BeritaArrow iconReksadanaArrow iconArtikel

Anti Investasi Bodong! Ini Cara Cuan Menumbuhkan Kekayaan ala CEO MAMI

Hanum Kusuma Dewi16 April 2024
Tags:
Anti Investasi Bodong! Ini Cara Cuan Menumbuhkan Kekayaan ala CEO MAMI
Afifa, President Director & CEO Manulife Aset Manajemen Indonesia (MAMI). (dok. perusahaan)

Pertimbangkan untuk berinvestasi pada produk yang memberikan pembagian hasil investasi (PHI) setiap bulan

Bareksa.com - Kebanyakan orang ingin aset atau kekayaannya berkembang. Tidak sedikit yang ingin asetnya bertumbuh dengan cepat, hingga terkadang melupakan prinsip kehati-hatian dan bahkan semakin banyak yang akhirnya terjebak investasi bodong. Di lain pihak, ada juga yang membuat perencanaan untuk masing-masing tujuan keuangannya secara hati-hati dalam rangka mengembangkan kekayaannya.

Afifa, CEO & Presiden Direktur PT Manulife Aset Manajemen Indonesia (MAMI), mengatakan sebagai investor, sebaiknya Kamu tahu formula terbaik untuk mengembangkan kekayaan dengan benar. Sebab dalam membangun kekayaan, Kamu tidak hanya membutuhkan waktu, tetapi juga harus memanfaatkan kekuatan bunga majemuk (compound interest) atau bunga berbunga.

“Bunga majemuk merupakan salah satu faktor penting untuk mengembangkan kekayaan dalam jangka panjang. Efek penggabungan (compounding) bunga (interest) untuk kembali diinvestasikan bersama nilai investasi awal akan membuat uang kita tumbuh secara eksponensial seiring berjalannya waktu,” ungkap Afifa dalam keterangannya dikutip Selasa (16/4).

Promo Terbaru di Bareksa

Menurut Afifa, sedikitnya ada 2 hal penting yang mesti kamu perhatikan agar bisa menumbuhkan kekayaan dengan optimal.

1. Mulai sejak dini dan disiplin

Menumbuhkan kekayaan hampir sama halnya dengan menumbuhkan pohon, butuh waktu untuk menjadikannya besar. Waktu merupakan kunci utama untuk memaksimalkan manfaat bunga majemuk. Semakin panjang periode investasi kita, semakin besar pula potensi pertumbuhannya.

“Karena itu, saya selalu menyarankan investor untuk mulai berinvestasi sejak dini,” ujar Afifa.

Untuk menjadikan pohon tumbuh subur dan berbuah banyak, harus dilakukan penyiraman dan pemupukan secara rutin. Demikian pula halnya dalam investasi. Kamu harus disiplin berinvestasi secara rutin, misalnya setiap bulan (jumlahnya relatif sesuai kapasitas), untuk mendapatkan manfaat pertumbuhan aset yang maksimal dari bunga majemuk.

2. Pilih produk keuangan yang tepat

Ada beberapa produk keuangan yang memberikan bunga majemuk. Di perbankan, ada deposito ARO (automatic roll over) plus bunga. Ini merupakan deposito berjangka yang nilai pokok dan bunganya akan diperpanjang secara otomatis saat jatuh tempo.

Di pasar modal, ada reksadana dengan fitur pembagian hasil investasi (PHI). Reksadana dengan fitur PHI membagikan sebagian keuntungannya kepada investor yang dapat langsung diinvestasikan kembali ke dalam unit penyertaan reksa dana.

“Contohnya adalah reksadana Manulife Pendapatan Bulanan II (MPB II) yang membagikan PHI setiap bulan bagi setiap investornya,” kata dia.

Pertimbangkan untuk berinvestasi pada produk yang membagikan bunga (PHI) setiap bulan. Sebab, semakin sering bunga (PHI) digabungkan ke nilai investasi awal, semakin cepat pula kekayaan akan bertumbuh. Dalam jangka panjang, bunga majemuk akan membuat dana pokok investasi tumbuh secara eksponensial, bukan lagi linear.

Sebagai contoh, dana pokok Rp5 juta diinvestasikan selama 10 tahun dengan bunga 4% yang dibayarkan per tahun. Dengan bunga linear, dana pokok tersebut akan berkembang menjadi Rp7 juta. Dengan dana pokok dan durasi yang sama (Rp 5 juta diinvestasikan selama 10 tahun), serta PHI 4% per tahun yang dibagikan setiap bulan, dana pokok tersebut akan berkembang menjadi sekitar Rp7,5 juta jika menggunakan skema bunga majemuk.

Ilustrasi hasil investasi reksadana 10 tahun, Sumber: Bareksa.com
Ilustrasi hasil investasi reksadana 10 tahun, Sumber: Bareksa.com

“Potensi pertumbuhan eksponensial bunga majemuk bisa didapatkan oleh semua investor. Kuncinya, investor harus mulai investasi sejak dini, disiplin berinvestasi secara rutin, memilih produk investasi yang benar, menginvestasikan kembali bunga atau PHI yang dibagikan (jangan tergiur untuk membelanjakannya), dan memiliki horizon investasi yang panjang,” Afifa memaparkan.

Beli Reksadana, Klik di Sini

(AM)

***

Ingin berinvestasi aman di saham dan reksadana secara online yang diawasi OJK?

- Daftar jadi nasabah, klik tautan ini
- Beli saham klik tautan ini
- Beli reksadana, klik tautan ini
- Beli emas, klik tautan ini
- Download aplikasi Bareksa di App Store​
- Download aplikasi Bareksa di Google Playstore
- Belajar investasi, klik untuk gabung Komunitas Bareksa di Facebook. GRATIS

D​ISCLAIMER​​​​​

Kinerja masa lalu tidak menjamin kinerja masa depan. Investasi reksadana mengandung risiko. Investor wajib membaca dan memahami prospektus dan fund fact sheet dalam berinvestasi reksadana.

Pilihan Investasi di Bareksa

Klik produk untuk lihat lebih detail.

Produk EksklusifHarga/Unit1 Bulan6 BulanYTD1 Tahun3 Tahun5 Tahun

Capital Fixed Income Fund

1.775,36

Up0,54%
Up3,36%
Up0,03%
Up6,74%
Up17,31%
Up44,99%

Trimegah Dana Tetap Syariah

1.326,18

Up0,93%
Up4,25%
Up0,03%
Up5,89%
Up18,89%
-

STAR Stable Income Fund

1.925,85

Up0,48%
Up2,96%
Up0,02%
Up6,01%
Up29,39%
Up64,87%

I-Hajj Syariah Fund

4.822,06

Up0,51%
Up3,05%
Up0,02%
Up6,14%
Up21,89%
Up40,51%

Reksa Dana Syariah Syailendra OVO Bareksa Tunai Likuid

1.140,38

Up0,49%
Up2,80%
Up0,02%
Up4,93%
--

Video Pilihan

Lihat Semua

Artikel Lainnya

Lihat Semua