SR018T3 Jatuh Tempo Hari Ini, Peluang Reinvestasi ke SR024 Imbal Hasil hingga 5,9%
SR018T3 jatuh tempo 10 Maret 2026. Simak opsi melanjutkan investasi di Sukuk Ritel SR024 dengan kupon tetap hingga 5,9% per tahun.

SR018T3 jatuh tempo 10 Maret 2026. Simak opsi melanjutkan investasi di Sukuk Ritel SR024 dengan kupon tetap hingga 5,9% per tahun.
Bareksa - Investor Sukuk Ritel SR018T3 hari ini, 10 Maret 2026, resmi menerima pengembalian pokok investasi karena seri tersebut telah jatuh tempo setelah 3 tahun. Momentum ini membuat banyak investor mulai mempertimbangkan ke mana dana tersebut akan dialihkan selanjutnya.
Di tengah kondisi pasar yang masih bergejolak, salah satu instrumen yang kembali tersedia adalah Sukuk Ritel SR024, yang menawarkan imbal hasil tetap hingga 5,9% per tahun dan dibayarkan setiap bulan.
Lalu apa yang terjadi, mengapa penting bagi investor SR018T3, dan apa langkah yang bisa dipertimbangkan setelah dana kembali? Berikut penjelasannya.
Promo Terbaru di Bareksa
SR018T3 Resmi Jatuh Tempo Setelah 3 Tahun
Sukuk Ritel SR018 merupakan SBN syariah yang diterbitkan pemerintah pada Maret 2023 dengan dua pilihan tenor, yakni 3 tahun dan 5 tahun.
Seri SR018T3 kini telah mencapai jatuh tempo pada 10 Maret 2026, sehingga pemerintah mengembalikan 100% pokok investasi kepada investor.
Data Penting SR018T3
Keterangan | Nilai |
|---|---|
Seri | SR018T3 |
Kupon | 6,25% per tahun (fixed) |
Tenor | 3 tahun |
Jatuh tempo | 10 Maret 2026 |
Total penjualan SR018 | Rp21,49 triliun |
Jumlah investor | 58.472 investor |
Sumber: Kementerian Keuangan
Antusiasme masyarakat terhadap SR018 cukup tinggi saat penawaran berlangsung pada 3–29 Maret 2023. Total penjualan kedua tenor mencapai Rp21,49 triliun.
Antusiasme Investor SR018 Cukup Tinggi
Selain nilai penerbitan yang besar, SR018 juga mencatat beberapa pencapaian menarik dalam partisipasi investor ritel.
Profil Investor SR018
Kategori | Data Utama |
|---|---|
Jumlah investor | 58.472 investor |
Investor baru SBN | 18.490 investor |
Dominasi gender | Perempuan |
Range investasi terbanyak | Rp5 juta – Rp100 juta |
Profesi terbanyak | Pegawai swasta |
Sumber: Kemenkeu
Tingginya partisipasi ini menunjukkan semakin banyak masyarakat yang mulai beralih dari saving society menjadi investment society, termasuk melalui instrumen syariah.
Pasar Keuangan Masih Bergejolak
Momentum jatuh tempo SR018T3 datang di tengah kondisi pasar global yang masih penuh ketidakpastian.
Ketegangan geopolitik global, kenaikan harga energi, serta volatilitas pasar saham membuat banyak investor kembali mencari instrumen investasi yang lebih stabil.
Di Indonesia, pasar saham juga mengalami tekanan. IHSG sempat turun lebih dari 9% dalam sepekan pada awal Maret 2026, menunjukkan volatilitas yang cukup tinggi.
Dalam situasi seperti ini, sebagian investor biasanya menyeimbangkan portofolio dengan instrumen yang menawarkan imbal hasil lebih stabil dan terprediksi.
SR024 Hadir sebagai Alternatif Investasi Syariah
Saat SR018T3 jatuh tempo, pemerintah juga sedang menawarkan Sukuk Ritel seri SR024 kepada masyarakat.
Instrumen ini juga berbasis syariah dan menawarkan kupon tetap hingga jatuh tempo.
Detail Sukuk Ritel SR024
Keterangan | SR024T3 | SR024T5 |
|---|---|---|
Tenor | 3 tahun | 5 tahun |
Kupon | 5,55% per tahun | 5,90% per tahun |
Pembayaran kupon | Setiap bulan | Setiap bulan |
Pajak kupon | 10% | 10% |
Minimal investasi | Rp1 juta | Rp1 juta |
Jadwal Penawaran SR024
Tahapan | Tanggal |
|---|---|
Masa penawaran | 6 Maret – 15 April 2026 |
Setelmen | 22 April 2026 |
Kupon pertama | 10 Mei 2026 |
Sumber: Kemenkeu
Kupon SR024 bersifat fixed rate, sehingga tidak berubah hingga jatuh tempo meskipun kondisi suku bunga di pasar berubah.
Imbal Hasil SR024 Masih Kompetitif
Selain stabil, imbal hasil SR024 juga dinilai cukup kompetitif dibandingkan beberapa instrumen lain.
