Sentimen PPKM dan The Fed Bayangi Pasar, Kinerja Reksadana Ini Tetap Handal

Pemerintah kembali mengumumkan perpanjangan PPKM Jawa-Bali, yakni pada 14 - 20 September 2021 dengan beberapa pelonggaran
Abdul Malik • 14 Sep 2021
cover

Ilustrasi jalanan Jakarta yang lengang akibat pemberlakukan kebijakan PPKM Darurat untuk mengatasi pandemi Covid-19. (Shutterstock)

Bareksa.com - Kinerja mayoritas reksadana saham dan reksadana indeks melemah terbatas karena investor menanti kelanjutan perpanjangan kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM). Pemerintah kemarin kembali mengumumkan perpanjangan PPKM Jawa-Bali, yakni pada 14 - 20 September 2021 dengan beberapa pelonggaran.

Di sisi lain, menurut analisis Bareksa, potensi pemulihan ekonomi masih cukup besar ditandai dengan penurunan kasus Covid-19 yang saat ini terus melandai dan dapat mendorong aktivitas serta belanja masyarakat. Sehingga akan turut berdampak pada naiknya kinerja keuangan perusahaan yang tercatat di Bursa Efek Indonesia. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada 13 September 2021 turun 0,11 persen ke level 6.088,16.

Sementara itu, potensi membaiknya neraca dagang Indonesia yang akan dirilis pekan ini mendorong penguatan sejumlah reksadana pendapatan tetap, terutama berbasis Obligasi Negara (Surat Berharga Negara/SBN). Berdasarkan data id.investing.com (diakses 13/09/2021 pukul 17.00 WIB) benchmark obligasi pemerintah tercatat naik ke level 6,1 persen pada 13 September 2021.

Meski begitu, secara umum pasar obligasi masih dibayangi potensi pengetatan kebijakan ekonomi Amerika Serikat (AS) yang akan diputuskan pada pertemuan Bank Sentral Negeri Paman Sam (The Fed) pekan depan. Sehingga pergerakan obligasi pekan ini diproyeksikan cenderung stagnan dengan penguatan terbatas.

Meskipun pasar saham melemah terbatas dan pasar obligasi diprediksi cenderung stagnan dibayangi sentimen The Fed, namun beberapa produk reksadanasaham, reksadana indeks dan reksadana pendapatan tetap masih berhasil membukukan kinerja handal. 

Investor dengan profil risiko agresif dan moderat bisa mempertimbangkan beberapa produk reksadana berikut :

Imbal Hasil Reksadana 1 Tahun (per 13 September 2021)

Reksadana Saham

TRIM Kapital : 28,11 persen
Syailendra Equity Opportunity Fund : 26,05 persen

Reksadana Indeks

Syailendra MSCI Indonesia Value Index Fund : 9,44 persen
Principal Index IDX30 : 6,7 persen

Reksadana Pendapatan Tetap

Sucorinvest Bond Fund : 12,91 persen
Eastspring Syariah Fixed Income Amanah Kelas A : 7,96 persen

Perlu diingat, apapun produk investasi pilihan kamu, selalu sesuaikan dengan tujuan investasi dan profil risiko kamu ya!

(Sigma Kinasih/AM)

***

Ingin berinvestasi aman di reksadana yang diawasi OJK?

- Daftar jadi nasabah, klik tautan ini
- Beli reksadana, klik tautan ini
- Download aplikasi reksadana Bareksa di App Store​
- Download aplikasi reksadana Bareksa di Google Playstore
- Belajar reksadana, klik untuk gabung Komunitas Bareksa di Facebook. GRATIS 

DISCLAIMER​
Investasi reksadana mengandung risiko. Investor wajib membaca dan memahami prospektus dan fund fact sheet dalam berinvestasi reksadana.