Skema Burden Sharing Dorong Obligasi Menguat, Reksadana Ini Cemerlang

Benchmark obligasi pemerintah tercatat naik ke level 6,4 persen pada 24 Agustus 2021
Abdul Malik • 25 Aug 2021
cover

Logo Bank Indonesia di pagar gedung Bank Indonesia, Jakarta. Pemerintah mengumumkan akan melakukan kebijakan burden sharing, yakni kolaborasi antara pemerintah dengan Bank Indonesia untuk melakukan pembelian Surat Berharga Negara (SBN), dalam rangka pendanaan untuk program penanganan Covid-19. (shutterstock)

Bareksa.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tercatat mengalami penurunan terbatas pada perdagangan kemarin. Indeks saham Tanah Air pada perdagangan Selasa (25/8/2021) melemah 0,33 persen ditutup di level 6.089,5.

Pelemahan IHSG seiring pengumuman perpanjangan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) guna mengatasi pandemi Covid-19. Pemerintah memperpanjang PPKM Level 4, 3, dan 2 di Jawa-Bali hingga 30 Agustus mendatang. Sementara untuk PPKM di luar Jawa-Bali diperpanjang hingga 6 September 2021.

Meski begitu, dalam perpanjangan ini, pemerintah melakukan sejumlah pelonggaran secara bertahap. Perpanjangan PPKM Level 4, 3, dan 2 di Jawa-Bali diumumkan oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada Senin (23/8/2021) malam. Adapun perpanjangan PPKM di luar Jawa-Bali diumumkan oleh Menteri Koordiantor bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto.

Menurut analisis Bareksa, efek negatif jangka pendek dari perpanjangan PPKM sudah mulai terbatas karena investor melihat jika PPKM cukup berhasil menekan kasus harian Covid-19 dan pelaku pasar juga optimistis atas prospek pemulihan ekonomi nasional.

Seiring pelemahan IHSG, kinerja mayoritas reksadana indeks dan reksadana saham juga ikut melemah kemarin.

Di sisi lain, mayoritas harga obligasi mengalami penguatan setelah pemerintah mengumumkan akan melakukan kebijakan burden sharing, yakni kolaborasi antara pemerintah dengan Bank Indonesia untuk melakukan pembelian Surat Berharga Negara (SBN), dalam rangka pendanaan untuk program penanganan Covid-19.

Berdasarkan data id.investing.com (diakses 24/08/2021 pukul 17.00 WIB) benchmark obligasi pemerintah tercatat naik ke level 6,4 persen pada 24 Agustus 2021. Hal ini menjadi sentimen positif untuk pasar obligasi dan menopang kenaikan kinerja mayoritas reksadana pendapatan tetap.

Di tengah mulai terbatasnya pelemahan pasar saham dan penguatan pasar obligasi, investor dengan profil risiko agresif dan moderat bisa mempertimbangkan beberapa produk reksadana saham, reksadana indeks dan reksadana pendapatan tetap yang membukukan kinerja unggul.

Beberapa produk reksadana tersebut adalah :

Imbal Hasil Reksadana 1 Tahun (per 24 Agustus 2021)

Reksadana Saham

Sucorinvest Maxi Fund : 28,05 persen
Schroder Dana Istimewa : 17,76 persen

Reksadana Indeks

Principal Index IDX30 : -1,94 persen
BNP Paribas Sri Kehati : -3,56 persen

Reksadana Pendapatan Tetap

Eastspring Investments IDR High Grade Kelas A : 6,03 persen
Mandiri Investa Dana Obligasi Seri II : 6,3 persen

(Sigma Kinasih/AM)

​***

​​​Ingin berinvestasi aman di reksadana yang diawasi OJK?

- Daftar jadi nasabah, klik tautan ini
- Beli reksadana, klik tautan ini
- Download aplikasi reksadana Bareksa di App Store​
- Download aplikasi reksadana Bareksa di Google Playstore
- Belajar reksadana, klik untuk gabung Komunitas Bareksa di Facebook. GRATIS 

DISCLAIMER​
Investasi reksadana mengandung risiko. Investor wajib membaca dan memahami prospektus dan fund fact sheet dalam berinvestasi reksadana.