket

Tertarik? Catat minimal pembelian dan kode promonya ya. 

Investor Baru Robo Advisor Bareksa 

  • Untuk 150 pemenang

  • Minimal transaksi pertama sebesar Rp300.000

  • Kode Promo: COMBOAPR300  

Investor Setia Robo Advisor Bareksa

  • Untuk 150 pemenang

  • Minimal transaksi sebesar Rp 500.000

  • Kode Promo: COMBOAPR500

Kalau sudah tahu kode promonya, simak juga syarat dan ketentuan berikut ini. 

Syarat dan Ketentuan Promo COMBO April 2022

1. Periode promo berlaku dari tanggal 4 - 30 April 2022.

2. Promo ini berlaku untuk pembelian reksadana melalui Robo Advisor Bareksa menggunakan metode pembayaran apa saja dengan memasukkan kode promo yang dipilih

3. Program promo tidak berlaku untuk karyawan Bareksa.

4. Dana tidak boleh dicairkan hingga 30 Mei 2022.

5. Pastikan Nomor HP yang digunakan pada aplikasi OVO harus sama dengan nomor yang terdaftar di Bareksa

6. Investor yang memenuhi persyaratan berhak memenangkan hadiah

7. Pengumuman pemenang tanggal 16 Juni 2022 melalui sosial media Bareksa dan email kepada pemenang tersebut. 

8. Hadiah atas promo ini tidak dapat diuangkan dan dipindah tangankan.

9. Keputusan Bareksa menentukan pemenang atas promo ini bersifat mutlak dan tidak dapat diganggu gugat.

10. Seluruh pajak hadiah atas promo ini akan ditanggung Bareksa.

11. Bareksa memiliki hak untuk dapat membatalkan pemenang atas hadiah dari promo ini jika pemenang nasabah terbukti melakukan kecurangan, pelanggaran terhadap hukum sehubungan dengan keikutsertaannya dalam promo ini atau tidak dapat dihubungi.

Ayo gunakan fitur Robo Advisor Bareksa. Investasi mudah sekaligus bisa raih hadiah. 

Baca juga : Keputusan The Fed Sesuai Ekspektasi Pasar, Ini Strategi Investasi Robo Advisor Bareksa

(Sigma Kinasih/Ariyanto Dipo Sucahyo/AM)

***

Ingin berinvestasi aman di emas dan reksadana secara online yang diawasi OJK?

- Daftar jadi nasabah, klik tautan ini
- Beli reksadana, klik tautan ini
- Beli emas, klik tautan ini
- Download aplikasi reksadana Bareksa di App Store​
- Download aplikasi reksadana Bareksa di Google Playstore
- Belajar reksadana, klik untuk gabung Komunitas Bareksa di Facebook. GRATIS

DISCLAIMER

Kinerja masa lalu tidak mencerminkan kinerja di masa mendatang. Investasi reksadana mengandung risiko. Investor wajib membaca dan memahami prospektus dan fund fact sheet dalam berinvestasi reksadana.