BeritaArrow iconReksa DanaArrow iconArtikel

Pasar Bergerak Mendatar, Ini Sektor Saham Pilihan Reksadana Sucor AM

Hanum Kusuma Dewi04 Mei 2021
Tags:
Pasar Bergerak Mendatar, Ini Sektor Saham Pilihan Reksadana Sucor AM
Ilustrasi investasi di pasar saham dan reksadana saham yang digambarkan dengan analis melihat grafik saham di layar monitor komputer. (shutterstock)

Pergerakan IHSG mencerminkan kinerja perusahaan yang kurang sesuai ekspektasi pasar

Bareksa.com - Sepanjang Ramadhan 2021 yang sudah berjalan tiga pekan, pasar saham Indonesia terpantau bergerak mendatar. Namun, masih ada potensi pergerakan pasar dari sektor komoditas dan keuangan yang bisa mendorong reksadana saham.

Taufan Yamin, Investment Specialist Sucor Asset Management, menjelaskan bahwa sejak awal Ramadhan hingga sepekan menjelang Lebaran 2021, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak sideways (mendatar) di kisaran 5.900-6.000. Pergerakan IHSG ini mencerminkan kinerja perusahaan di kuartal pertama tahun 2021 yang kurang sesuai dengan perkiraan pelaku pasar.

Grafik Pergerakan IHSG dan Indeks Reksadana Saham Bareksa Sepanjang Ramadhan 2021

Promo Terbaru di Bareksa

Illustration

Sumber: Bareksa.com

Namun, lanjut Taufan, pada kuartal kedua 2021 ekonomi diperkirakan akan kembali bergairah disebabkan aktivitas industri menjelang Lebaran yang cenderung meningkat untuk memenuhi permintaan. "Kuartal kedua akan lebih bagus daripada kuartal pertama, yang tidak terlalu sesuai ekspektasi market," ujarnya dalam market update bersama sejumlah Agen Penjual Reksadana (APERD) 4 Mei 2021.

Salah satu indikator membaiknya ekonomi Indonesia adalah dari data Purchasing Managers' Index (PMI) April 2021 yang mencapai rekor tertinggi sepanjang masa. PMI Manufaktur Indonesia pada April 2021 tercatat sebesar 54,6 atau naik dari posisi 53,2 pada Maret 2021. Skala di atas 50 menunjukkan adanya pertumbuhan atau positif.

Dari kondisi global, Taufan melihat inflasi di Amerika Serikat sudah mulai meningkat yang menunjukkan akselerasi ekonomi. Selain itu, harga-harga komoditas seperti tembaga, seng, karet, kedelai juga mulai naik karena semakin banyaknya permintaan.

"Kami masih berat di sektor komoditas karena berbagai harga komoditas naik tinggi sekali sejak akhir 2020. Siklus ini bisa bertahan 1-2 tahun ke depan, kami percaya meski belum tercermin pada laba perusahaan di kuartal pertama tahun ini," jelas Taufan.

Di samping sektor komoditas, Sucor AM juga menyukai saham-saham perbankan. Sebab, seiring dengan pemulihan ekonomi, bank juga akan mendapatkan keuntungan dari penyaluran kredit yang semakin besar.

Berdasarkan analisis tersebut, bagi investor yang agresif, Sucor AM merekomendasikan reksadana saham yang memiliki eksposur berat di sektor komoditas seperti reksadana Sucorinvest Sharia Equity Fund. Sementara itu, bagi investor dengan profil risiko moderat, reksadana campuran Sucorinvest Flexi Fund bisa jadi pilihan.

Reksadana adalah kumpulan dana investor yang dikelola manajer investasi untuk diinvestasikan dalam aset-aset keuangan seperti saham, obligasi dan pasar uang. Reksadana adalah investasi resmi yang diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.

***

Ingin berinvestasi aman di reksadana yang diawasi OJK?

- Daftar jadi nasabah, klik tautan ini

- Beli reksadana, klik tautan ini

- Download aplikasi reksadana Bareksa di App Store

- Download aplikasi reksadana Bareksa di Google Playstore

- Belajar reksadana, klik untuk gabung Komunitas Bareksa di Facebook. GRATIS

DISCLAIMER​

Semua data kinerja investasi yang tertera di dalam artikel ini adalah kinerja masa lalu dan tidak menjamin kinerja di masa mendatang. Investor wajib membaca dan memahami prospektus dan fund fact sheet dalam berinvestasi reksadana.

Pilihan Investasi di Bareksa

Klik produk untuk lihat lebih detail.

Produk EksklusifHarga/Unit1 Bulan6 BulanYTD1 Tahun3 Tahun5 Tahun

Capital Fixed Income Fund

1.746,7

Up0,57%
Up3,50%
Up0,01%
Up7,20%
Up17,09%
Up44,23%

STAR Stable Income Fund

1.897,52

Up0,48%
Up2,83%
Up0,01%
Up6,41%
Up29,25%
Up63,21%

I-Hajj Syariah Fund

4.750,44

Up0,52%
Up2,77%
Up0,01%
Up6,49%
Up22,16%
Up40,57%

Syailendra Pendapatan Tetap Premium

1.752,32

Up0,52%
Up2,10%
Up0,01%
Up5,46%
Up20,34%
Up50,52%

Trimegah Dana Obligasi Nusantara

1.034,03

Up0,65%
Up1,61%
Up0,01%
Up2,30%
Down- 3,21%
-

Video Pilihan

Lihat Semua

Artikel Lainnya

Lihat Semua