Rekomendasi Saham Hari Ini 18 Februari 2026: BMRI, BUKA, INDF & SMGR, IHSG Berpeluang Menguat
Rekomendasi saham hari ini 18 Februari 2026 dari Ciptadana: BMRI, BUKA, INDF, dan SMGR untuk trading jangka pendek. IHSG diprediksi menguat dengan support 7.712–7.854 dan resistance 8.525

Rekomendasi saham hari ini 18 Februari 2026 dari Ciptadana: BMRI, BUKA, INDF, dan SMGR untuk trading jangka pendek. IHSG diprediksi menguat dengan support 7.712–7.854 dan resistance 8.525
Bareksa - Riset teknikal Ciptadana Sekuritas Asia merekomendasikan PT Bank Mandiri Tbk (BMRI), PT Bukalapak.com Tbk (BUKA), PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF), dan PT Semen Indonesia Tbk (SMGR) sebagai saham pilihan untuk trading jangka pendek hari ini, Rabu, 18 Februari 2026. Secara teknikal, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi bisa ditutup lebih tinggi.
1. BMRI: Beli Spekulatif di Rp5.075
Saham BMRI diperdagangkan tanpa perubahan dan ditutup di harga Rp5.075 (13/2). Saat ini BMRI sedang dalam fase pemulihan jangka menengah setelah sebelumnya memantul kuat dari area support utama Rp4.010–3.990.
Pergerakan harga sudah membentuk pola titik terendah yang lebih tinggi (tanda tren mulai membaik) dan sekarang sedang bergerak mendatar (konsolidasi) di area Rp5.000–5.075, tepat di bawah batas atas penting (resistance) di Rp5.200.
Promo Terbaru di Bareksa
Level Rp4.800 menjadi batas bawah terdekat (support), sementara Rp4.990 sebelumnya merupakan area tekanan jual (supply).
Jika harga berhasil menembus dan bertahan di atas Rp5.200, maka peluang kenaikan akan semakin kuat dan bisa membuka ruang kenaikan lebih lanjut.
Rekomendasi: Beli spekulatif di Rp4.950 dengan target ambil untung di Rp5.200.
2. BUKA: Beli Spekulatif di Rp149
Saham BUKA naik 0,68% dan ditutup di harga Rp149 (13/2). Namun secara umum, BUKA masih berada dalam tren turun, terlihat dari garis tren menurun sejak puncak Rp198 dan pola puncak yang makin rendah (lower high).
Setelah sempat turun tajam ke Rp129, saham ini mengalami pantulan teknikal dan sekarang bergerak mendatar (konsolidasi) di area resistance Rp149–151, yang sebelumnya merupakan area support.
Area Rp151–159 menjadi zona tekanan jual (supply) yang penting. Sementara itu, support terdekat ada di sekitar Rp136 dan Rp129.
Rekomendasi: Beli spekulatif di Rp149 dengan batas cut loss di Rp139 dan target ambil untung di Rp160.
3. INDF: Beli Saat Harga Melemah di Rp6.550
Saham INDF turun 1,48% dan ditutup di harga Rp6.675 (13/2). Saat ini INDF sedang dalam tren turun koreksi setelah gagal bertahan di atas area resistance Rp8.500–8.800 dan membentuk pola puncak yang makin rendah (lower high).
Harga sempat memantul dari area support Rp6.200–6.550, namun masih tertahan di bawah resistance Rp7.275. Ini menunjukkan tenaga kenaikan masih terbatas.
Level Rp6.550 menjadi support terdekat. Jika harga turun menembus 6.200, penurunan bisa berlanjut ke level yang lebih rendah.
Rekomendasi: Beli saat harga melemah di Rp6.550, dengan batas cut loss di Rp6.500 dan target ambil untung di Rp6.825.
4. SMGR: Beli Saat Harga Melemah di Rp2.890
Saham SMGR turun 5,94% dan ditutup di harga Rp3.010 (13/2). Sebelumnya, SMGR sempat memantul tajam dari area support utama Rp2.140–2.380, lalu naik kuat hingga kembali ke atas Rp2.750.
Saat ini harga sedang menguji area resistance Rp3.000–3.020 (level Fibonacci 0,236), yang menjadi penghalang penting dalam jangka pendek.
Support terdekat ada di Rp2.890, lalu Rp2.750 sebagai dasar penting untuk jangka menengah.
Jika harga berhasil menembus dan bertahan di atas Rp3.020, maka peluang pemulihan akan semakin kuat dan berpotensi naik ke kisaran Rp3.270–3.410.
Rekomendasi: Beli saat harga melemah di Rp2.890, dengan batas cut loss di Rp2.820 dan target ambil untung di Rp3.150.
