CEO Sucor AM, Jemmy Paul : Targetkan AUM Rp22,5 Triliun di 2021, Bidik 10 Besar MI

Ranking Sucor AM naik 7 peringkat dari sebelumnya di peringkat 19 pada Desember 2019 jadi peringkat 12 pada November
Abdul Malik • 29 Dec 2020
cover

Jemmy Paul Wawointana, Presiden Direktur PT Sucorinvest Asset Management. (Bareksa/AM)

Bareksa.com - PT Sucorinvest Asset Management merupakan salah satu perusahaan manajemen investasi (MI) yang paling tahan banting dari dampak gejolak pasar akibat pandemi Covid-19. Perseroan berhasil membukukan lonjakan dana kelolaan tertinggi dalam daftar top 20 MI.

Secara year to date per November 2020, asset under management/AUM Sucor AM meroket hingga 89 persen, secara YoY juga naik tertinggi hingga 76 persen dan bulanan tumbuh 12 persen, yang merupakan kenaikan tertinggi kedua. 

Pada bulan lalu AUM reksadana Sucor AM mencapai Rp19,07 triliun dengan market share 3 persen. Ranking Sucor naik 1 peringkat dari sebelumnya di peringkat 13 pada Oktober jadi peringkat 12 besar MI dana kelolaan reksadana terbesar pada November.

Nilai AUM Sucor AM tersebut telah melampaui target dana kelolaan tahun ini yang sejatinya hanya ditargetkan Rp15 triliun. Kondisi itu menunjukkan kinerja AUM Sucor AM terus bertumbuh di tengah industri reksadana yang masih tertekan akibat pandemi Covid-19.

Pada Desember 2019, dana kelolaan Sucorinvest AM baru senilai Rp10,09 triliun dengan market share 2 persen. Artinya dalam 11 bulan tahun ini, perseroan berhasil menaikkan dana kelolaannya hingga hampir Rp9 triliun. Pada akhir tahun lalu, Sucor AM baru di peringkat 17 MI terbesar. Artinya jika pada November 2020, ranking Sucor AM melonjak 7 peringkat.

Dengan prestasi kinerja yang cukup cemerlang sepanjang tahun 2020 yang merupakan tahun pandemi Covid-19, bagaimana proyeksi kinerja perseroan tahun depan? Untuk mengetahui strategi bisnis Sucor AM pada 2021, berikut petikan wawancara Abdul Malik dari Bareksa dengan Direktur Utama PT Sucorinvest Asset Management, Jemmy Paul Wawointana dalam wawancara secara tertulis akhir pekan lalu :

Bagaimana gambaran kinerja AUM perseroan hingga akhir 2020? Berapa proyeksinya dan ditopang oleh apa? Apa strategi untuk mencapai proyeksi tersebut?

Kami memproyeksikan dapat menutup tahun ini dengan AUM di kisaran Rp18 triliun. Walau kami memproyeksikan akan adanya penurunan AUM dari channel distribusi/agen penjual reksadana (APERD) bank di beberapa hari terakhir pada penghujung tahun ini. Namun kami yakin proyeksi kinerja AUM ini akan tercapai didukung oleh channel distribusi kami yang lain.

Strategi kami masih tetap sama yaitu meningkatkan investor ritel dengan menjalin kerja sama erat dengan para mitra distribusi kami, melakukan berbagai program literasi dan inklusi serta terus melengkapi produk kami pada berbagai kelas aset dan secara aktif memasarkannya kepada seluruh nasabah maupun melalui mitra distribusi kami.

Apa saja evaluasi dan tren-tren baru yang dialami perseroan dari sisi pengelolaan reksadana sepanjang tahun ini karena diwarnai pandemi Covid-19?

Di awal pandemi Covid-19 kami melihat adanya pergeseran dana nasabah menuju ke kelas aset yang lebih konservatif seperti pasar uang di mana kami mendapat pertumbuhan nasabah baru yang sangat signifikan terutama pada reksadana pasar uang.

