Berita / SBN / Artikel

Terjual Rp5 Triliun, Ini 9 Capaian Green Sukuk Ritel ST008

Sejak 4 November 2021 diberlakukan sistem kuota harian yang dilakukan top up kuota setiap jam 8 pagi dan langsung habis terserap dalam 10 menit
Abdul Malik • 23 Nov 2021
cover

Ilustrasi investasi di SBN Ritel dan reksadana yang berwawasan pelestarian lingkungan, seperti Green Sukuk Ritel ST008 dan reksadana ESG. (Shutterstock)

Bareksa.com - Direktur Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko atas nama Menteri Keuangan, pada Senin (22/11/2021) mengumumkan penetapan hasil penjualan Green Sukuk Ritel - Sukuk Tabungan seri ST008. ​

"Total volume pemesanan pembelian ST008 yang telah ditetapkan adalah Rp5 triliun dengan jumlah investor sebanyak 14.337 orang," demikian disebutkan keterangan resmi Kementerian Keuangan.

ST008 mulai ditawarkan pada tanggal 1 November 2020 dan penawaran ditutup pada 17 November 2021. Kementerian Keuangan menilai minat investor yang sangat luar biasa menyebabkan target nasional ST008 sudah tercapai pada 15 November 2021, yaitu 2 hari sebelum masa penawaran ditutup, meskipun masih di tengah kondisi pandemi.

Besarnya minat investor ritel domestik terhadap ST008 tercermin dari total jumlah penawaran yang masuk pada dua hari pertama masa penawaran yang mencapai hampir Rp1,9 triliun.

Makanya, dengan mempertimbangkan tingginya minat investor pada periode awal penawaran ST008, sejak 4 November 2021 diberlakukan sistem kuota harian, yang dilakukan top up kuota setiap jam 8 pagi dan langsung habis terserap dalam 10 menit.

ST008 memberikan imbalan 4,8 persen (floating with floor) dengan setelmen pada 24 November 2021. Penerbitan ST008 ini bekerja sama dengan 30 mitra distribusi yang terdiri dari 2 bank umum syariah, 18 bank umum, 4 perusahaan efek, 3 perusahaan efek khusus dan 3 perusahaan finansial teknologi, termasuk salah satunya Bareksa.

"ST008 diterbitkan dengan format green, seluruh hasil penerbitan untuk pembiayaan proyek-proyek yang ramah lingkungan baik refinancing maupun new financing.ST008 merupakan bentuk komitmen dan kontribusi pemerintah dalam mengembangkan pasar keuangan syariah dan sekaligus membantu mengatasi dampak perubahan iklim," ungkap Kemenkeu.

Kementerian Keuangan menyebutkan penerbitan Green Sukuk Ritel- Sukuk Tabungan seriST008 didasarkan pada Green Bond/Sukuk Framework. Kerangka ini sudah dikembangkan dan diperluas menjadi Sustainable Development Goals (SDG) Government Securities Framework yang memasukkan aspek-aspek tambahan SDGs ke dalam framework, untuk mencakup tidak hanya sektor/proyek yang berkontribusi pada upaya mitigasi dan adaptasi perubahan iklim (green focus).

Tetapi juga fokus untuk kemajuan ekonomi biru (blue focus) dan social outcome yang positif (social focus). SDG Government Securities Framework tersebut telah mendapatkan Second Party Opinion (SPO) dari CICERO dan the International Institute for Sustainable Development (IISD) untuk memastikan framework tersebut telah sesuai dengan prinsip dan standar yang diakui secara global.

Karena itu, setelah penerbitan Green Sukuk, pemerintah wajib membuat annual impact report yang berisi perhitungan berapa kontribusi dari pembiayaan green project ini terhadap penurunan emisi karbon. Annual Impact Report yang sudah diterbitkan pemerintah sejak 2019 dapat diakses di website DJPPR Kemenkeu.

Proyek-proyek hijau yang dibiayai dari hasil penerbitan Green Sukuk Ritel seri ST008 berada di Kementerian Perhubungan dan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) untuk konektivitas perkeretaapian dan jaringan sumber daya air.

