Jumlah Investor Reksadana 8,4 Juta per Juni 2022, Terbanyak di Pasar Modal

Jumlah investor pasar modal tembus 9,1 juta per Juni 2022, tumbuh 21,68 persen sepanjang enam bulan
Hanum Kusuma Dewi • 06 Jul 2022
cover

Ilustrasi analis investasi pasar modal yang digambarkan dengan laptop dan grafik pertumbuhan. (Shutterstock)

Bareksa.com - Minat masyarakat terhadap investasi di pasar modal makin tinggi seperti pada instrumen saham, reksadana dan obligasi atau Surat Berharga Negara. Hal tersebut nampak pada terus bertambahnya jumlah investor pasar modal yang tercermin dalam Single Investor Identification (SID) pada Juni 2022 tercatat sudah mencapai 9,1 juta orang, yang jumlah tepatnya 9.112.677 orang.

Jumlah investor pasar modal pada Juni 2022, naik 21,68 persen dari akhir 2021 yang tercatat 7,48 juta orang.

Sumber: KSEI

Direktur Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) Supranoto Prajogo pada sebuah kesempatan menjelaskan, jumlah SID terkonsolidasi yang terdiri dari investor saham, surat utang, reksadana, surat berharga negara (SBN) dan jenis efek lain yang tercatat di KSEI.

Pada Juni 2022, jumlah investor reksadana mencapai 8,42 juta orang atau tepatnya 8.426.776 orang. Jumlah investor reksadana tercatat berkontribusi paling besar terhadap keseluruhan jumlah investor pasar modal, serta bertumbuh paling pesat dalam 6 bulan dibandingkan dengan investor untuk jenis investasi lainnya. 

Jumlah investor reksadana mengalami pertumbuhan sebesar 23,19 persen, dibandingkan jumlah pada akhir 2021 tercatat masih 6,84 juta orang.

Sumber: KSEI

Adapun investor saham pada akhir Juni 2022 tercatat 4 juta orang, atau meningkat 15,95 persen persen dari akhir 2021 yang tercatat 3,45 juta orang.

Sumber: KSEI

Sementara itu jumlah investor SBN pada akhir Juni 2022 tercatat mencapai 722 ribu orang, atau meningkat 18,21 persen dari akhir 2021 yang mencapai 611 ribu orang.

Sumber: KSEI

Dari sisi jenis kelamin, investor pasar modal pada Juni 2022 masih didominasi oleh laki-laki yakni sebanyak 62,97 persen, dengan nilai asetnya Rp817,94 triliun.

Sedangkan jumlah investor perempuan tercatat 37,03 persen, dengan nilai aset pada Juni 2022 tercatat Rp255,72 triliun.

Kemudian, investor yang berusia di bawah 30 tahun juga mendominasi sebanyak 59,72 persen. Sementara dari sisi pekerjaan, pegawai swasta mendominasi jumlah investor sebanyak 32,62 persen.

Dari sisi pendidikan, investor lulusan setingkat SMA mendominasi jumlah investor sebanyak 61,41 persen. Kemudian investor yang berpenghasilan Rp10 juta-100 juta per bulan mendominasi sebanyak 49,99 persen.

Lalu, sekitar 69,59 persen investor paling banyak berdomisili di Pulau Jawa.

Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal OJK, Hoesen pada sebuah kesempatan berpesan agar setiap masyarakat dalam berinvestasi di pasar modal perlu mempelajari dan memahami dulu segala bentuk produk dan legalitas perizinan dari pihak yang menawarkannya.

“Masyarakat perlu mewaspadai segala bentuk investasi bodong atau ilegal yang sering merayu atau menjanjikan imbal hasil yang tidak wajar. Selain itu, masyarakat juga diimbau agar dalam berinvestasi haruslah menggunakan sumber dana di luar kebutuhan pokok maupun dana cadangan, dan jangan menggunakan pinjaman, apalagi pinjaman online ilegal,” lanjut Hoesen.

Baca juga BEI : Jelang Akhir Juni 2022, Jumlah Investor Pasar Modal Lampaui 9 Juta Orang

(Martina Priyanti/hm)

***

Ingin berinvestasi aman di emas dan reksadana secara online yang diawasi OJK?

- Daftar jadi nasabah, klik tautan ini
- Beli reksadana, klik tautan ini
- Beli emas, klik tautan ini
- Download aplikasi reksadana Bareksa di App Store​
- Download aplikasi reksadana Bareksa di Google Playstore
- Belajar reksadana, klik untuk gabung Komunitas Bareksa di Facebook. GRATIS

DISCLAIMER

Kinerja masa lalu tidak mencerminkan kinerja di masa mendatang. Investasi  mengandung risiko. Investor wajib membaca dan memahami prospektus dan fund fact sheet dalam berinvestasi reksadana.