CEO Sucor AM Jemmy Paul: Prospek Positif Imbal Hasil Reksadana Saham 2021

Indeks saham diperkirakan bisa mencapai level tertinggi 6.800-7.000 tahun ini
Hanum Kusuma Dewi • 04 Mar 2021
cover

Presiden Direktur Sucor Asset Management, Jemmy Paul Wawointana. (Bareksa/AM)

Bareksa.com - CEO Sucor Asset Management Jemmy Paul Wawointana memandang pasar saham Indonesia akan positif pada tahun ini. Sehingga, reksadana saham bisa memberikan imbal hasil yang lebih tinggi daripada jenis reksadana lainnya. 

"All time high IHSG (Indeks Harga Saham Gabungan) di akhir tahun target kami 6.800-7.000. Jadi kalau dari level sekarang di 6.300 bisa naik 10 persen di saham," ujar Jemmy dalam Sucor Scoop bertema Indonesian Equity Outlook, 3 Maret 2021. 

IHSG pada 3 Maret 2021 ditutup di 6.377, atau sudah naik 6,65 sepanjang tahun berjalan (year to date/YTD) sementara Indeks Reksadana Saham Bareksa sudah tumbuh 1,99 persen. Tahun lalu, IHSG turun 5 persen ditutup di 5.979 dan Indeks Reksadana Saham Bareksa juga turun 8,21 persen. 

Grafik Pergerakan IHSG dan Indeks Reksadana Saham YTD
Sumber: Bareksa.com 

Jemmy menjelaskan pada tahun ini, saham-saham berbasis komoditas akan kembali bangkit seiring dengan permintaan yang naik karena pemulihan ekonomi. Di samping itu, sentimen dari kebijakan pemerintah seperti Lembaga Pengelolaa Investasi atau Sovereign Wealth Fund (SWF) juga mendukung pergerakan pasar saham. 

Karena IHSG kini sudah di kisaran 6.300, Jemmy memandang dalam waktu dekat pergerakannya akan mendatar. Sampai bulan Mei, jelasnya, perkiraan IHSG bisa ke 6.500 dan terkoreksi pada September seperti siklus tahunan. 

Alasan IHSG saat ini belum bergerak maksimal karena saham-saham bluechip yang berkapitalisasi besar belum naik tinggi, sehingga tertinggal dari saham-saham lapis kedua. Begitu saham-saham bluechip kembali ke level sebelum pandemi, IHSG diperkirakan bisa melonjak tinggi. "Saya yakin dari sisi valuasi dan teknikal, IHSG masih bisa naik." 

Selain itu, lanjutnya, tren suku bunga rendah saat ini bisa positif juga untuk pasar obligasi. Namun, prospek pasar Surat Berharga Negara sampai akhir tahun ini mungkin tidak secerah tahun lalu sehingga reksadana pendapatan tetap bisa positif tapi tidak sebesar reksadana saham. 

"Target pertumbuhan pasar obligasi sekitar 6,5 persen, reksadana pendapatan tetap bisa berikan imbal hasil sekitar 7-8 persen. Sayang karena suku bunga turun, deposito juga turun sehingga imbal hasil reksadana pasar uang tahun ini diperkirakan hanya 5,5 persen," kata Jemmy. 

Reksadana adalah kumpulan dana investor yang dikelola manajer investasi untuk dimasukkan ke dalam aset-aset seperti saham, obligasi dan pasar uang. Reksadana adalah investasi resmi yang diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). 

Reksadana saham berisikan mayoritas saham yang berfluktuasi dalam jangka pendek tetapi berpotensi memberi imbal hasil dalam jangka panjang. Reksadana saham disarankan untuk investor berprofil risiko tinggi (agresif) dengan tujuan investasi jangka panjang di atas lima tahun. 

***

Ingin berinvestasi aman di reksadana yang diawasi OJK?

- Daftar jadi nasabah, klik tautan ini
- Beli reksadana, klik tautan ini
- Pilih reksadana, klik tautan ini
- Belajar reksadana, klik untuk gabung di Komunitas Bareksa. GRATIS

DISCLAIMER
Semua data kinerja investasi yang tertera di dalam artikel ini adalah kinerja masa lalu dan tidak menjamin kinerja di masa mendatang. Investor wajib membaca dan memahami prospektus dan fund fact sheet dalam berinvestasi reksadana.