Produk Reksadana Berbasis Lingkungan, Kunci Investasi Masa Depan

Makin banyak produk berbasis ESG, termasuk green sukuk dan reksadana
Hanum Kusuma Dewi • 20 Dec 2021
cover

Ilustrasi investasi reksadana saham obligasi surat berharga negara yang berwawasan lingkungan yang digambarkan dengan uang koin receh di dalam beberapa toples wadah kaca dengan tanaman pohon hijau bertumbuh

Bareksa.com - Investasi berbasis ramah lingkungan (environment, social, governance/ESG) sedang ramai digalakkan untuk tujuan keberlangsungan lingkungan dan sosial. Kawasan Eropa dan Amerika telah lebih dulu mengimplementasikan investasi ESG, kemudian menyusul Asia. Sehingga, potensi investasi masa depan akan lebih besar peluangnya jika berbasis ESG, termasuk di reksadana.

Emisi karbon, penyebab perubahan iklim global yang dapat mengganggu keberlangsungan hidup manusia, diperkirakan naik sekitar 4,8 persen pada tahun 2021 setelah sebelumnya turun sebesar 5,8 persen pada tahun 2020 atau penurunan terbesar semenjak tahun 2009. 

Investasi berdasarkan ESG diperkirakan akan meningkat mencapai US$ 140,5 triliun pada tahun 2025 dengan Eropa dan Amerika menjadi penyumbang terbesar dalam investasi berbasis ESG.

Baca juga : Investasi Reksadana di Bareksa dapat OVO Poin dan Voucher GrabFood

Upaya Industri Jasa Keuangan

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengatakan dalam waktu dekat akan merilis Taksonomi Hijau sebagai upaya mempercepat program pembiayaan dengan prinsip berkelanjutan di sektor jasa keuangan. OJK sebelumnya juga menyampaikan minat investor terhadap produk ESG cukup besar. Sejumlah manajer investasi juga menyoroti penerapan prinsip sustainable investing yang dinilai memberikan pengaruh positif terhadap kinerja keuangan mereka.

Bursa Efek Indonesia telah meluncurkan Indeks ESG Leaders pada akhir 2020 yang dapat dijadikan acuan investor dalam alokasi portofolionya, termasuk di ​reksadana. Pada hari ini juga 20 Desember 2021, Bursa meluncurkan dua indeks saham ESG baru, yakni ESG Sector Leaders IDX Kehati dan Indeks ESG Quality 45 IDX Kehati.

Selain itu, tahun ini pemerintah juga telah menerbitkan sukuk berbasis lingkungan untuk investor ritel (green sukuk ritel) seri ​ST008 dengan nominal penjualan mencapai Rp5 triliun. Indonesia menginisiasi penerbitan ​green sukuk pertama untuk investor ritel pada seri Sukuk Tabungan ST006 pada tahun 2019. 

Melihat komitmen industri keuangan Indonesia terhadap implementasi ESG, investor dapat mempertimbangkan beberapa reksadana saham berikut yang dalam Top 10 portofolionya terdapat beberapa saham dari Indeks ESG Leaders.

Nama Produk Reksadana Saham & Indeks
Return 6 Bulan (%)*
Dana Kelolaan

Manulife Saham Andalan

5,96

Rp 2,6 triliun

BNP Paribas Sri Kehati

6,75

Rp 391 miliar

TRIM Kapital

6,93

Rp 142  miliar

*per 17 Desember 2021

Reksadana saham dan ​reksadana indeks saham cocok untuk investor agresif dengan profil risiko tinggi dan untuk tujuan investasi jangka panjang. Reksadana saham berisikan mayoritas aset  saham yang bisa berfluktuasi dalam waktu dekat tetapi berpotensi dalam jangka panjang. 

Baca Juga : Bareksa Raih Pendanaan Seri C dari Grab, Kukuhkan Sinergi Grab - Bareksa - OVO
(Ariyanto Dipo Sucahyo/Sigma Kinasih/hm) 

***

Ingin berinvestasi aman di reksadana online yang diawasi OJK?

- Daftar jadi nasabah, klik tautan ini
- Beli reksadana, klik tautan ini
- Download aplikasi reksadana Bareksa di App Store​
- Download aplikasi reksadana Bareksa di Google Playstore
- Belajar reksadana, klik untuk gabung Komunitas Bareksa di Facebook. GRATIS

DISCLAIMER​
Kinerja masa lampau tidak menjamin kinerja masa depan. Investasi reksadana mengandung risiko. Investor wajib membaca dan memahami prospektus dan fund fact sheet dalam berinvestasi reksadana.