OJK Bikin 2 Peta Jalan Baru! Pasar Derivatif dan Investasi Hijau Siap Tancap Gas hingga 2030
OJK resmi meluncurkan dua roadmap strategis untuk pasar derivatif dan pasar modal berkelanjutan 2026–2030. Apa artinya buat investasi kamu? Simak selengkapnya!

OJK resmi meluncurkan dua roadmap strategis untuk pasar derivatif dan pasar modal berkelanjutan 2026–2030. Apa artinya buat investasi kamu? Simak selengkapnya!
Bareksa - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) baru saja merilis dua dokumen strategis yang bakal jadi acuan industri keuangan Indonesia dalam lima tahun ke depan.
Keduanya adalah Roadmap Pengembangan Pasar Derivatif Berlandaskan Instrumen Pasar Modal 2026–2030 dan Roadmap Pasar Modal Berkelanjutan Indonesia 2026–2030.
Dua peta jalan ini bukan sekadar dokumen biasa. Di baliknya, ada rencana besar untuk memperkuat perlindungan investor, mendorong investasi ramah lingkungan, dan membuat pasar keuangan Indonesia lebih dipercaya di mata dunia.
Promo Terbaru di Bareksa
Apa Itu Pasar Derivatif dan Kenapa Penting Buat Kamu?
Sederhananya, pasar derivatif adalah tempat jual beli kontrak keuangan yang nilainya "diturunkan" dari aset lain — misalnya saham, mata uang, atau komoditas. Instrumen ini sering dipakai untuk melindungi nilai investasi dari risiko perubahan harga yang tiba-tiba.
Selama ini, pasar derivatif Indonesia masih dianggap kurang berkembang dibanding negara-negara tetangga. Nah, OJK serius ingin mengubah itu.
Roadmap derivatif ini bertumpu pada empat pilar utama:
1. Perlindungan Investor — OJK akan membedakan investor ritel dan profesional dengan lebih ketat. Ada pembatasan leverage untuk investor ritel, perlindungan saldo negatif, dan pemisahan aset nasabah yang lebih aman.
2. Pengawasan Pelaku Pasar — Semua perantara (broker, dealer, dan sejenisnya) akan distandarisasi izinnya, diperketat tata kelolanya, dan wajib ikut sertifikasi derivatif.
3. Pengembangan Produk — Lebih banyak jenis kontrak derivatif akan dilahirkan, baik yang diperdagangkan di bursa maupun di luar bursa (over-the-counter).
4. Infrastruktur yang Lebih Efisien — Bursa dan lembaga kliring akan ditingkatkan standarnya agar diakui secara internasional, termasuk memenuhi standar global IOSCO dan PFMI.
Investasi Hijau: Indonesia Kejar Target Net Zero 2060
Roadmap kedua berfokus pada pasar modal berkelanjutan — alias instrumen investasi yang mempertimbangkan faktor lingkungan, sosial, dan tata kelola perusahaan (ESG).
Ini bukan tren semata. OJK menargetkan ekosistem investasi hijau yang nyata dan terukur.
Fakta menarik per Desember 2025:
- Total penerbitan obligasi dan sukuk berkelanjutan sudah mencapai Rp74,14 triliun (sekitar USD 4,43 miliar).
- Reksa dana berbasis ESG memiliki Assets Under Management (AUM) sebesar Rp9,98 triliun.
- Reksa dana indeks mendominasi dengan porsi 52,88%, diikuti reksa dana pendapatan tetap 18,21%, dan ETF sebesar 17,46%.
Empat pilar dalam roadmap ini meliputi: memperkuat fondasi regulasi, menumbuhkan produk berkelanjutan, mendorong partisipasi pelaku pasar, dan mempererat kerja sama domestik-internasional.
Dengan roadmap ini, OJK memproyeksikan penerbitan obligasi dan sukuk berkelanjutan tumbuh rata-rata 55,11% per tahun, sementara reksa dana ESG diproyeksikan tumbuh rata-rata 14,36% per tahun.
Indeks Saham Berbasis ESG yang Sudah Ada di Indonesia
Indonesia sebenarnya sudah punya beberapa indeks saham yang mempertimbangkan faktor ESG, antara lain:
- SRI-KEHATI
- IDX ESG Leaders
- ESG Sector Leaders IDX KEHATI
- ESG Quality 45 IDX KEHATI
- IDX LQ45 Low Carbon Leaders
Indeks-indeks ini bisa jadi panduan bagi investor yang ingin berkontribusi pada pembangunan berkelanjutan sambil tetap mencari keuntungan.
"Melalui kedua roadmap ini, OJK berharap tercipta sinergi yang kuat antara pengembangan instrumen keuangan, peningkatan pelindungan investor, serta penguatan pendanaan dan investasi berkelanjutan," ungkap Kepala Departemen Surveillance dan Kebijakan Sektor Jasa Keuangan Terintegrasi OJK, Agus Firmansyah dalam keterangannya.
Dia menegaskan bahwa dua roadmap tersebut bukan berdiri sendiri-sendiri, melainkan saling melengkapi dalam satu visi besar: pasar keuangan Indonesia yang lebih dalam, lebih aman, dan lebih bertanggung jawab terhadap lingkungan.
