Dorong Pemulihan Ekonomi, OJK Kebut Vaksinasi Sektor Jasa Keuangan

Investor nonresiden mencatatkan net buy Rp3,89 triliun di pasar saham dan Rp21,09 triliun di pasar SBN sepanjang bulan berjalan
Abdul Malik • 23 Jun 2021
cover

Ilustrasi vaksin Covid-19. (Shutterstock)

Bareksa,com - Otoritas Jasa Keuangan mendukung penuh upaya percepatan vaksinasi di tengah tingginya laju penyebaran Covid-19 yang menjadi faktor penting tetap terjaganya stabilitas sektor jasa keuangan dalam upaya  mendorong pemulihan ekonomi.

Deputi Komisioner Hubungan Masyarakat dan Logistik OJK, Anto Prabowo, menyatakan percepatan vaksinasi diharapkan akan menciptakan kekebalan komunal yang mendukung mobilitas masyarakat dengan protokol kesehatan yang ketat sehingga perekonomian bisa kembali bergerak.

"Tingginya penyebaran Covid-19 saat ini telah menjadi perhatian dan OJK akan mencermati dampaknya terhadap potensi peningkatan risiko pada sektor jasa keuangan yang tercermin dari indikator keuangan meskipun sampai saat ini masih termitigasi dengan baik seiring langkah percepatan laju vaksinasi,"ujar Anto dalam keterangannya Rabu (23/6/2021).

Menurut Anto, OJK saat ini tengah menggelar vaksinasi massal untuk sektor jasa keuangan dan masyarakat dengan target minimal 345.000 orang sampai dengan bulan Juli 2021. Kegiatan ini sudah diawali di Jakarta dan beberapa kota pada pekan lalu yang dihadiri Presiden Republik Indonesia Joko Widodo.

Selain itu, kata Anto, OJK mengambil langkah cepat bersama dengan Kepolisian Republik Indonesia menindak pinjaman online ilegal yang berpotensi melanggar hukum. Masyarakat dirugikan karena tingkat bunga yang sangat tinggi serta waktu peminjaman yang tidak transparan, penyebaran data pribadi hingga penagihan yang disertai ancaman dan kekerasan.

OJK yang tergabung dalam Satgas Waspada Investasi secara rutin sudah melakukan cyber patrol dan menutup aplikasi atau website pinjaman online ilegal tersebut.

"Edukasi ke masyarakat juga terus dilakukan OJK bersama SWI untuk tidak memanfaatkan pinjaman online ilegal dan hanya menggunakan fintech lending resmi terdaftar dan berizin OJK," Anto menjelaskan.

Pemulihan ekonomi 

OJK mencatat, data perekonomian domestik terkini masih menunjukkan pemulihan yang terus berlanjut sejalan dengan perbaikan ekonomi global terutama di negara-negara ekonomi utama dunia seiring dengan laju vaksinasi dan penanganan pandemi.

Namun demikian, beberapa downside risks masih perlu diwaspadai antara lain potensi kenaikan laju kasus harian karena varian baru di tengah kelangkaan stok vaksin, tekanan inflasi dari sisi penawaran, dan ekspektasi kenaikan suku bunga Fed Fund Rate (FFR) yang lebih dini.

Di tengah perkembangan tersebut, Anto menambahkan, pasar keuangan domestik dilaporkan tetap terjaga stabil. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hingga 18 Juni 2021 tercatat ke level 6.007 atau menguat 1 persen sepanjang bulan berjalan atau month to date/MtD. Kondisi itu sejalan dengan perkembangan pasar saham negara berkembang lainnya.

Sementara, pasar Surat Berharga Negara (SBN) terpantau menguat dengan rerata imbal hasil (yield) SBN turun 12 bps di seluruh tenor. "Investor nonresiden juga mencatatkan net buy Rp3,89 triliun di pasar saham dan Rp21,09 triliun di pasar SBN," kata Anto.

***

Ingin berinvestasi aman di reksadana yang diawasi OJK?

- Daftar jadi nasabah, klik tautan ini
- Beli reksadana, klik tautan ini
- Download aplikasi reksadana Bareksa di App Store
- Download aplikasi reksadana Bareksa di Google Playstore
- Belajar reksadana, klik untuk gabung Komunitas Bareksa di Facebook. GRATIS 

DISCLAIMER​
Investasi reksadana mengandung risiko. Investor wajib membaca dan memahami prospektus dan fund fact sheet dalam berinvestasi reksadana.