Saat ini, bunga penjaminan deposito LPS sekitar 3,5%, dengan pajak bunga sebesar 20%. Sementara itu, kupon SR024 dikenakan pajak 10%, sehingga imbal hasil bersihnya bisa lebih tinggi.
Selain itu, selisih imbal hasil terhadap suku bunga acuan juga masih menarik.
Perbandingan Imbal Hasil
Instrumen | Imbal Hasil | Pajak |
|---|---|---|
Deposito | sekitar 3,5% | 20% |
SR024T3 | 5,55% | 10% |
SR024T5 | 5,90% | 10% |
Sumber: BI, LPS, Kemenkeu
Strategi Setelah SR018T3 Jatuh Tempo
Bagi investor yang sebelumnya memegang SR018T3, dana pokok investasi yang telah kembali dapat digunakan kembali sesuai dengan strategi keuangan masing-masing.
Beberapa investor memilih untuk:
mengalokasikan dana ke instrumen syariah lain
menyeimbangkan portofolio dengan investasi berisiko rendah
mencari instrumen dengan pendapatan rutin bulanan.
Dalam konteks tersebut, Sukuk Ritel SR024 dapat menjadi salah satu alternatif karena menawarkan kupon tetap, dijamin pemerintah, serta pembayaran imbalan setiap bulan.
Kesimpulan
Sukuk Ritel SR018T3 resmi jatuh tempo pada 10 Maret 2026, sehingga investor menerima kembali pokok investasi setelah 3 tahun. Di tengah kondisi pasar yang masih bergejolak, sebagian investor mulai mempertimbangkan pengalihan dana ke instrumen yang lebih stabil.
Salah satu pilihan yang tersedia saat ini adalah Sukuk Ritel SR024, yang menawarkan imbal hasil tetap hingga 5,9% per tahun, pembayaran kupon bulanan, serta jaminan dari pemerintah.
FAQ
1. Apa yang terjadi ketika SR018T3 jatuh tempo?
Investor menerima kembali 100% pokok investasi ke rekening yang terdaftar.
2. Apakah investor SR018T3 otomatis membeli SR024?
Tidak. Investor perlu melakukan pemesanan baru jika ingin berinvestasi di SR024.
3. Apakah SR024 bisa dijual sebelum jatuh tempo?
Bisa, setelah melewati masa minimum holding period.
4. Siapa yang bisa membeli SR024?
Individu Warga Negara Indonesia yang memiliki akun pada mitra distribusi resmi SBN Ritel, salah satunya Super App Investasi Bareksa.
Investasi di Aplikasi SBN Ritel Terbaik - Bareksa
Bareksa adalah pioneer aplikasi investasi SBN resmi yang memudahkan pembelian obligasi negara seperti ORI, SR, ST, dan SBR. Kamu dapat membandingkan imbal hasil, memahami risiko, dan mengikuti jadwal penerbitan dengan jelas. Cocok untuk investor yang mencari investasi aman dengan dukungan negara, semuanya tersedia dalam satu aplikasi investasi terpercaya.
(Christian Halim/Rahmat Hidayat/AM)
Tentang Penulis
*Rahmat Hidayat adalah Investment Specialist Bareksa dengan
pengalaman lebih dari 7 tahun di bidang investasi dan produk finansial
digital. Ia aktif mengembangkan produk pasar modal dan memberikan
edukasi keuangan kepada masyarakat, serta memegang lisensi WPPE.
*Abdul Malik adalah Managing Editor Bareksa dengan pengalaman lebih dari 20 tahun di jurnalisme pasar modal. Memegang lisensi WPPE, ia fokus pada analisis pasar modal, investasi, dan edukasi keuangan, serta merupakan peraih beberapa fellowship internasional.
***
DISCLAIMER
Investasi mengandung risiko dan seluruhnya menjadi tanggung jawab pribadi. Bareksa membuat informasi ini dari materi dan sumber-sumber terpercaya, serta tidak dipengaruhi pihak manapun. Informasi ini bukan merupakan ajakan, ataupun paksaan untuk melakukan transaksi dan Bareksa tidak memberikan jaminan atas transaksi yang dilakukan.
Pilihan Investasi di Bareksa
Klik produk untuk lihat lebih detail.
| Produk Eksklusif | Harga/Unit | 1 Bulan | 6 Bulan | YTD | 1 Tahun | 3 Tahun | 5 Tahun |
|---|---|---|---|---|---|---|---|
Trimegah Dana Obligasi Nusantara autodebet | 1.210,5 | ||||||
Syailendra Sharia Fixed Income Fund Kelas A | 1.167,33 | - | - | ||||
STAR Stable Amanah Sukuk autodebet | 1.196,38 | - | - | ||||
Eastspring Syariah Mixed Asset Fund Kelas A | 1.046,92 | - | - | - |
Produk Belum Tersedia
Ayo daftar Bareksa SBN sekarang untuk bertransaksi ketika periode pembelian dibuka.
