Jumlah Investor Pasar Modal di 2022 Ditargetkan Tembus 10 Juta SID

Jumlah investor reksadana per 29 Desember 2021 mencatat jumlah tertinggi, yakni sebanyak 6,82 juta SID atau bertumbuh 115 persen dari akhir 2020
Abdul Malik • 30 Dec 2021
cover

Anggota komunitas investor pasar modal melihat koleksi museum Bursa Efek Indonesia di sela-sela kegiatan "gathering" di Jakarta. ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay

Bareksa.com - Bursa Efek Indonesia (BEI) menargetkan jumlah investor pasar modal yang tercermin dalam Single Investor Identification (SID) bisa mencapai lebih dari 10 juta orang tahun depan atau pada 2022. Sosialisasi dan edukasi akan terus dilakukan untuk meningkatkan jumlah investor tersebut.

Direktur Utama BEI Inarno Djajadi menjelaskan, jumlah investor pasar modal, terutama saham meningkat lebih dari 100 persen tahun ini dan menjadi prestasi tersendiri bagi BEI. Prestasi tersebut, menurut Inarno diharapkan bisa berlanjut pada tahun depan. 

"Meski tidak bisa bertumbuh sekencang tahun ini, namun dari sisi absolut diharapkan masih bisa meningkat menjadi lebih dari 10 juta orang,” papar dia dalam acara Konferensi Pers secara Virtual, Kamis (30/12).

Sementara itu, hingga 29 Desember 2021, jumlah investor pasar modal mencapai 7,47 juta investor atau hampir 7,5 juta investor atau meningkat 92,7 persen dari akhir 2020 yang mencapai 3,88 juta orang. Jumlah investor tersebut meningkat lebih dari 8 kali lipat sejak 2016.

Secara rinci, jumlah investor reksa dana per 29 Desember 2021 mencatat jumlah tertinggi, yakni sebanyak 6,82 juta SID atau bertumbuh 115 persen dari akhir 2020. Jumlah investor Surat Berharga Negara (SBN) juga meningkat 32,68 persen menjadi 610,82 ribu orang. Pertumbuhan juga terjadi pada investor saham yang juga bertumbuh 103 persen menjadi 3,4 juta orang.

Inarno mengungkapkan, investor pasar modal tersebut paling banyak didominasi oleh generasi milenial dan generasi Z. Lonjakan investor muda ini, menurut Inarno berdampak positif terhadap aktivitas perdagangan harian BEI dengan kontribusi mencapai 56,2% atau meningkat dari sebelumnya yang mencapai 48,4%.

Pada tahun depan, jumlah investor diharapkan meningkat. BEI juga melakukan berbagai kegiatan untuk meningkatkan edukasi masyarakat terhadap pasar modal.

“Kami telah melakukan edukasi dengan jumlah peserta 1,2 juta orang dengan 97 persen kegiatan tersebut dilakukan secara online,” kata dia.

Generasi Muda

Di sisi lain, Direktur Utama KSEI Uriep Budhi Prasetyo mengatakan, generasi muda, yakni generasi milenial dan gen Z memang mendominasi jumlah investor pasar modal, yakni mencapai 81,36 persen. Investor muda ini biasanya melek digital sehingga KSEI melakukan pengembangan dari sisi teknologi digital dan pembangunan infrastruktur pasar modal untuk memudahkan kegiatan transaksi secara online.

Uriep menambahkan, bukti nyata dari keberhasilan atas terobosan dan inovasi yang telah diselenggarakan KSEI, salah satunya tercermin dari pertumbuhan jumlah investor pasar modal Indonesia. Simplifikasi pembukaan rekening maupun eASY.KSEI turut berperan serta dalam pertumbuhan jumlah investor pasar modal Indonesia, khususnya investor saham yang mengalami pertumbuhan jumlah hingga 100 persen.

Pada kesempatan yang sama, Uriep juga menyampaikan beberapa pengembangan yang berhasil dilakukan KSEI pada tahun 2021, khususnya yang dapat mendukung beberapa kegiatan di pasar modal Indonesia secara online. Selama 2021, terdapat penambahan 1 Bank Administrator Rekening Dana Nasabah (RDN) yang bekerjasama dengan KSEI, sehingga total terdapat 17 bank yang dapat mendukung pembukaan RDN dalam berinvestasi di pasar modal. 

Adapun jumlah perusahaan efek yang dapat mendukung program simplikasi pembukaan rekening sepanjang tahun 2020 juga bertambah 12 perusahaan. Karenanya, secara total terdapat 31 perusahaan efek yang dapat mendukung proses pembukaan rekening secara online.

(K09/AM)

***

Ingin berinvestasi aman di emas dan reksadana secara online yang diawasi OJK?

- Daftar jadi nasabah, klik tautan ini
- Beli reksadana, klik tautan ini
- Beli emas, klik tautan ini
- Download aplikasi reksadana Bareksa di App Store​
- Download aplikasi reksadana Bareksa di Google Playstore
- Belajar reksadana, klik untuk gabung Komunitas Bareksa di Facebook. GRATIS 

DISCLAIMER​
Investasi reksadana mengandung risiko. Investor wajib membaca dan memahami prospektus dan fund fact sheet dalam berinvestasi reksadana.