OJK juga mengapresiasi kontribusi berbagai pihak dalam penyusunan roadmap ini, termasuk kementerian dan lembaga pemerintah, Self-Regulatory Organizations (SRO), asosiasi industri keuangan, hingga mitra pembangunan internasional seperti Asian Development Bank (ADB).
Kesimpulan
OJK meluncurkan dua roadmap besar untuk 2026–2030: satu untuk mengembangkan pasar derivatif yang lebih aman dan canggih, satu lagi untuk mempercepat investasi berbasis ESG. Keduanya dirancang untuk melindungi investor, memperluas pilihan instrumen keuangan, dan mendorong Indonesia menuju ekonomi rendah karbon sesuai target net zero 2060. Bagi investor, ini adalah sinyal bahwa pasar modal Indonesia sedang berbenah serius — dan peluang di segmen derivatif serta investasi hijau akan semakin terbuka lebar.
FAQ
1. Apa bedanya obligasi hijau (green bond) dengan obligasi biasa?
Obligasi hijau adalah surat utang yang dananya khusus digunakan untuk proyek-proyek ramah lingkungan, seperti energi terbarukan atau pengelolaan air bersih. Obligasi biasa tidak memiliki ketentuan penggunaan dana seperti itu.
2. Apakah investor ritel bisa ikut berinvestasi di instrumen derivatif?
Bisa, namun akan ada batasan yang lebih ketat — termasuk pembatasan leverage — untuk melindungi investor ritel dari risiko kerugian yang terlalu besar.
3. Apa itu leverage dalam trading derivatif?
Leverage memungkinkan investor mengendalikan posisi investasi yang lebih besar dari modal yang dimiliki. Ini bisa memperbesar keuntungan, tapi juga bisa memperbesar kerugian.
4. Apakah reksa dana ESG cocok untuk investor pemula?
Reksa dana ESG memiliki berbagai jenis, termasuk reksa dana indeks yang umumnya lebih sederhana dan cocok untuk pemula. Namun tetap perlu menyesuaikan dengan profil risiko masing-masing.
5. Kapan target roadmap ini mulai terasa dampaknya?
Implementasi roadmap dilakukan secara bertahap dalam jangka pendek, menengah, dan panjang hingga 2030. Beberapa regulasi awal diperkirakan sudah mulai berjalan dalam 1–2 tahun ke depan.
Investasi di Aplikasi Trading Saham Online Terbaik – Bareksa
Bareksa adalah pioneer aplikasi investasi saham yang dirancang untuk membantu investor mengambil keputusan lebih percaya diri. Dilengkapi data market, riset, dan analisis fundamental, kamu bisa memantau saham dan membandingkan kinerja emiten secara praktis. Dalam satu aplikasi, Bareksa juga menyediakan reksa dana, SBN, dan emas untuk strategi investasi yang lebih lengkap.
Tentang Penulis
*Abdul Malik adalah Managing Editor Bareksa dengan pengalaman lebih dari 20 tahun di jurnalisme pasar modal. Memegang lisensi WPPE, ia fokus pada analisis makro, riset investasi, dan edukasi keuangan, serta merupakan peraih beberapa fellowship internasional.
***
DISCLAIMER
Investasi saham mengandung risiko dan seluruhnya menjadi tanggung jawab pribadi. Bareksa membuat informasi ini dari materi dan sumber-sumber terpercaya, serta tidak dipengaruhi pihak manapun. Informasi ini bukan merupakan ajakan, ataupun paksaan untuk melakukan transaksi dan Bareksa tidak memberikan jaminan atas transaksi yang dilakukan.
Pilihan Investasi di Bareksa
Klik produk untuk lihat lebih detail.
| Produk Eksklusif | Harga/Unit | 1 Bulan | 6 Bulan | YTD | 1 Tahun | 3 Tahun | 5 Tahun |
|---|---|---|---|---|---|---|---|
Trimegah Dana Obligasi Nusantara autodebet | 1.218,62 | ||||||
STAR Stable Amanah Sukuk autodebet | 1.198,17 | - | - | ||||
Syailendra Sharia Fixed Income Fund Kelas A | 1.173,07 | - | - | ||||
Eastspring Syariah Mixed Asset Fund Kelas A | 1.055,71 | - | - | - |
Produk Belum Tersedia
Ayo daftar Bareksa SBN sekarang untuk bertransaksi ketika periode pembelian dibuka.
Ayo daftar Bareksa SBN sekarang untuk bertransaksi ketika periode pembelian dibuka.

ST016
SyariahSukuk Tabungan
Periode Pembelian
Tipe Kupon
Mengambang

ORI030
Obligasi Negara Ritel
Periode Pembelian
Tipe Kupon
Fixed

SR025
SyariahSukuk Ritel
Periode Pembelian
Tipe Kupon
Fixed

SBR015
Saving Bond Ritel
Periode Pembelian
Tipe Kupon
Mengambang

ST017
SyariahSukuk Tabungan
Periode Pembelian
Tipe Kupon
Mengambang