IHSG Anjlok Hingga 5 Persen, Bahana TCW Sarankan Ini Buat Investor

Untuk investor awam disarankan defensif di SBN, bagi investor mahir dapat selektif investasi saham yang dijual asing
Bareksa • 11 Sep 2020
cover

Budi Hikmat, Director for Investment Strategy PT Bahana TCW Investment Management (kiri) bersama manajer investasi sedang diskusi perkembangan terkini pasar modal. (bahanatcw.com)

Bareksa.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada Kamis (10/9) mengalami tekanan koreksi hingga 5,01 persen hingga menyentuh level 4.891. Sementara, mata uang rupiah melemah terhadap kurs dolar Amerika Serikat yang sempat menyentuh Rp14.900 per dolar AS.

Anjloknya IHSG dan melemahnya rupiah diyakini terkait dengan antisipasi dampak perlambatan pertumbuhan ekonomi dengan kembali diterapkannya Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) oleh Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mulai 14 September. Muncul kekhawatiran koreksi IHSG ini akan memicu kejatuhan seperti pada Maret 2020.

Namun Kepala Makroekonomi dan Direktur Strategi Investasi PT Bahana TCW Investment Management (BTIM), Budi Hikmat, optimistis melihat kondisi market saat ini tak akan mengulang peristiwa koreksi serupa pada Maret lalu. “Tekanan di bursa dan nilai tukar saat ini diharapkan sementara. Sebab, penyebabnya lebih besifat lokal sebagai antisipasi perlambatan ekonomi akibat PSBB," ujarnya dalam keterangan (11/9/2020).

Menurut Budi, beragam macrowave indicator untuk kondisi pasar eksternal global masih cukup stabil. Selain menjaga suku bunga global rendah, kelebihan likuiditas akan memaksa dolar AS masuk siklus melemah dan emas berpeluang paling moncer. Meski begitu, investor memang harus mewaspadai retorika politik AS menjelang pemilihan presiden dan masih ada keraguan efektivitas vaksin Covid.

Bahana TCW Investment Management yang merupakan bagian dari Holding Perasuransian dan Penjaminan yang dikenal dengan nama Indonesia Financial Group atau IFG mencatat, ketika pada akhir Maret lalu, tekanan dolar AS terhadap rupiah sangat kuat, di mana dollar AS naik cukup drastis hingga hampir menyentuh level Rp17.000 per dolar AS.

"Harga emas sempat anjlok, tingkat uncertainty pasar juga sangat tinggi dan harga minyak juga anjlok. Saat itu, fenomena rush for dollar cash memukul pasar modal dan nilai tukar di negara berkembang agar investor dapat memiliki cash dollar. Keadaan membaik setelah kavaleri bank sentral dunia yang dipimpin oleh the Fed menggelontorkan likuiditas," Budi menjelaskan.
 
Dia menilai pemberlakuan kembali PSBB sangat wajar membuat investor saham kuatir akan terjadi pelambatan ekonomi kembali. Perbankan diduga akan menahan keinginan untuk menyalurkan kredit, sehingga mereka akan terus menempatkan dana dalam Surat Berharga Negara.

"Investor asing juga bertanya apakah Bank Indonesia akan terus mengemban skema burden sharing di mana aksi quantitative easing yang dilakukan akan memperlemah rupiah," ungkap Budi.
 
Budi berharap agar pemerintah dapat mempercepat realisasi stimulus Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN), terutama untuk bantuan sosial, kesehatan, maupun insentif yang menunjang UMKM. Budi menilai positif adanya alokasi dana yang cukup besar bagi Polri untuk mendukung pelaksanaan PSBB.
 
"Bank Indonesia kami proyeksikan akan kembali menurunkan suku bunga. Selain spread terhadap inflasi masih positif, kinerja penyaluran kredit juga masih lemah," kata Budi.
 
Untuk investor awam, Budi menyarankan untuk defensif dengan memanfaatkan instrumen SBN yang sedang ditawarkan. Sementara untuk investor yang lebih mahir dan berani dapat secara selektif berinvestasi pada saham yang paling banyak ditinggalkan oleh investor asing.

***

Ingin berinvestasi sekaligus bantu negara?

Pemesanan SR013 secara online di Bareksa hanya bisa dilakukan pada masa penawaran 28 Agustus - 23 September 2020. Belum memiliki akun Bareksa tetapi ingin berinvestasi SBN? Segera daftar melalui aplikasi Bareksa sekarang, gratis hanya dengan menyiapkan KTP dan NPWP (opsional).

Bagi yang sudah punya akun Bareksa untuk reksadana, lengkapi data berupa rekening bank untuk mulai membeli SBN di Bareksa. Bagi yang sudah pernah membeli SBR, ORI atau Sukuk di Bareksa sebelumnya, Anda bisa menggunakan akun di Bareksa untuk memesan SR013.

PT Bareksa Portal Investasi atau bareksa.com adalah mitra distribusi resmi Kementerian Keuangan untuk penjualan Surat Berharga Negara (SBN) ritel secara online. Selain proses registrasi dan transaksi sangat cepat dan mudah, Anda juga dapat memantau investasi Anda dari mana saja dan kapan saja.