Highlight Pasar
Grafik Pergerakan Pasar
Sumber: Ciptadana Sekuritas
IHSG turun 53 poin (-0,64%) dan ditutup di level 8.212 (13/2). Pergerakan harian berada di kisaran tertinggi 8.252 dan terendah 8.171. Saham BBCA, TLKM, dan BREN menjadi penggerak utama pergerakan indeks.
Secara umum, IHSG masih berada dalam tren naik jangka menengah setelah sebelumnya memantul kuat dari level 5.883 dan membentuk pola puncak dan dasar yang makin tinggi (higher high dan higher low).
Namun, harga sempat gagal bertahan di atas area resistance 8.525 dan turun tajam hingga 7.482 sebelum akhirnya memantul kembali.
Saat ini indeks mencoba bertahan di atas zona support 7.854–7.712, yang menjadi area beli penting dalam jangka pendek.
Jika IHSG mampu kembali naik dan bertahan di atas 8.525, maka peluang naik kembali terbuka menuju puncak sebelumnya di sekitar 9.174. Sebaliknya, jika turun menembus 7.712, bisa terjadi koreksi lebih dalam menuju 7.482.
Indikator Stochastic sudah berada di area atas, yang menunjukkan momentum mulai pulih, tetapi dalam jangka pendek masih ada risiko pergerakan mendatar (konsolidasi) atau koreksi ringan. Secara teknikal IHSG berpeluang ditutup di level yang lebih tinggi hari ini (18/2).
Kesimpulan
Secara teknikal, IHSG masih dalam tren naik jangka menengah dan berpeluang ditutup lebih tinggi selama bertahan di atas area support 7.712–7.854.
BMRI dan SMGR menarik untuk peluang rebound, BUKA cocok untuk trading spekulatif, sementara INDF bisa dikoleksi saat melemah. Strategi disiplin dengan target dan cut loss tetap penting di tengah risiko konsolidasi jangka pendek.
FAQ
1. Apakah rekomendasi ini cocok untuk investor jangka panjang?
Fokus rekomendasi ini untuk trading jangka pendek berbasis teknikal, bukan investasi fundamental jangka panjang.
2. Apa arti beli spekulatif?
Artinya potensi untung ada, tetapi risikonya lebih tinggi sehingga wajib disiplin cut loss.
3. Mengapa IHSG bisa naik meski sebelumnya turun?
Karena tren jangka menengah masih naik dan indeks sedang bertahan di area support penting.
4. Seberapa penting level support dan resistance?
Sangat penting untuk menentukan area beli, target profit, dan batas risiko.
Investasi di Aplikasi Trading Saham Online Terbaik – Bareksa
Bareksa adalah pioneer aplikasi investasi saham yang dirancang untuk membantu investor mengambil keputusan lebih percaya diri. Dilengkapi data market, riset, dan analisis fundamental, kamu bisa memantau saham dan membandingkan kinerja emiten secara praktis. Dalam satu aplikasi, Bareksa juga menyediakan reksa dana, SBN, dan emas untuk strategi investasi yang lebih lengkap.
(AM)
Tentang Penulis
*Abdul Malik adalah Managing Editor Bareksa dengan pengalaman lebih dari 20 tahun di jurnalisme pasar modal. Memegang lisensi WPPE, ia fokus pada analisis makro, riset investasi, dan edukasi keuangan, serta merupakan peraih beberapa fellowship internasional.
***
DISCLAIMER
Disclaimer Ciptadana Sekuritas di Sini
Investasi saham mengandung risiko dan seluruhnya menjadi tanggung jawab pribadi. Bareksa membuat informasi ini dari materi dan sumber-sumber terpercaya, serta tidak dipengaruhi pihak manapun. Informasi ini bukan merupakan ajakan, ataupun paksaan untuk melakukan transaksi dan Bareksa tidak memberikan jaminan atas transaksi yang dilakukan.
Pilihan Investasi di Bareksa
Klik produk untuk lihat lebih detail.
| Produk Eksklusif | Harga/Unit | 1 Bulan | 6 Bulan | YTD | 1 Tahun | 3 Tahun | 5 Tahun |
|---|---|---|---|---|---|---|---|
Trimegah Dana Obligasi Nusantara autodebet | 1.214,3 | ||||||
Syailendra Sharia Fixed Income Fund Kelas A | 1.166,54 | - | - | ||||
STAR Stable Amanah Sukuk autodebet | 1.193,54 | - | - | ||||
Eastspring Syariah Mixed Asset Fund Kelas A | 1.053,56 | - | - | - |
Produk Belum Tersedia
Ayo daftar Bareksa SBN sekarang untuk bertransaksi ketika periode pembelian dibuka.
Produk Belum Tersedia
Ayo daftar Bareksa SBN sekarang untuk bertransaksi ketika periode pembelian dibuka.