Pasar Saham & SBN Melemah, Investor Moderat dan Agresif Cek Reksadana Ini

Sentimen negatif yang membayangi kinerja indeks saham Tanah Air pekan lalu masih soal kenaikan kasus Covid-19 di tengah perpanjangan PPKM
Abdul Malik • 26 Jul 2021
cover

Ilustrasi Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat yang mempengaruhi kinerja pasar saham, SBN dan reksadana. (Shutterstock)

Bareksa.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menurun 0,58 persen pada akhir pekan lalu di level 6.101,69. Pelemahan IHSG, meskipun sempat menyentuh titik tertinggi sejak bulan Maret di level 6,166 pada akhir pekan lalu.

Menurut analisis Bareksa, sentimen negatif yang membayangi kinerja indeks saham Tanah Air pekan lalu masih soal kenaikan kasus Covid-19 di tengah perpanjangan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat yang menjadi perhatian investor.

Hal ini mendorong penurunan kinerja mayoritas reksadana saham maupun reksadana indeks. Sepanjang pekan ini yakni periode 26-30 Juli 2021, IHSG  diproyeksikan akan cenderung bergerak sideways (mendatar) di tengah minimnya sentimen positif.

Di sisi lain, akhir pekan lalu, harga obligasi pemerintah (Surat Berharga Negara/SBN) cenderung bergerak stagnan dengan pelemahan terbatas meskipun Bank Indonesia tetap mempertahankan suku bunga acuan di level 3,5 persen.

Imbal hasil acuan obligasi AS kembali mengalami kenaikan di level 1,27 setelah menyentuh titik terendah sejak bulan Februari di level 1.19. Hal ini turut mendorong pelemahan tipis dari sejumlah reksadana pendapatan tetap berbasis SBN.

Di tengah pelemahan IHSG dan pasar SBN, investor dengan profil risiko moderat dan agresif bisa mempertimbangkan beberapa produk reksadana saham, reksadana indeks, dan reksadana pendapatan tetap yang mencatatkan kinerja cemerlang.

Beberapa produk reksadana tersebut adalah :

Imbal Hasil Reksadana 1 Tahun (per 23 Juli 2021)

Reksadana Saham

Manulife Saham Andalan : 65,75 persen
Eastspring Investments Value Discovery Kelas A : 29,45 persen

Reksadana Indeks

Principal Index IDX30 : 0,45 persen
BNP Paribas Sri Kehati : 1,27 persen

Reksadana Pendapatan Tetap

Batavia Dana Obligasi Ultima : 5,04 persen
Schroder Dana Andalan II : 1,08 persen

(Sigma Kinasih/AM)

***

Ingin berinvestasi aman di reksadana yang diawasi OJK?

- Daftar jadi nasabah, klik tautan ini
- Beli reksadana, klik tautan ini
- Download aplikasi reksadana Bareksa di App Store
- Download aplikasi reksadana Bareksa di Google Playstore
- Belajar reksadana, klik untuk gabung Komunitas Bareksa di Facebook. GRATIS 

DISCLAIMER​
Investasi reksadana mengandung risiko. Investor wajib membaca dan memahami prospektus dan fund fact sheet dalam berinvestasi reksadana.