Laba 2016 Capai Rp6,4 T, UNVR Kokoh Sebagai Penggerak Indeks

Sepanjang tahun ini, saham UNVR memberi 25,5 poin bagi indeks atas kenaikan harga 9,3%
Bareksa • 16 Feb 2017
cover

Pabrik Produk Skin Care dari Unilever di Cikarang Bekasi

Bareksa.com – Emiten barang konsumen PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) membukukan laba bersih Rp6,4 triliun sepanjang  2016. Pencapaian tersebut naik 9,2 persen dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

Perolehan laba bersih Unilever sejalan dengan penjualan bersih yang mencapai lebih dari Rp40 triliun di sepanjang 2016. Catatan itu naik sekitar 9,8 persen dari posisi 2015 Rp36,5 triliun.

Dalam keterangannya, Kamis, 16 Februari 2017, pertumbuhan penjualan Unilever didukung oleh performa yang kuat dari kedua segmen bisnisnya – Home and Personal Care dan Food and Refreshments – yang menyumbang 69 persen dan 31 persen kepada total penjualan bersih Perseroan.

Pada kuartal keempat 2016, Home and Personal Care dan Food and Refreshment masing-masing membukukan pertumbuhan sebesar 10,8 persen dan 12,8 persen. Keduanya mencapai momentumnya dan menutup total topline Perseroan mendekati Rp10 triliun, 11,4 persen lebih tinggi dibandingkan kuartal keempat 2015.

“Pada tahun 2016, kami telah mencapai performa keseluruhan yang baik secara kompetitif. Pencapaian ini kiranya didorong oleh inovasi-inovasi yang menopang strategi kategori Perseroan. Beberapa di antaranya adalah peluncuran dari Molto Super Sensorial dan peluncuran kembali Sunsilk yang berhasil mentransformasi performa kategori salama tahun berjalan,” ucap Direktur Keuangan Unilever Tevilyan Yudhistira Rusli.

Yudhistira menambahkan, sebenarnya perseroan melihat adanya penguatan permintaan konsumen selama tahun 2016, meski permintaan belum pulih pada tingkat yang sama seperti tahun-tahun sebelumnya. “Oleh sebab itu, kami memiliki prioritas untuk menang bersama dengan pelanggan dan konsumen kami di tengah pasar yang menantang melalui upaya percepatan inovasi di kategori yang relevan, optimisasi proximity channel, dan peningkatan aksesibilitas produk-produk kami,” ungkapnya.

UNVR Sebagai Penggerak Indeks

Sebagai salah satu saham dengan kapitalisasi pasar terbesar, saham UNVR hingga 14 Februari 2017 kokoh sebagai penggerak Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di sepanjang tahun 2017. Berdasarkan catatan BEI, saham UNVR memberikan 25,5 poin terhadap IHSG yang berada pada posisi 5.380,67.

Kontribusi UNVR kepada IHSG tersebut seiring dengan kenaikan harga 9,3 persen dari posisi akhir tahun 2016 Rp38.800 menjadi Rp42.425.

Grafik: Pergerakan Saham UNVR Periode 30 Desember 2016-14 Februari 2017

Sumber: Bareksa.com

Sementara hingga penutupan sesi I perdagangan Kamis, 16 Februari 2017, saham UNVR berada pada level Rp42.600 atau naik 175 poin (0,41 persen) dengan nilai transaksi Rp10,19 miliar. Saham UNVR ditransaksikan dengan volume 2.392 lot dan frekuensi sebanyak 955 kali. (hm)