IHSG Capai Rekor Baru, Saatnya Investor Reksadana Saham Profit Taking?

Data ekonomi Indonesia dan potensi berakhirnya pandemi Covid menjadi sentimen pendorong pasar saham
Abdul Malik • 07 Feb 2022
cover

Ilustrasi gejolak Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang berpengaruh pada kinerja reksadana dan SBN. (Shutterstock)

Bareksa.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencetak rekor tertinggi sepanjang masa di 6.804,937 pada hari ini, Senin 7 Februari 2022. Meski kasus harian Covid-19 naik signifikan, pelaku pasar masih memandang positif prospek pertumbuhan ekonomi Indonesia. 

Menurut analisis Bareksa, lonjakan indeks saham seiring Badan Pusat Statistik (BPS) merilis angka pertumbuhan ekonomi kuartal IV 2021 yang naik 5,02 persen secara tahunan (YoY). Realisasi itu sesuai target pemerintah sebelumnya sebesar 5 persen. Kuatnya kinerja ekonomi mendorong aksi beli investor asing di pasar saham hingga Rp7 triliun sebulan terakhir.

Di samping itu, Organisasi Kesehatan Dunia atau World Health Organization (WHO) baru saja mengeluarkan pernyataan bahwa pandemi Covid-19 bisa berakhir tahun ini. Seiring dengan peningkatan ekonomi Indonesia, potensi berakhirnya pandemi bisa mendorong konsumsi masyarakat yang meningkatkan penjualan barang maupun jasa.

Baca juga IHSG Tembus Rekor Tertinggi Baru di 6.804, Ini Strategi Investasi Robo Advisor Bareksa

Efeknya, kinerja keuangan emiten membaik dan harga sahamnya juga ikut naik. Reksadana saham, yang memiliki mayoritas portofolio saham tentu ikut menikmati efek positif IHSG ini. 

Tidak hanya pasar saham, pasar obligasi juga terdongkrak seiring dengan pemulihan ekonomi karena bisa makin menopang stabilitas peringkat utang negara Indonesia. Hal ini diharapkan bisa mendorong investor asing kembali berinvestasi di Surat Berharga Negara (SBN) Indonesia. Efeknya bisa mendorong penguatan harga obligasi, baik SBN maupun corporate sama reksadana pendapatan tetap.

Apa yang harus dilakukan investor? 

Menurut Tim Analis Bareksa, opsi yang dapat dilakukan oleh investor jika ingin berinvestasi di reksadana saat ini adalah sebagai berikut. 

  1. Investor dengan profil risiko tinggi atau agresif dapat mulai melakukan aksi ambil untung (profit taking) di reksadana saham secara bertahap jika sudah untung di atas 5 persen, atau jika IHSG menyentuh level 6.800. 
  2. Investor dengan profil risiko agresif maupun moderat dapat melakukan diversifikasi di SBN ritel seri ORI021 maupun reksadana pendapatan tetap
  3. Investor konservatif dapat melakukan investasi dengan alokasi yang lebih besar di reksadana pasar uang dan porsi yang lebih rendah di reksadana pendapatan tetap, serta diversifikasi di SBN ritel seri ORI021. 

Agar tidak kehilangan momen, smart investor Bareksa bisa menggunakan fitur switching di aplikasi Bareksa. Fitur switching memungkinkan investor memindahkan saldo dari satu produk reksadana ke produk reksadana lainnya dalam satu kali transaksi saja. 

Gunakan kode Promo SwitchingSWITCHFEB22 untuk kesempatan meraih cashback voucher reksadana senilai hingga Rp200.000. Baca juga Syarat dan ketentuan lengkap Promo Switching Bareksa yang berlaku 2-7 Februari 2022. 

Perlu diingat kembali, investasi mengandung risiko sehingga investor juga perlu membekali diri mengenai peluang keuntungan maupun risiko yang ada di pasar keuangan.

(Sigma Kinasih/Ariyanto Dipo S./Hanum K.D)

* * *

Ingin berinvestasi aman di reksadana yang diawasi OJK?

- Daftar jadi nasabah, klik tautan ini
- Beli reksadana, klik tautan ini
- Download aplikasi reksadana Bareksa di App Store​
- Download aplikasi reksadana Bareksa di Google Playstore
- Belajar reksadana, klik untuk gabung Komunitas Bareksa di Facebook. GRATIS 

DISCLAIMER​

Investasi reksadana mengandung risiko. Investor wajib membaca dan memahami prospektus dan fund fact sheet dalam berinvestasi reksadana.