PPKM Natal dan Tahun Baru Batal, Peluang Cuan Buat Reksadana Ini

Pembatalan PPKM Natal dan Tahun Baru menjadi sentimen baik bagi pemulihan ekonomi Indonesia mengingat konsumsi dan mobilitas masyarakat merupakan kunci utama untuk perbaikan ekonomi
Abdul Malik • 07 Dec 2021
cover

Ilustrasi pelonggaran kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) yang direspons positif pelaku pasar, sehingga turut mendongkrak kinerja IHSG, reksadana dan SBN. (Shutterstock)

Bareksa.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) cenderung bergerak stagnan dengan penguatan tipis pada awal pekan ini (6/12/2021). Kinerja indeks saham Tanah Air merespons regulasi sistem Bursa Efek Indonesia (BEI) yang baru yang sudah tidak menampilkan kode broker pada perdagangan saham. Regulasi itu diharapkan berdampak positif terhadap transaksi saham di BEI. 

IHSG pada 06 Desember 2021 naik 0,13 persen ke level 6.547,12. Kenaikan tipis IHSG turut mendorong kinerja reksadana berbasis saham, seperti reksadana saham, reksadana campuran dan reksadana indeks.

Menurut analisis Bareksa, kinerja IHSG hari ini diprediksi menguat mengikuti bursa saham regional yang sudah lebih cenderung mengabaikan sentimen varian baru Covid-19 yakni Omicron.

Di sisi lain, dari pasar obligasi, investor masih mencermati beberapa sentimen kebijakan Bank Sentral Amerika Serikat (The Fed) terkait pengurangan stimulus yang lebih agresif. Pelaku pasar juga mencermati sentimen dari terbatasnya plafon utang AS yang apabila tidak dinaikan akan menimbulkan gagal bayar dari negeri Paman Sam.

Analisis Bareksa melihat pasar obligasi global masih melakukan aksi wait and see untuk beberapa sentimen tersebut dan membuat kinerja reksadana pendapatan tetap masih bergerak stagnan.

Berdasarkan data id.investing.com (diakses 06/12/2021 pukul 17.00 WIB) benchmark obligasi pemerintah tercatat naik ke level 6,4 persen, pada 06 Desember 2021.

Baca : Bareksa Raih Pendanaan Seri C dari Grab, Kukuhkan Sinergi Grab - Bareksa - OVO

Di tengah potensi penguatan pasar saham terdorong sentimen bursa regional dan potensi stagnasi pasar obligasi, investor dengan profil risiko agresif dan moderat bisa mempertimbangkan beberapa produk reksadana saham, reksadana campuran dan reksadana pendapatan tetap yang membukukan cuan dan berkinerja cemerlang berikut ini :

Imbal Hasil 1 Tahun (per 6 Desember 2021)

Reksadana Saham

TRIM Kapital : 17,28 persen
Sucorinvest Maxi Fund : 13,02 persen

Reksadana Campuran

Sucorinvest Flexi Fund : 28,36 persen
Syailendra Balanced Opportunity Fund : 25,72 persen

Imbal Hasil 3 Tahun (per 6 Desember 2021)

Reksadana Pendapatan Tetap

Syailendra Pendapatan Tetap Premium : 32,92 persen
Eastspring Syariah Fixed Income Amanah Kelas A : 29,45 persen

Baca : Investasi Reksadana di Bareksa dapat OVO Poin dan Voucher GrabFood

***

Fresh From The Press

Beberapa peristiwa penting yang diamati oleh investor dan diperkirakan bisa mempengaruhi pergerakan pasar adalah sebagai berikut :

1. Pembatalan Penerapan PPKM Libur Natal dan Tahun Baru

Pemerintah membatalkan penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 3 serentak secara nasional saat libur Natal 2021 dan Tahun Baru 2022. Hal tersebut dikarenakan di Jawa - Bali progres vaksinasi dosis pertama sudah mencapai 76 persen dan dosis kedua mendekati 56 persen.

Pemerintah akan tetap memperketat syarat perjalanan, baik perjalanan domestik ataupun luar negeri dengan masing-masing daerah tetap memperbanyak tracing dan tracking. Kegiatan aktivitas masyarakat di pusat perbelanjaan, restoran, tempat umum dan tempat wisata akan tetap dibatasi pada total kapasitas 75 persen.

Analisis Bareksa menilai kebijakan tersebut menjadi sentimen baik bagi pemulihan ekonomi Indonesia mengingat konsumsi dan mobilitas masyarakat merupakan kunci utama untuk perbaikan ekonomi.

2. Akselerasi KEK

Pemerintah terus mengakselerasi pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) untuk mencapai persebaran industri serta pertumbuhan ekonomi. Saat ini, di Indonesia terdapat 19 KEK yang terdiri dari 11 KEK industri dan delapan KEK pariwisata.

Dari 11 KEK industri tersebut, sebanyak delapan KEK industri telah beroperasi. Secara keseluruhan 11 KEK yang telah beroperasi telah menyerap tenaga kerja kurang lebih 27.000 orang dengan total investasi yang terealisasi mencapai Rp54.6 triliun dari total komitmen investasi Rp96 triliun.

Perlu diingat, apapun instrumen investasi pilihan kamu, selalu seuaikan dengan profil risiko, jangka waktu dan tujuan investasi kamu ya!

(Sigma Kinasih/AM)

Baca : Kolaborasi PT Pegadaian - Bareksa, Hadirkan Tabungan Emas Online untuk Investasi Terintegrasi

​***

Ingin berinvestasi aman di reksadana yang diawasi OJK?

- Daftar jadi nasabah, klik tautan ini
- Beli reksadana, klik tautan ini
- Download aplikasi reksadana Bareksa di App Store​
- Download aplikasi reksadana Bareksa di Google Playstore
- Belajar reksadana, klik untuk gabung Komunitas Bareksa di Facebook. GRATIS 

DISCLAIMER​
Investasi reksadana mengandung risiko. Investor wajib membaca dan memahami prospektus dan fund fact sheet dalam berinvestasi reksadana.