BeritaArrow iconPasar ModalArrow iconArtikel

Jumlah Investor Pasar Modal Tembus 6,43 Juta, Investor Reksadana Meroket 82,18 Persen

Abdul Malik14 Oktober 2021
Tags:
Jumlah Investor Pasar Modal Tembus 6,43 Juta, Investor Reksadana Meroket 82,18 Persen
Ilustrasi sejumlah investor memantau perkembangan pasar saham dan kinerja investasinya di reksadana dan SBN. (Shutterstock)

Investor reksadana mendominasi jumlah investor pasar modal yakni sebanyak 5,78 juta orang

Bareksa.com - Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) mencatat, jumlah investor pasar modal mencapai 6,43 juta orang pada September 2021. Jumlah ini meningkat 65,73 persen dibandingkan akhir 2020 yang mencapai 3,88 juta orang.

Investor reksadana mendominasi jumlah investor pasar modal, yakni sebanyak 5,78 juta orang atau meningkat 82,18 persen dari akhir 2020. Investor saham mencapai 2,9 juta orang dan investor surat berharga negara (SBN) mencapai 571,79 ribu. Investor saham dan SBN masing-masing meningkat 71,58 persen dan 24,2 persen dari akhir 2020.

Demografi Investor

Di lihat dari usia, investor berusia 30 tahun ke bawah mendominasi investor pasar modal, yaitu sebanyak 59,23 persen. Lalu, investor berusia 31-40 tahun berkontribusi 21,54 persen dan 41-50 tahun sebesar 10,69 persen. Namun dari nilai aset, investor yang berusia di atas 60 tahun mendominasi aset pasar modal, yakni mencapai Rp451,9 triliun, meskipun jumlah investornya hanya 3,13 persen dari total investor pasar modal.

Promo Terbaru di Bareksa

Dari sisi penghasilan, investor yang berpenghasilan Rp10-100 juta mendominasi pasar modal, yakni mencapai 52,49 persen. Tetapi dari nilai aset, investor dengan penghasilan Rp100-500 juta mendominasi pasar modal, yakni mencapai Rp193,07 triliun.

Kemudian, investor dengan pendidikan SMA ke bawah mendominasi pasar modal, yakni mencapai 55,97 persen. Sementara dilihat dari pekerjaan, investor yang berprofesi sebagai pegawai, baik pegawai swasta maupun pegawai negeri mendominasi pasar modal, yakni mencapai 33,66 persen.

Dari sisi wilayah, sebanyak 69,93 persen investor berlokasi di Pulau Jawa dengan total aset Rp3.441,5 triliun atau mencapai 96 persen dari total aset pasar modal. Investor paling sedikit berada di kawasan Maluku dan Papua, yakni hanya 0,96 persen investor dengan nilai aset Rp3,28 triliun.

Total aset di saham pada September 2021 mencapai Rp5.258,95 triliun. Investor domestik mendominasi dengan kepemilikan aset 58,42 persen dan investor asing sebesar 41,58 persen. Kepemilikan investor domestik meningkat dari akhir 2020 yang baru mencapai 56,85 persen.

Antusias Investor di Pasar Modal

Direktur Penilaian Perusahaan Bursa Efek Indonesia (BEI) I Gede Nyoman Yetna mengungkapkan, investor cukup antusias terhadap geliat yang terjadi di pasar modal tahun ini. Antusiasme ini terlihat dari indikator pasar modal yang bergerak positif pada 2021. Selain itu, terdapat sentimen positif terkait perkembangan ekonomi global maupun domestik, serta dukungan dan komitmen dari regulator-regulator terkait.

"Kondisi tersebut menjadi penting bagi pasar untuk dapat merespons secara positif segala aktivitas penggalangan dana melalui pasar modal Indonesia," ungkap dia belum lama ini.

Dari sisi indikator pasar modal, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada penutupan akhir 2020 masih berada pada level 5.979,07. Namun Pada penutupan perdagangan 11 Oktober 2021, IHSG telah menyentuh angka 6.459,69.

"Adanya tren positif pada beberapa indikator pasar modal mencerminkan kepercayaan masyarakat dalam melakukan penggalangan dana melalui pasar modal dinilai relatif baik," kata dia.

Ke depan, Nyoman berharap aktivitas penggalangan dana di pasar modal terus meningkat seiring pemahaman masyarakat dalam memanfaatkan pasar modal. Dia juga berharap para pelaku pasar dan pemangku kepentingan termasuk korporasi, dapat memanfaatkan pasar modal sesuai kebutuhannya.

(K09/AM)

***

Ingin berinvestasi aman di reksadana yang diawasi OJK?

- Daftar jadi nasabah, klik tautan ini
- Beli reksadana, klik tautan ini
- Download aplikasi reksadana Bareksa di App Store​
- Download aplikasi reksadana Bareksa di Google Playstore
- Belajar reksadana, klik untuk gabung Komunitas Bareksa di Facebook. GRATIS

DISCLAIMER​
Investasi reksadana mengandung risiko. Investor wajib membaca dan memahami prospektus dan fund fact sheet dalam berinvestasi reksadana.


Pilihan Investasi di Bareksa

Klik produk untuk lihat lebih detail.

Video Pilihan

Lihat Semua

Artikel Lainnya

Lihat Semua