Cara Memahami Profil Risiko Investor, Kamu Termasuk Tipe Mana?

Sebaiknya perlu mengetahui profil risiko agar dapat menemukan produk yang sesuai dengan karakter
Abdul Malik • 08 Oct 2021
cover

Ilustrasi investor pemula khawatir dan bingung melihat hasil investasinya. (Shutterstock)

Bareksa.com - Memahami profil risiko, menjadi salah satu kunci utama untuk bisa nyaman berinvestasi. Alasannya, dengan mengetahui profil risiko, Kamu yang investor pemula sekalipun, akan bisa memilih instrumen investasi dan produknya yang sesuai dengan karaktermu.

Nah, berikut tiga tipe investor yang dilansir dari berbagai sumber:

1. Konservatif (Penghindar Risiko/Risk Averse)

Tipe konservatif adalah tipe investor dengan profil risiko paling rendah. Investor tipe ini menginginkan investasi yang aman, tingkat imbal hasil (return) cenderung stabil, dan takut kalau investasi pokok berkurang.

Dengan kata lain, investor konservatif cenderung memilih jenis investasi yang stabil, berisiko rendah atau bahkan tidak ada risiko sama sekali. Biasanya, yang masuk dalam kategori konservatif adalah investor pemula yang baru saja tertarik untuk berinvestasi.

Tipe investor konservatif cocok untuk berinvestasi pada reksadana pasar uang. Alasannya, reksadana pasar uang memiliki tingkat risiko yang cukup rendah, dan sangat cocok untuk investor yang berinvestasi dengan tujuan jangka pendek.Investor tetap akan mendapatkan imbalan (return), dan tidak perlu khawatir akan fluktuasi harga yang ada di pasar modal.

2. Moderat

Tipe moderat adalah tipe investor dengan profil risiko sedang. Investor tipe moderat biasanya memiliki tujuan finansial jangka menengah, dan siap dengan tingkat returnyang fluktuasinya tidak signifikan, tetapi masih tidak terlalu berani mengambil risiko.

Investor bertipe moderat masih bisa menoleransirisiko dalam berinvestasi. Tetapi tidak untuk risiko yang tergolong besar. Intinya, investor dengan tipe moderat, masih tetap berhati-hati dalam memilih instrumen investasi yang aman. Meski demikian, adanya fluktuasi pada pasar modal saat berinvestasi pun sudah mulai dipahami pada investor jenis ini.

Tipe investor moderat, cocok untuk berinvestasi pada reksadana pendapatan tetap dan reksadana campuran.

3. Agresif (Penyuka Risiko/Risk Taker)

Tipe agresif adalah tipe investor dengan profil risiko yang tinggi. Investor dengan tipe agresif, sangat siap jika investasi pokoknya berkurang atau hilang demi imbal hasil yang juga tinggi.

Biasanya investor dengan tipe agresif adalah investor yang sudah berpengalaman. Tipe investor agresif adalah tipe investor yang sudah terbiasa terhadap fluktuasi harga pasar modal, bahkan terhadap fluktuasi yang tergolong ekstrim.

Selain itu, tipe investor agresif ini juga tidak takut untuk menaruh modal di instrumen investasi yang memiliki risiko tinggi, sehingga sangat cocok berinvestasi pada jenis reksadana saham.

Untuk diketahui, reksadana adalah wadah untuk menghimpun dana dari masyarakat pemodal (investor). Dana yang telah terkumpul tersebut nantinya akan diinvestasikan oleh manajer investasi ke dalam beberapa instrumen investasi seperti saham, obligasi, atau deposito.

rReksadanauga diartikan sebagai salah satu alternatif investasi bagi masyarakat pemodal, khususnya pemodal kecil dan pemodal yang tidak memiliki banyak waktu dan keahlian untuk menghitung risiko atas investasi mereka.

Sudah memahami Kamu termasuk tipe investor mana? Pastikan kembali jenis dan produk investasi yang kamu pilih sesuai dengan profil risiko ya.

(Martina Priyanti/AM)

**

Ingin berinvestasi aman di reksadana yang diawasi OJK?

- Daftar jadi nasabah, klik tautan ini
- Beli reksadana, klik tautan ini
- Download aplikasi reksadana Bareksa di App Store​
- Download aplikasi reksadana Bareksa di Google Playstore
- Belajar reksadana, klik untuk gabung Komunitas Bareksa di Facebook. GRATIS 

DISCLAIMER​
Investasi reksadana mengandung risiko. Investor wajib membaca dan memahami prospektus dan fund fact sheet dalam berinvestasi reksadana.