Survei CORE : 84 Persen UMKM Terbantu oleh OVO Selama Pandemi Covid-19

Melibatkan 2.001 pelaku UMKM, survei ini menunjukkan peran OVO dalam mendukung dan mengubah perilaku UMKM, serta mendorong inklusi keuangan
Abdul Malik • 12 Aug 2021
cover

Pegawai OVO sedang menjelaskan fitur-fitur OVO kepada nasabah di acara Indonesia FinTech Summit & Expo 2019, Jakarta (23/09/2019). (Bareksa/AM)

Bareksa.com - OVO bersama Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia hari ini meluncurkan hasil survei Dampak Sosial dan Ekonomi OVO terhadap usaha mikro kecil dan menengah (UMKM). Survei yang dilakukan awal 2021 ini menemukan bahwa OVO berperan besar bagi pelaku UMKM Indonesia.

Memotret perilaku UMKM yang tersebar di 12 kota dan 8 provinsi, dampak penggunaan OVO termasuk mendorong tingkat inklusi keuangan khususnya bagi pelaku usaha nano dan mikro dari tingkat pendidikan dasar dan menengah, serta meningkatkan pendapatan melalui sinergi ekosistem digital.

Di era pandemi saat ini, peran ekonomi digital dalam mendukung UMKM semakin nyata, bahkan sudah bisa dirasakan langsung oleh pelaku usaha di seluruh wilayah Indonesia.

Menteri Koperasi dan UKM Republik Indonesia, Teten Masduki mengatakan transformasi digital merupakan strategi yang krusial bagi UMKM Indonesia untuk bertahan, bangkit dan tumbuh. Melalui transformasi dari hulu ke hilir serta pemanfaatan ekonomi digital, diharapkan UMKM dapat mengoptimalkan sepenuhnya ekosistem digital.

"Semoga hasil kajian ini dapat menginspirasi seluruh pemangku kepentingan untuk turut berperan aktif dalam mengembangkan dan memajukan pelaku UMKM serta mengakselerasi transformasi digital UMKM," ungkapnya saat membuka acara peluncuran hasil survei tersebut secara virtual (8/12/2021).

Acara ini juga dihadiri Ekonom Senior dan Pendiri CORE Indonesia, Hendri Saparini, Presiden Direktur OVO, Karaniya Dharmasaputra, Director of Central Public Affairs Grab Indonesia, Tirza R. Munusamy, dan Head of Mandiri Institute, Teguh Yudo Wicaksono.

Mengenal Layanan Perbankan

Pendiri CORE Indonesia, Hendri Saparini menjelaskan berdasarkan hasil survei, 84 persen responden pelaku UMKM OVO menyatakan OVO sangat membantu penjualan mereka di masa pandemi. "Bahkan 8 dari 10 responden mulai mengenal berbagai layanan perbankan sejak bergabung dengan OVO, dan sekitar 71 persen menjadi lebih melek layanan keuangan digital," ungkapnya.

Dalam survei yang melibatkan 2.001 merchant OVO ini, sebelum masa pandemi 68 persen pelaku UMKM mengalami peningkatan pendapatan bulanan sejak bergabung dengan OVO, dengan rerata peningkatan pendapatan 27 persen. Kemudian sebanyak 31 persen populasi melayani lebih dari 75 kali transaksi harian, sedangkan 45 persen melayani 20 - 75 transaksi.

Hendri memaparkan infrastruktur digital OVO mengakselerasi layanan keuangan digital bagi UMKM serta mengurangi hambatan usaha. Setelah bergabung dengan OVO, sebanyak 71 persen pelaku UMKM melakukan pencatatan transaksi penjualan lebih teratur dan menerima transaksi pembayaran digital, 68 persen memiliki akses lebih luas terhadap layanan keuangan, dan 51 persen mengaku lebih memahami penggunaan teknologi untuk mempertahankan usaha.

Karaniya Dharmasaputra, Presiden Direktur OVO menambahkan saat ini lebih dari 1 juta pelaku UMKM telah menjadi merchant OVO dan menerima pembayaran digital melalui QRIS.

"Selain berkomitmen untuk merangkul lebih banyak pelaku usaha, masuk ke ekosistem digital nasional, OVO terus berupaya menghadirkan kesempatan bagi pelaku UMKM untuk mengembangkan bisnis mereka, melalui pendalaman literasi keuangan digital yang secara khusus menyasar para wirausahawan Indonesia," ujarnya.

Dampak Pembatasan Mobilitas

Pembatasan mobilitas selama pandemi Covid-19 tentu berdampak besar bagi pendapatan UMKM. Namun survei CORE Indonesia menunjukkan 10 persen populasi merchant OVO, berhasil mempertahankan pendapatan bulanan dan 5 persen pelaku UMKM mengalami peningkatan pendapatan bulanan. Hal ini juga dipengaruhi oleh peran ekosistem digital OVO, sehingga 82 persen pelaku merasa terbantu oleh ekosistem OVO dan Grab selama masa pandemi.

Director of Central Public Affairs, Grab Indonesia, Tirza R. Munusamy menekankan tentang pentingnya sinergi ekosistem. 

“Grab dan OVO telah menjalin kemitraan jangka panjang dalam rangka mendukung UMKM memperoleh manfaat dari ekonomi digital. Sejalan dengan misi GrabForGood, kami berkomitmen untuk untuk terus mempercepat digitalisasi UMKM, sebagai bentuk dukungan tercapainya target 30 juta UMKM digital pada tahun 2024  yang dicanangkan pemerintah. Dengan menggabungkan kekuatan OVO dan ekosistem terbuka dari Grab, kolaborasi ini semakin menjadi kunci untuk dapat menciptakan peluang baru bagi UMKM Indonesia,” dia menjelaskan.

Selama pandemi, OVO terus memberikan dukungan bagi pengusaha lokal termasuk pelaku UMKM dengan menghadirkan program #DukungLokal, yang diluncurkan sebagai bagian dari Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia serta kemudahan pendaftaran menjadi merchant, untuk mendukung program QRIS 12 Juta Merchant yang diinisiasi oleh Bank Indonesia.

***

Ingin berinvestasi aman di reksadana yang diawasi OJK?

- Daftar jadi nasabah, klik tautan ini
- Beli reksadana, klik tautan ini
- Download aplikasi reksadana Bareksa di App Store
- Download aplikasi reksadana Bareksa di Google Playstore
- Belajar reksadana, klik untuk gabung Komunitas Bareksa di Facebook. GRATIS 

DISCLAIMER​
Investasi reksadana mengandung risiko. Investor wajib membaca dan memahami prospektus dan fund fact sheet dalam berinvestasi reksadana.