9 Capaian Penjualan ST008

Kementerian Keuangan menyebutkan ada 9 capaian atas penjualan ST008, sebagai berikut :

1. ST008 merupakan seri Sukuk Tabungan dengan tingkat imbalan terendah sepanjang penerbitan SBN Ritel, yakni 4,8 persen (floating with floor) per tahun. Hal ini sejalan dengan kebijakan pemerintah dalam upaya menurunkan yield dan menekan cost penerbitan SBN.

2. Jumlah investor ST008 sebanyak 14.337 investor merupakan yang terbanyak kedua sepanjang penerbitan SBSN Ritel non-tradable (setelah ST007 dengan 16.992 investor).

3. Investor baru ST008 sebanyak 2.776 investor dan didominasi oleh generasi millenial sebanyak 44,09 persen.

4. Seperti halnya pada ST006 dan ST007, volume pemesanan ST008 (41,56 persen) berada pada generasi baby boomers, sejumlah Rp2,08 triliun (41,56 persen), sedangkan dari sisi jumlah investor paling banyak berasal dari generasi X, yaitu 4.896 orang (34,14 persen) dari total investor.

5. Investor generasi Y/milenial yang membeli ST008 tercatat 4.831 orang, atau 33,7 persen dari total investor, dengan nominal pembelian Rp849,55 miliar, atau 16,99 persen dari total penjualan. Sementara itu, pembelian ST008 oleh investor generasi Z tercatat dilakukan oleh 152 investor (1,06 persen dari total investor) dengan nominal Rp38,95 miliar (0,78 persen dari total penjualan). Adapun rata-rata pembelian oleh investor generasi Z adalah Rp256,24 juta.

6. Nominal penjualan terbesar berasal dari provinsi DKI Jakarta, yaitu Rp2,15 triliun (43,06 persen dari total penjualan) dari 5.396 investor (37,64 persen dari total investor). Sementara itu, porsi penjualan ST008 di Wilayah Indonesia Timur adalah 0,8 persen dari total volume penjualan, dengan porsi investor sebanyak 0,58 persen dari total investor.

7. Pegawai swasta yang membeli ST008 sebanyak 4.853 orang (33,85 persen) mendominasi dari sisi jumlah investor. Sementara itu, Wiraswasta mendominasi dari sisi volume mencapai Rp1,57 triliun (31,49 persen). Adapun partisipasi investor ASN/TNI/Polri pada ST008 adalah Rp264,9 miliar (5,3 persen dari total penjualan) dengan jumlah investor 947 orang (6,6 persen dari total investor).

8. Rata-rata pemesanan ST008 adalah Rp348,75 juta. Jumlah investor yang membeli ST008 dengan nominal Rp1 juta sebanyak 486 investor, atau 3,39 persen dari total investor.

9. Inveestor atau Sahabat Sukuk yang setia membeli ST002-ST008 tercatat sebanyak 38 investor.

Kementerian Keuangan menyebutkan dalam pembiayaan APBN, pemerintah akan terus melakukan inovasi salah satunya melalui penerbitan SBN Ritel, yang dapat memberikan dampak langsung kepada masyarakat seperti Green Sukuk Ritel.

(Martina Priyanti/AM)

***

Ingin berinvestasi sekaligus bantu negara?

Dengan berinvestasi di SBN Ritel kita tidak hanya mendapatkan imbal hasil tetapi juga membantu pembiayaan anggaran untuk pembangunan negara.

Belum memiliki akun Bareksa tetapi ingin berinvestasi di SBN Ritel? Segera daftar melalui aplikasi Bareksa sekarang, gratis hanya dengan menyiapkan KTP dan NPWP (opsional).

Bagi yang sudah punya akun Bareksa untuk reksadana, lengkapi data berupa rekening bank untuk mulai membeli SBN Ritel di Bareksa. Bagi yang sudah pernah membeli SBR, ORI atau Sukuk di Bareksa sebelumnya, Anda bisa menggunakan akun di Bareksa untuk memesan SBN ritel seri berikutnya.

PT Bareksa Portal Investasi atau Bareksa.com adalah mitra distribusi resmi Kementerian Keuangan untuk penjualan Surat Berharga Negara (SBN) Ritel atau SBN Ritel secara online. Selain proses registrasi dan transaksi sangat cepat dan mudah, Anda juga dapat memantau investasi Anda dari mana saja dan kapan saja.