Seiring dengan membaiknya pasar serta terus berjalannya program-program literasi dan inklusi, serta berhasilnya strategi pengelolaan dana yang kami jalankan di era pandemi ini, kami melihat adanya penambahan investor maupun penambahan dana pada kelas aset yang lebih tinggi dimulai dari kelas aset pendapatan tetap dan kemudian mulai kuartal IV ini kami melihat mulai banyaknya nasabah yang berinvestasi di kelas aset campuran dan campuran saham.

Kami juga melihat dengan pandemi ini justru kami mendapat penambahan jumlah nasabah maupun AUM yang luar biasa terutama didukung oleh para APERD yang menyediakan kemudahan bertransaksi secara online. Ditambah dengan tren penurunan deposito juga cukup mendukung kenaikan AUM kami yang signifikan di tahun ini mencapai 88.98 persen secara YtD per November 2020

Perseroan tahun ini sejatinya di awal 2020 hanya menargetkan AUM Rp15 triliun, yang artinya AUM perseroan per November Rp19,07 triliun sudah jauh melampaui target, atau lebih tinggi 27 persen dari target. Bisa dijelaskan apa penyebab perseroan bisa jauh melampaui target?

Kami mendapat penambahan jumlah nasabah yang menyumbang lonjakan AUM yang luar biasa, pertumbuhan ini terutama didukung oleh para APERD yang menyediakan kemudahan bertransaksi secara online. Ditambah dengan tren penurunan bunga deposito juga cukup mendukung kenaikan AUM kami yang signifikan di tahun ini. Selain itu strategi yang kami jalankan dalam mengelola dana menghasilkan kinerja reksadana kami juga tetap terjaga di era pandemi ini, kami yakini juga menambah kepercayaan para investor.

Bagaimana gambaran di 2021, berapa target AUM perseroan tahun depan? Bagaimana rencana bisnis perseroan di 2021 seiring potensi pemulihan ekonomi pasca vaksinasi? Apakah bisa membukukan lonjakan AUM serupa seperti 2020 atau bahkan menargetkan lebih tinggi?

Target AUM kami tahun depan ditutup di Rp22,5 triliun. Rencana bisnis kami adalah tetap goes retail dengan menambah channel distribusi baik dari bank maupun non bank serta melengkapi produk-produk yang ada baik syariah maupun konvensional maupun produk dalam denominasi dolar Amerika Serikat (USD). Kami yakin dengan potensi membaiknya ekonomi kenaikan AUM di tahun depan akan didukung dari berbagai kelas aset.

Apa inovasi-inovasi terbaru yang disiapkan perseroan di 2021? Berapa banyak produk baru yang akan diluncurkan? Apa saja?

Kami mempersiapkan beberapa produk di antaranya produk sukuk fund, pendapatan tetap dengan fitur pembagian hasil investasi, produk yang mendukung tujuan pembangunan berkelanjutan (SDG), produk Global Sharia USD serta beberapa produk reksadana terproteksi (RDT) untuk tahun 2021.

Apakah ada target masuk Top 10 MI setelah saat ini ada di peringkat 12, Bisa dijelaskan?

Tentu, kami yakin kami bisa mencapai 10 besar di tahun 2021 karena kami yakin sebagai salah satu MI favorit investor yang ditunjukkan oleh hampir 60 persen AUM terdiri dari nasabah retail akan terus mendukung kinerja pertumbuhan AUM yang stabil.

(*)

***

Ingin berinvestasi aman di reksadana yang diawasi OJK?
- Daftar jadi nasabah, klik tautan ini
- Beli reksadana, klik tautan ini
- Pilih reksadana, klik tautan ini
- Belajar reksadana, klik untuk gabung di Komunitas Bareksa. GRATIS

​DISCLAIMER​
Semua data kinerja investasi yang tertera di dalam artikel ini adalah kinerja masa lalu dan tidak menjamin kinerja di masa mendatang. Investor wajib membaca dan memahami prospektus dan fund fact sheet dalam berinvestasi reksadana.