Ini Tiga Jenis Reksadana yang Diprediksi Tetap Tumbuh Meski Ada PPKM Darurat

Selain reksadana pasar uang, investor disarankan investasi reksadana pendapatan tetap dan reksadana saham untuk jangka menengah panjang
Abdul Malik • 05 Jul 2021
cover

Ilustrasi investasi di reksadana, termasuk reksadana pasar uang yang terus bertumbuh. (shutterstock)

Bareksa.com - Presiden Direktur PT BNI Asset Management (BNI-AM), Putut Endro Andanawarih menyampaikan industri reksadana nasional masih berpotensi tumbuh tahun ini, meski ada pelaksanaan kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) darurat di Jawa dan Bali pada Sabtu (3/7/2021) hingga Selasa (20/7/2021).

"Tapi tidak semua jenis reksadana. Reksadana pasar uang terlihat tumbuh lebih baik dari yang lain kemudian diikuti oleh reksadana pendapatan tetap dan reksadana saham," kata Putut kepada Bareksa, Sabtu (3/7/2021).

Putut mengatakan hal tersebut terkait karakter dari ketiga reksadana tersebut. "Pilihan investor yang secara umum pastinya mencari keamanan baru return," imbuhnya.

Hal lain yang mendukung, ia melanjutkan adalah program stimulus yang membuat suku bunga perbankan turun dan ini juga terjadi hampir di seluruh negara di dunia, sehingga rendahnya suku bunga dan turunnya daya beli membuat adanya dana menganggur. Nah, hal itulah yang mendorong investor mencari penempatan untuk dananya seperti investasi di reksadana.

Utamakan Keamanan

Putut menyarankan agar investor mengutamakan keamanan atau safety dalam berinvestasi. "Di mana ini terdapat pada reksadana pasar uang," kata dia.

Hanya saja, Putut mengimbau ada baiknya jangan hanya memilih reksadana pasar uang. "Namun, jangan lupa untuk juga mengalokasikan ke pasar modal lain seperti reksadana pendapatan tetap atau reksadana saham, karena secara jangka panjang investasi di reksadana jenis ini dapat memberikan tingkat pengembalian yang lebih baik dibandingkan dengan deposito," paparnya.

Putut mengatakan bagi investor yang ingin memilih reksadana saham, ada baiknya disesuaikan dengan profil risikonya. Selain itu, perlu juga investor mengenal lebih jauh reksadana saham seperti siapa manajer investasinya, tim pengelola serta strategi investasinya serta tidak lupa melihat kinerja dari reksadana tersebut.

Saat ini ada reksadana saham yang memungkinkan investor berinvestasi yang kinerjanya sesuai dengan tolok ukur seperti indeks IDX30 atau LQ45. "Makanya biasa dinamakan reksadana indeks," imbuhnya.

Ia mencontohkan, reksadana IDX 30 kinerjanya akan meniru kinerja IDX 30, sehingga investor dengan modal terbatas langsung dapat berinvestasi di emiten yang termasuk dalam IDX30, dalam hal ini adalah saham saham berkapitalisasi besar.

Jadi, jenis reksadana yang jadi pilihan di sisa tahun ini?. "Jenis reksadana yang jadi pilihan seperti yang sudah saya kemukakan adalah reksadana pasar uang kemudian pendapatan tetap serta saham," kata Putut.

(Martina Priyanti/AM)

​***

Ingin berinvestasi aman di reksadana yang diawasi OJK?

- Daftar jadi nasabah, klik tautan ini
- Beli reksadana, klik tautan ini
- Download aplikasi reksadana Bareksa di App Store
- Download aplikasi reksadana Bareksa di Google Playstore
- Belajar reksadana, klik untuk gabung Komunitas Bareksa di Facebook. GRATIS 

DISCLAIMER​
Investasi reksadana mengandung risiko. Investor wajib membaca dan memahami prospektus dan fund fact sheet dalam berinvestasi reksadana.