BeritaArrow iconEmasArrow iconArtikel

Prediksi Harga Emas Menuju US$6.200 di Juni 2026? UBS Naikkan Target, JP Morgan: Reli Belum Usai!

Abdul Malik18 Februari 2026
Tags:
Prediksi Harga Emas Menuju US$6.200 di Juni 2026? UBS Naikkan Target, JP Morgan: Reli Belum Usai!
Ilustrasi UBS memproyeksikan harga emas bisa naik hingga US$6.200 per ons pada pertengahan tahun 2026. (Shutterstock)

Harga emas dunia di US$4.916 per ons. UBS proyeksikan tembus US$6.200, JP Morgan nilai reli belum selesai. Simak analisis lengkap dan prospek emas 2026.

Bareksa - Dominic Schnider dari UBS memproyeksikan harga emas dapat naik hingga US$6.200 per ons pada pertengahan tahun 2026. Kitco News (17/2) melaporkan, ini merupakan revisi besar.

Sebelumnya pada awal Januari, UBS hanya menargetkan US$5.000 per ons tahun ini.UBS menilai fundamental emas masih kuat meski pasar sempat volatil di akhir Januari.

Sementara itu, Warwick Smith, CEO American Pacific Mining, menyebut koreksi harga emas baru-baru ini bukan akhir tren naik, melainkan fase penyesuaian. Analis dari J.P. Morgan juga menyatakan reli emas lima tahun terakhir (naik lebih dari 170%) masih memiliki dasar yang kuat.

Promo Terbaru di Bareksa

Harga Emas Hari Ini

Mengutip Investing, harga emas spot dunia (XAU/USD) pada 18 Februari 2026 pukul 10.34 WIB berada di US$4.916,95 per ons.

Pergerakan harian:

  • 18/02/2026: +0,53%
  • 17/02/2026: -2,30%

Sementara harga emas dalam negeri di fitur Bareksa Emas:

  • Emas Treasury: Rp2.739.057/gram
  • Emas Pegadaian: Rp2.810.000/gram
  • Emas Indogold: Rp2.731.188/gram

Meski sempat terkoreksi tajam, emas kembali stabil mendekati level psikologis US$5.000 per ons.

Kenapa Emas Masih Punya Tenaga Naik?

Beberapa faktor utama pendorong harga emas:

1. Permintaan Bank Sentral

Pembelian emas oleh bank sentral meningkat tajam sejak 2022. Survei YouGov/World Gold Council menunjukkan:

  • 95% bank sentral memperkirakan cadangan emas global akan naik di 2025
  • Tidak ada yang memperkirakan penurunan,

China masih memiliki ruang besar menambah cadangan emas karena porsinya baru 8,6% dari total cadangan devisa.

2. Risiko Geopolitik dan Fragmentasi Global

Ketidakpastian global, konflik geopolitik, dan proteksionisme mendorong investor mencari aset aman (safe haven).

3. Suku Bunga Riil Lebih Rendah

Jika suku bunga riil AS turun, emas menjadi lebih menarik karena biaya peluang memegang emas ikut turun.

4. Defisit Fiskal dan Kekhawatiran Mata Uang

Utang dan defisit besar meningkatkan minat terhadap aset lindung nilai seperti emas.

Apa Artinya untuk Investor?

1. Emas masih relevan sebagai aset defensif

Di tengah ketidakpastian global, emas tetap menjadi lindung nilai inflasi dan pelemahan mata uang.

2. Volatilitas tetap ada

Koreksi tajam seperti Januari bisa terjadi lagi. Harga tidak naik lurus tanpa jeda.

3. Risiko tetap perlu diperhatikan

JP Morgan menyebut dua risiko utama:

  • Jika bank sentral berhenti membeli emas
  • Jika investor ritel keluar dari pasar

Namun saat ini, permintaan masih kuat.

4. Diversifikasi tetap penting

UBS menyarankan investor yang sudah punya banyak emas untuk mempertimbangkan komoditas lain seperti tembaga dan aluminium.

Prospek 2026: Masih Bullish?

JP Morgan memproyeksikan pembelian bank sentral rata-rata 585 ton per kuartal pada 2026. American Pacific menilai dunia juga kekurangan pasokan tembaga, yang memperkuat siklus komoditas jangka panjang.

Dengan kombinasi:

  • Permintaan resmi (bank sentral)
  • Permintaan investor
  • Risiko geopolitik
  • Potensi pelonggaran moneter

Reli emas dinilai belum selesai, meski jalannya tidak selalu mulus.

Kesimpulan

  • Harga emas stabil di sekitar US$4.900.
  • UBS menaikkan target ke US$6.200.
  • JP Morgan menilai reli belum berakhir.

Selama bank sentral masih membeli dan ketidakpastian global belum mereda, emas tetap berpotensi melanjutkan tren naik, meski diiringi volatilitas.

FAQ

1. Apa itu XAU/USD?
Kode perdagangan emas terhadap dolar AS di pasar global.

2. Apakah emas selalu naik saat suku bunga turun?
Tidak selalu, tetapi secara historis emas cenderung diuntungkan saat suku bunga riil menurun.

3. Apakah target US$6.200 pasti tercapai?
Itu proyeksi analis, bukan jaminan. Harga tetap bisa berubah sesuai kondisi pasar.

4. Apa beda emas fisik dan ETF emas?
Emas fisik berbentuk logam nyata, sedangkan ETF adalah instrumen investasi yang mengikuti harga emas tanpa perlu menyimpan fisik.

5. Apakah emas cocok untuk jangka pendek?
Emas lebih sering digunakan untuk lindung nilai dan diversifikasi jangka menengah hingga panjang.

Investasi di Aplikasi Jual - Beli Emas Terbaik - Bareksa

Bareksa merupakan pioneer aplikasi investasi emas yang praktis dan aman untuk membeli serta menyimpan emas secara digital. Kamu bisa memantau harga emas harian, melihat tren, dan menentukan waktu beli terbaik langsung dari aplikasi. Selain emas, Bareksa juga menyediakan reksa dana, SBN, dan saham, sehingga kamu bisa mengatur strategi investasi dalam satu super app berizin OJK sejak 2016.

Beli Emas di Sini

(AM)

*Abdul Malik adalah Managing Editor Bareksa dengan pengalaman lebih dari 20 tahun di jurnalisme pasar modal. Memegang lisensi WPPE, ia fokus pada analisis makro, riset investasi, dan edukasi keuangan, serta merupakan peraih beberapa fellowship internasional.

***

DISCLAIMER

Fitur Bareksa Emas dikelola oleh PT Bareksa Inovasi Digital, bekerja sama dengan Mitra Emas berizin.

Pilihan Investasi di Bareksa

Klik produk untuk lihat lebih detail.

Produk EksklusifHarga/Unit1 Bulan6 BulanYTD1 Tahun3 Tahun5 Tahun

Trimegah Dana Obligasi Nusantara

autodebet

1.213,94

Up0,29%
Up4,39%
Up0,62%
Up9,13%
Up19,80%
Up12,96%

Syailendra Sharia Fixed Income Fund Kelas A

1.166,19

Up0,56%
Up4,42%
Up0,95%
Up8,67%
--

STAR Stable Amanah Sukuk

autodebet

1.193,38

Up0,44%
Up3,68%
Up0,72%
Up8,60%
--

Eastspring Syariah Mixed Asset Fund Kelas A

1.052,99

Down- 0,36%
-
Up0,52%
---

Video Pilihan

Lihat Semua

Artikel Lainnya

Lihat Semua