BI Diperkirakan Naikkan Suku Bunga ke 5% di RDG Mei 2026
Analis Ciptadana Sekuritas memperkirakan Bank Indonesia menaikkan BI Rate 25 bps ke 5,00% pada RDG Mei 2026 demi jaga stabilitas rupiah. Simak faktor pendukung dan analisis lengkapnya.

Analis Ciptadana Sekuritas memperkirakan Bank Indonesia menaikkan BI Rate 25 bps ke 5,00% pada RDG Mei 2026 demi jaga stabilitas rupiah. Simak faktor pendukung dan analisis lengkapnya.
Bareksa - Bank Indonesia dijadwalkan mengumumkan hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) Mei 2026 hari ini, Rabu 20 Mei 2026. Dalam risetnya (20/5), analis Ciptadana Sekuritas memperkirakan BI menaikkan BI Rate 25 basis poin (bps) dari 4,74% menjadi 5%, sejalan dengan konsensus pasar, sebagai respons atas tekanan eksternal yang masih berlanjut.
Beberapa faktor pendukung kenaikan ini antara lain:
Rupiah melemah 5,79% YtD ke Rp17.656 per dolar AS
Cadangan devisa turun ke US$146,2 miliar per April 2026, dari US$148,2 miliar pada Maret, terendah sejak Juli 2024
Tekanan global yang masih menantang mendorong BI prioritaskan stabilitas nilai tukar
Di sisi lain, inflasi tahunan turun signifikan ke 2,42% pada April 2026 dari 3,48% bulan sebelumnya, terendah sejak Agustus 2025 dan masih nyaman dalam kisaran target BI 1,5%–3,5%. Moderasi inflasi ini mengurangi urgensi kenaikan lebih agresif, sehingga kenaikan 25 bps dinilai lebih tepat dibanding 50 bps.
Promo Terbaru di Bareksa
Kesimpulan
Analis Ciptadana memperkirakan BI menaikkan suku bunga 25 bps ke 5,00% pada RDG Mei 2026 untuk jaga stabilitas rupiah, di tengah moderasi inflasi yang membatasi ruang kenaikan lebih agresif.
FAQ
1. Berapa proyeksi BI Rate hasil RDG Mei 2026?
Analis Ciptadana memperkirakan BI Rate naik 25 bps menjadi 5%.
2. Mengapa BI diperkirakan menaikkan suku bunga?
Untuk menjaga stabilitas rupiah yang melemah 5,79% YtD dan mempertahankan kepercayaan investor.
3. Bagaimana kondisi cadangan devisa Indonesia saat ini?
Turun ke US$146,2 miliar per April 2026, terendah sejak Juli 2024.
4. Apakah inflasi menjadi pertimbangan BI?
Ya. Inflasi turun ke 2,42% YoY, terendah sejak Agustus 2025, sehingga kenaikan 50 bps dinilai tidak perlu.
5. Apa dampak kenaikan BI Rate bagi investor?
Kenaikan suku bunga bertujuan memperkuat rupiah dan menjaga kepercayaan investor, namun dapat menekan likuiditas pasar dalam jangka pendek.
Investasi di Aplikasi Trading Saham Online Terbaik – Bareksa
Bareksa adalah pioneer aplikasi investasi saham yang dirancang untuk membantu investor mengambil keputusan lebih percaya diri. Dilengkapi data market, riset, dan analisis fundamental, kamu bisa memantau saham dan membandingkan kinerja emiten secara praktis. Dalam satu aplikasi, Bareksa juga menyediakan reksa dana, SBN, dan emas untuk strategi investasi yang lebih lengkap.
Tentang Penulis
*Abdul Malik
adalah Managing Editor Bareksa dengan
pengalaman lebih dari 20 tahun di
jurnalisme pasar modal. Memegang lisensi WPPE, ia fokus pada analisis
pasar modal, saham, reksadana, SBN, emas dan edukasi keuangan, serta
merupakan peraih
beberapa fellowship internasional.
***
DISCLAIMER
Investasi saham mengandung risiko dan seluruhnya menjadi tanggung jawab pribadi. Bareksa membuat informasi ini dari materi dan sumber-sumber terpercaya, serta tidak dipengaruhi pihak manapun. Informasi ini bukan merupakan ajakan, ataupun paksaan untuk melakukan transaksi dan Bareksa tidak memberikan jaminan atas transaksi yang dilakukan.
Pilihan Investasi di Bareksa
Klik produk untuk lihat lebih detail.
| Produk Eksklusif | Harga/Unit | 1 Bulan | 6 Bulan | YTD | 1 Tahun | 3 Tahun | 5 Tahun |
|---|---|---|---|---|---|---|---|
Trimegah Dana Obligasi Nusantara autodebet | 1.213,61 | ||||||
Syailendra Sharia Fixed Income Fund Kelas A | 1.170,31 | - | - | ||||
STAR Stable Amanah Sukuk autodebet | 1.203,29 | - | - | ||||
Eastspring Syariah Mixed Asset Fund Kelas A | 1.037,49 | - | - | - |
Produk Belum Tersedia
Ayo daftar Bareksa SBN sekarang untuk bertransaksi ketika periode pembelian dibuka.
