Ingin Investasi Senikmat Minum Es Campur? Coba Reksadana Campuran

Layaknya es campur, reksadana campuran terdiri dari berbagai bahan (efek) dalam portofolionya
Abdul Malik • 14 Apr 2021
cover

Ilustrasi es campur untuk menggambarkan investasi reksadana campuran

Bareksa.com - Kenikmatan es campur ada dalam investasi? Iya, dalam dunia investasi pasar modal (khususnya reksadana), ada satu jenis reksadana yang nama maupun kenikmatannya bila diibaratkan seperti es campur. Namanya adalah reksadana campuran.

Seperti kita ketahui, es campur terdiri atas berbagai macam isi, seperti kolang-kaling, alpukat, nangka, blewah, melon, rumput laut, cincau hitam, kelapa muda, susu, sirup dan lain-lain. Masing-masing isi itu bisa dijadikan es sendiri-sendiri dan tetap nikmat.

Nah layaknya es campur, reksadana campuran terdiri dari berbagai bahan (efek) dalam portofolionya. Seperti tertulis di laman Otoritas Jasa Keuangan (OJK), reksadana campuran adalah investasi yang menanamkan dananya di berbagai macam efek, antara lain saham, obligasi, dan pasar uang (deposito dan obligasi dengan jatuh tempo kurang dari setahun).

Artinya, kalau kita berinvestasi di reksadana campuran, pemasukan kita akan terdiri atas hasil pengelolaan dana di berbagai macam instrumen itu. Namun, instrumen tersebut juga punya wadah sendiri-sendiri di bidang investasi reksadana. Misalnya reksadana saham yang khusus mengalokasikan mayoritas dana investasinya di pasar saham.

Reksadana campuran sering direkomendasikan buat pemodal atau investor yang ingin berinvestasi dalam jangka waktu menengah hingga panjang (3 hingga di atas 5 tahun). Tak heran, reksadana campuran menjadi favorit, terutama bagi masyarakat yang baru mulai berinvestasi.

Hal tersebut dikarenakan risikonya yang tidak terlalu besar, tetapi imbal hasilnya cukup menjanjikan. Risiko investasi reksadana campuran dikatakan relatif lebih terdiversifikasi (terbagi-bagi), karena kebijakan investasinya yang fleksibel dan bisa menyesuaikan kondisi pasar.

Contohnya, kalau bursa saham lagi cenderung turun (bearish), maka investasi bisa lebih difokuskan pada instrumen obligasi atau pasar uang.Kemudian, jika bursa saham lagi cenderung naik (bullish), maka porsi investasi di saham bisa ditingkatkan.

Namun, dalam kasus seperti itu, kita melalui manajer investasi tidak bisa langsung mengalihkan seluruh investasi reksadana campuran ke pasar saham buat memetik keuntungan sebesar-besarnya, melainkan semua sesuai arahan kebijakan investasi dan kepiawaian masing-masing perusahaan manajer investasi dalam mengelola portofolionya.

Porsi Investasi Reksadana Campuran

Menurut aturan OJK, porsi investasi di reksadana campuran harus terbagi-bagi ke saham, obligasi, dan pasar uang. Porsi masing-masing instrumen itu maksimal 79 persen dari nilai aktiva bersih atau nilai dana yang kita investasikan dalam portofolio reksadana campuran tersebut.

Terkait dengan pembagian tersebut, ada peribahasa legendaris di dunia investasi yang mengatakan “jangan taruh semua telur dalam satu wadah” atau bahasa kerennya “don’t put all your eggs in one basket”. Sebab, kalau wadahnya jatuh, pecahlah semua telur-telur itu.

Maknanya, dana investasi sebaiknya tidak 100 persen ditempatkan di instrumen yang sama, dengan tujuan untuk berjaga-jaga jika instrumen itu performanya sedang jelek dan masih ada aset lain yang menopangnya. Investasi reksadana campuran sangat cocok dengan peribahasa tersebut.

Manajer investasi yang bertugas mengelola dana investasi kita bisa mengubah-ubah fokus investasi sesuai dengan situasi dan kondisi pasar saat itu. Kalau manajer investasinya jeli, bukan mustahil “telur” yang kita punya tidak muat ditaruh di satu wadah saja, alias dana investasi kita beranak-pinak, bahkan bercucu dan cicit.

Dengan melakukan investasi di reksadana campuran, artinya risiko investasi kita akan tersebar. Saat satu porsi instrumen aset menghasilkan kerugian, porsi instrumen aset lain bisa saja memberikan keuntungan yang besar. Hal itu juga berarti pemasukan dari jenis investasi ini tidak tetap, bergantung pada porsi instrumen yang dipilih manajer investasi.

Reksadana adalah wadah untuk menghimpun dana dari masyarakat pemodal (investor). Dana yang telah terkumpul tersebut nantinya akan diinvestasikan oleh manajer investasi ke dalam beberapa instrumen investasi seperti saham, obligasi, atau deposito.

Reksadana juga diartikan sebagai salah satu alternatif investasi bagi masyarakat pemodal, khususnya pemodal kecil dan pemodal yang tidak memiliki banyak waktu dan keahlian untuk menghitung risiko atas investasi mereka.

Sementara itu, reksadana campuran sendiri merupakan jenis reksadana yang mengalokasikan portofolionya pada saham, obligasi, dan pasar uang dengan proporsi yang berbeda dari reksadana saham, pendapatan tetap, maupun pasar uang.

Biasanya, proporsi dari saham dan obligasi lebih mendominasi reksadana ini. Reksadana campuran merupakan pilihan cocok bagi Anda yang memiliki profil risiko moderat hingga tinggi, karena bisa memberikan imbal hasil yang cukup menarik dalam jangka pendek hingga menengah dengan risiko sedang.

Namun demikian, apapun jenis reksadana yang dipilih, untuk kenyamanan berinvestasi, pastikan dulu tujuan keuangan dan profil risiko Anda.

(Martina Priyanti/AM)

***

Ingin berinvestasi aman di reksadana yang diawasi OJK?

- Daftar jadi nasabah, klik tautan ini
- Beli reksadana, klik tautan ini
- Pilih reksadana, klik tautan ini
- Belajar reksadana, klik untuk gabung di Komunitas Bareksa. GRATIS

DISCLAIMER​
Semua data kinerja investasi yang tertera di dalam artikel ini adalah kinerja masa lalu dan tidak menjamin kinerja di masa mendatang. Investor wajib membaca dan memahami prospektus dan fund fact sheet dalam berinvestasi reksadana.