Perpanjangan PPKM Tekan Indeks di Pekan ke-2 Agustus, Reksadana Saham Masih Juara

Mengawali pekan kedua Agustus, IHSG anjlok jelang pengumuman perpanjangan PPKM
Abdul Malik • 16 Aug 2021
cover

Ilustrasi investasi di reksadana yang terus bertumbuh, di tengah penurunan kinerja pasar saham yang tercermin dari melemahnya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). (Shutterstock)

Bareksa.com - Mengakhiri pekan kedua Agustus 2021, bursa saham Tanah Air menorehkan kinerja yang kurang menyenangkan dengan ditutup lebih dominan di zona merah tepatnya sebanyak tiga kali, sekaligus terlempar dari level psikologis 6.200. 

Dalam sepekan perdagangan yang berlangsung hanya empat kali (karena adanya libur tahun baru hijriah) mulai dari 9 hingga 13 Agustus, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengakumulasi penurunan mingguan sebesar 1,03 persen ke level 6.139,49.

Di sisi lain, sepanjang pekan lalu investor asing terlihat lebih dominan dalam melepas aset berisiko Tanah Air yang tercermin dari adanya aksi jual bersih (net foreign sell) senilai Rp846 miliar di seluruh pasar.

Mengawali pekan kedua Agustus tersebut, IHSG anjlok jelang pengumuman perpanjangan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 4 pada Senin (9/8). Koordinator PPKM Jawa-Bali Luhut Binsar Pandjaitan menyebutkan PPKM akan diperpanjang hingga 16 Agustus 2021.

Pasar telah mengantisipasi perkembangan itu dengan aksi jual masif yang melemparkan IHSG keluar dari level psikologis 6.200. Saat itu, Indonesia mencatatkan korban jiwa 107.096 orang, menjadi negara dengan tingkat kematian terburuk ke-12 di dunia, menurut data Worldometers.

Namun dalam konferensi pers virtual Senin petang Luhut malah mengatakan akan mengeluarkan indikator kematian dalam penilaian perkembangan pandemi, dengan alasan adanya input data yang terlambat. "Sehingga hal ini menimbulkan distorsi dalam penilaian," ujar Luhut.

Kepala Bidang Pengembangan Profesi Perhimpunan Ahli Epidemiologi Indonesia (PAEI) Masdalina Pane mempertanyakan alasan pemerintah tak menggunakan angka kematian sebagai indikator penetapan level PPKM, karena hal tersebut justru mendistorsi tingkat keparahan pandemi.

Produk Reksadana Saham Dominasi Return Mingguan Tertinggi

Kondisi pasar saham Indonesia yang turun cukup signifikan pada pekan lalu, secara umum ikut menekan kinerja reksadana berbasis ekuitas menjadi yang terburuk.

Berdasarkan data Bareksa, indeks reksadana saham mengalami koreksi terparah dengan kinerja -0,55 persen pada pekan lalu.

Sumber: Bareksa

Adapun di peringkat kedua terbawah ditempati oleh indeks reksadana campuran dengan kinerja -0,28 persen, yang juga memiliki alokasi aset pada saham.  Kemudian di peringkat ketiga terbawah yang juga menorehkan kinerja negatif ditempati oleh indeks reksadana pendapatan tetap dengan koreksi -0,2 persen.

Alhasil hanya indeks reksadana pasar uang yang berhasil mencatatkan kinerja positif pada pekan lalu dengan kenaikan 0,05 persen.

Namun meskipun secara umum reksadana saham menjadi yang terburuk pada pekan lalu, berdasarkan daftar produk reksadana yang tersedia di Bareksa, produk reksadana saham justru terlihat masih mendominasi kinerja imbal hasil (return) mingguan tertinggi pada pekan lalu.

Berikut top 10 reksadana yang berhasil mencatatkan kenaikan kinerja dengan imbal hasil tertinggi pada pekan lalu.

 Sumber: Bareksa

Berdasarkan data tersebut, dapat dilihat top 10 reksadana dengan return tertinggi di Bareksa pada pekan lalu ditempati oleh produk reksadana saham sebanyak 4 produk, disusul produk campuran dan reksadana indeks & ETF masing-masing 3 produk.

Perlu diketahui, reksadana adalah wadah untuk menghimpun dana dari masyarakat pemodal (investor). Dana yang telah terkumpul tersebut nantinya akan diinvestasikan oleh manajer investasi ke dalam beberapa instrumen investasi seperti saham, obligasi, atau deposito.

Reksadana juga diartikan sebagai salah satu alternatif investasi bagi masyarakat pemodal, khususnya pemodal kecil dan pemodal yang tidak memiliki banyak waktu dan keahlian untuk menghitung risiko atas investasi mereka.

(KA01/Arief Budiman/AM)


***

​​​Ingin berinvestasi aman di reksadana yang diawasi OJK?

- Daftar jadi nasabah, klik tautan ini
- Beli reksadana, klik tautan ini
- Download aplikasi reksadana Bareksa di App Store
- Download aplikasi reksadana Bareksa di Google Playstore
- Belajar reksadana, klik untuk gabung Komunitas Bareksa di Facebook. GRATIS 

DISCLAIMER​
Investasi reksadana mengandung risiko. Investor wajib membaca dan memahami prospektus dan fund fact sheet dalam berinvestasi reksadana.