Cuan Reksadana Saham Manulife dan Bahana TCW Meroket, Ini Rahasianya

Manulife Saham Andalan dan ​Bahana Dana Prima mencetak return 2,64% dan 2,35% sehari
Abdul Malik • 14 Nov 2022
cover

Ilustrasi investasi di reksadana saham. (Shutterstock)

Bareksa.com – Berikut kinerja reksadana yang diperdagangkan di super app investasi atau aplikasi reksadana terbaik Bareksa dengan imbal hasil (return) tertinggi, beserta indeks acuannya periode sebulan terakhir (per 11 November 2022) :

Reksadana Saham

IHSG : 2,16%
Indeks Reksadana Saham : 1,46%
Schroder 90 Plus Equity Fund : 5,34%

Indeks Reksadana Saham Syariah : -0,02%
BNP Paribas Pesona Syariah : 2,36%

Reksadana Campuran​

Indeks Reksadana Campuran : 0,67%
Schroder Dynamic Balanced Fund : 5,29%

Indeks Reksadana Campuran Syariah : 0,19%
Schroder Syariah Balanced Fund : 2,28%

Reksadana Pendapatan Tetap

Indeks Reksadana Pendapatan Tetap : 0,23%
Eastspring Investments IDR High Grade Kelas A : 1,96%

Indeks Reksadana Pendapatan Tetap Syariah : 0,09%
Sucorinvest Sharia Sukuk Fund : 0,43%

Reksadana Pasar Uang

Benchmark :
- Bunga deposito sebelum pajak dengan dana kurang dari Rp100 juta dan tenor satu bulan :
> BCA : 0,258% per bulan
> Bank Mandiri : 0,292% per bulan
> BNI : 0,354% per bulan
> BRI : 0,396% per bulan

Indeks Reksadana Pasar Uang : 0,34%
Capital Money Market Fund : 0,40%

Indeks Reksadana Pasar Uang Syariah : 0,31%
Majoris Pasar Uang Syariah Indonesia : 0,36%

Ringkasan Informasi Pasar

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada 11 November 2022 naik 1,76% ke level 7.089,21. Berdasarkan data id.investing.com (diakses 11/11/2022 pukul 17.00 WIB) benchmark obligasi pemerintah tercatat turun ke level 7,2%

Di tengah kenaikan IHSG, di super app  investasi Bareksa terdapat dua reksadana saham yang mampu mencetak imbal hasil (return) 2,64% dan 2,35% sehari pada perdagangan 11 November 2022. Reksadana itu ialah Manulife Saham Andalan  dan Bahana Dana Prima.

Reksadana Manulife Saham Andalan yang dikelola oleh PT Manulife Aset Manajemen Indonesia, mencetak imbal hasil (return) 2,64% dalam sehari pada 11 November 2022. Berdasarkan fund fact sheet periode Oktober 2022, portofolio investasi reksadana ini ialah saham PT Adaro Energy Indonesia Tbk (ADRO), PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), PT Bank Mandiri Persero Tbk (BMRI), PT Bank Pan Indonesia Tbk (PNBN), PT Bank Rakyat Indonesia Persero (BBRI), PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO), PT M Cash Integrasi (MCAS), PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA), PT Panin Financial Tbk (PNLF) dan PT Telkom Indonesia Persero Tbk (TLKM).

Sedangkan reksadanaBahana Dana Prima yang dikelola oleh PT Bahana TCW Investment Management, mencetak imbal hasil (return) 2,35% dalam sehari pada 11 November 2022. Berdasarkan fund fact sheet periode Oktober 2022, portofolio investasi reksadana ini ialah saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI), PT Bukalapak.com Tbk (BUKA), PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk (INKP), PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS), PT Smartfren Telecom Tbk (FREN), PT Surya Citra Media Tbk (SCMA), PT Tambang Batubara Bukit Asam Tbk (PTBA), deposito berjangka SCB Overnite Prima dan PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk (TLKM).

Reksadana adalah wadah untuk menghimpun dana dari masyarakat pemodal (investor). Dana yang telah terkumpul tersebut nantinya akan diinvestasikan oleh manajer investasi ke dalam beberapa instrumen investasi seperti saham, obligasi,atau deposito.

Reksadana juga diartikan sebagai salah satu alternatif investasi bagi masyarakat pemodal, khususnya pemodal kecil dan pemodal yang tidak memiliki banyak waktu dan keahlian untuk menghitung risiko atas investasi mereka.

(Romainah/AM)

***

Ingin berinvestasi aman di emas dan reksadana secara online yang diawasi OJK?

- Daftar jadi nasabah, klik tautan ini
- Beli reksadana, klik tautan ini
- Beli emas,klik tautan ini
- Download aplikasi reksadana Bareksa di App Store​
- Download aplikasi reksadana Bareksa di Google Playstore
- Belajar reksadana, klik untuk gabung Komunitas Bareksa di Facebook. GRATIS

DISCLAIMER

Kinerja masa lalu tidak mencerminkan kinerja di masa mendatang. Investasi reksadana mengandung risiko. Investor wajib membaca dan memahami prospektus dan fund fact sheet dalam berinvestasi reksadana.